home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Makeup Mengandung SPF Cukup Untuk Melindungi Kulit dari Sinar UV ?

Makeup Mengandung SPF Cukup Untuk Melindungi Kulit dari Sinar UV ?

Tidak hanya sunscreen, berbagai produk makeup pun kini telah dilengkapi dengan sun protection factor (SPF) untuk melindungi kulit dari paparan sinar ultraviolet (UV). Setiap produk makeup dengan SPF memiliki level yang bervariasi, mulai dari SPF 15, 30, bahkan hingga 50.

Jika kebanyakan produk makeup dengan SPF, lantas perlukah Anda mengoleskan sunscreen lagi?

Apakah SPF dalam makeup sudah cukup bagi kulit?

pakai sunscreen di rumah

Anda kini dapat menemukan SPF dalam primer, foundation, bronzer, maupun beragam produk makeup lainnya yang umum digunakan. Sayangnya, produk-produk tersebut ternyata belum cukup untuk melindungi kulit Anda dari bahaya sinar ultraviolet.

Lily Talakoub, M.D., dokter spesialis kulit di McLean Dermatology and Skincare Center, mengatakan bahwa ada dua kekurangan utama dari produk makeup mengandung SPF. Kekurangan inilah yang membuat Anda masih harus menggunakan sunscreen.

Pertama, makeup dengan SPF hanya melindungi kulit dari sinar ultraviolet B (UVB). Sinar UVB adalah sinar yang dapat merusak lapisan kulit luar, menyebabkan kemerahan pada kulit, serta menimbulkan efek terbakar matahari.

Makeup dengan SPF biasanya tidak menangkal sinar ultraviolet A (UVA). Padahal, sinar UVA lebih berbahaya dibandingkan sinar UVB. Sinar UVA dapat menembus kulit, merusak lapisan kolagen, bahkan meningkatkan risiko kanker kulit.

Kedua, Anda baru bisa memperoleh manfaat SPF dalam makeup jika menggunakannya dalam jumlah banyak. Kebanyakan orang hanya menggunakan sedikit olesan makeup pada wajahnya dan jumlah ini tidak cukup untuk menangkal sinar ultraviolet.

Dr. Talakoub memperkirakan, Anda harus mengoleskan makeup 15 kali lebih tebal agar SPF yang terkandung di dalamnya bisa melindungi kulit dari sinar ultraviolet. Hal ini tentu tidak memungkinkan, jadi Anda masih perlu mengoleskan sunscreen pada kulit.

Rutinitas makeup yang tepat untuk melindungi kulit

cara memakai ulang sunscreen

Meskipun tidak efektif menangkal sinar UV, Anda tetap boleh menggunakan makeup mengandung SPF. Yang terpenting, jangan lupa melengkapi rutinitas makeup Anda dengan menggunakan sunscreen.

Agar kulit senantiasa terlindung dari bahaya sinar UV, berikut adalah rutinitas makeup yang dapat Anda terapkan:

1. Mengoleskan sunscreen

Awali hari Anda dengan mengoleskan sunscreen pada area wajah, leher, dan telinga. Tidak seperti makeup, SPF dalam sunscreen bisa melindungi kulit dengan lebih efektif karena Anda dapat menggunakannya dalam jumlah yang banyak.

American Cancer Society menyarankan penggunaan sunscreen dengan SPF 30 atau lebih yang bisa menyaring 97 persen sinar UV. Selain itu, cobalah memilih sunscreen dengan keterangan ‘broad spectrum’ yang mampu menangkal sinar UVA dan UVB sekaligus.

2. Menggunakan krim mata mengandung SPF

krim mata

Jika sunscreen menimbulkan iritasi pada area sekitar mata yang sensitif, coba gunakan krim mata mengandung SPF 15. Krim mata berfungsi seperti sunscreen, tetapi kandungannya lebih lembut bagi kulit yang sensitif.

3. Menggunakan foundation mengandung SPF

Makeup SPF melindungi kulit tidak terlalu maksimal, tapi produk-produk ini dapat mengoptimalkan fungsi sunscreen. Pilihlah foundation mengandung SPF 15, lalu oleskan pada wajah secara merata sesuai kebutuhan.

4. Menaburkan bedak

Taburkan bedak pada wajah Anda, lalu ratakan dengan spons. Partikel bedak tabur akan menjaga sunscreen dan foundation agar tidak cepat luntur. Tidak hanya itu, bedak tabur juga membantu melindungi kulit dari paparan sinar UV.

5. Menggunakan lipstik atau lipbalm mengandung SPF

Sumber: Always Ladies

Bibir Anda pun tidak luput dari risiko paparan sinar UV. Untungnya, beberapa produk lipstik dan lip balm kini telah dilengkapi dengan SPF. Pilihlah produk yang mengandung SPF 15, lalu gunakan pada bibir secara merata sebelum beraktivitas.

Makeup mengandung SPF saja ternyata tidak cukup untuk melindungi kulit dari sinar UV. Maka dari itu, Anda tetap perlu melengkapi rutinitas makeup dengan menggunakan sunscreen. Setiap dua jam, oleskan kembali sunscreen pada wajah dan bibir.

Hal ini juga perlu dilakukan saat Anda beraktivitas di dalam ruangan, sebab sinar UVA dapat menembus kaca. Dengan cara ini, Anda bisa beraktivitas tanpa perlu takut akan dampak sinar ultraviolet terhadap kulit.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Sorry, the SPF in Your Makeup Is Not Enough to Protect You From the Sun. https://www.self.com/story/sorry-spf-makeup-is-not-enough-to-protect-you-from-the-sun Diakses pada 12 November 2019.

Making Your Sunscreen Work With Your Makeup. https://skincancer.org/blog/making-sunscreen-work-makeup/ Diakses pada 12 November 2019.

What Does SPF Stand For? https://www.consumerreports.org/cro/magazine/2015/05/what-does-spf-stand-for/index.htm Diakses pada 12 November 2019.

Will Moisturizers With SPF Protect Your Skin? https://www.consumerreports.org/sunscreens/will-moisturizers-with-spf-protect-your-skin/ Diakses pada 12 November 2019.

Sunscreen and Your Makeup Routine. https://www.webmd.com/beauty/features/sunscreen-and-your-makeup-routine#1 Diakses pada 12 November 2019.

Choose the Right Sunscreen. https://www.cancer.org/latest-news/choose-the-right-sunscreen.html Diakses pada 12 November 2019.

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Diah Ayu Lestari
Tanggal diperbarui 30/12/2019
x