Berdiri Kelamaan Ternyata Bahaya Buat Jantung (Berapa Batas Amannya?)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 28/03/2018 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Jangan hanya karena tahu bahwa duduk terlalu lama berbahaya, Anda jadi lebih memilih berdiri lama sepanjang hari. Faktanya, menurut sebuah penelitian terbaru, berdiri lama bisa menyebabkan seseorang mengalami penyakit jantung. Bagaimana bisa? Cari tahu di artikel ini.

Berdiri lama bisa meningkatkan risiko penyakit jantung

Duduk terlalu lama sudah lama diketahui buruk bagi kesehatan karena dapat meningkatkan risiko obesitas, sakit punggung, hingga penyakit jantung. Tak jarang, banyak orang yang akhirnya memilih berdiri ketika bekerja untuk menghindari berbagai risiko tersebut.

Namun, tahukah Anda bahwa terlalu lama berdiri ketika bekerja nyatanya juga tak baik untuk kesehatan? Ya, berdasarkan penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam American Journal of Epidemiology, para peneliti menemukan bahwa orang yang berdiri lama selama bekerja dua kali lebih berisiko mengalami penyakit jantung dibanding mereka yang sering duduk.

Risiko ini lebih mungkin dialami oleh teller bank, petugas kasir, petugas keamanan, barista, dan koki – yang semuanya mengharuskan mereka untuk berdiri lama selama bekerja. Lantas, mengapa hal tersebut bisa terjadi?

Dilansir dari laman Men’s Health, Peter Smith, Ph.D., peneliti di Institute for Work and Health di Kanada mengatakan bahwa berdiri terlalu lama akan membuat darah cenderung berkumpul di kaki, sehingga memberikan beban sirkulasi yang lebih berat bagi jantung. Nah, hal inilah yang pada akhirnya menyebabkan risiko penyakit jantung.

meja berdiri

Lantas, apakah meja kerja model berdiri membahayakan kesehatan?

Meskipun kurang umum, meja kerja model berdiri sudah ada di beberapa perusahaan. Terutama jika Anda memiliki pekerjaan yang membuat Anda harus berdiri lama berjam-jam.

Memang penelitian menyebutkan bahwa berdiri terlalu lama dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Namun, Anda jangan buru-buru membuang meja kerja berdiri dan kembali beralih ke posisi kerja duduk seharian. Hal ini karena meja berdiri masih bisa dimanfaatkan untuk kesehatan. Dengan catatan, bila Anda sudah merasa tidak nyaman saat berdiri, segera duduk. Jadi, bukan berarti Anda bekerja sambil berdiri seharian, ya.

Kuncinya adalah fleksibilitas. Jadi, ketika tubuh Anda ingin bergerak, maka bergeraklah. Nah, pergerakan Anda ini akan membantu memperbaiki sirkulasi peredaran darah yang sempat tersendat akibat duduk atau berdiri lama selama berjam-jam. 

Penelitian sebelumnya pun menyebutkan bahwa karyawan yang mengombinasikan duduk, berdiri, dan berjalan selama mereka bekerja 40 persen bisa mengurangi risiko penyakit jantung dibandingkan mereka yang hanya berdiri seharian.

Oleh sebab itu, jika Anda memang perlu berdiri seharian, jangan lupa untuk sempatkan bergerak setidaknya berjalan-jalan sebentar guna melancarkan peredaran darah. Sebaliknya, jika Anda memang perlu duduk seharian, maka usahakan sebisa mungkin untuk bangun, berdiri, dan bergerak.

Perlu diingat juga bahwa pola hidup sedenter (kurang gerak) di mana Anda terlalu banyak duduk juga meningkatkan risiko penyakit jantung secara signifikan. Jadi mana yang lebih baik, berdiri atau duduk? Dua-duanya baik, asal tidak dilakukan berlebihan. Kuncinya adalah seimbang.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Olahraga di Luar Rumah Saat Pandemi? Perhatikan Hal-hal Ini

Olahraga yang dilakukan di luar rumah bisa bermanfaat bagi kebugaran dan kesehatan mental. Tapi apakah aman olahraga di luar rumah saat pandemi COVID-19?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 30/06/2020 . Waktu baca 4 menit

Apakah Seseorang yang Mengalami Aritmia Jantung Bisa Sembuh?

Aritmia merupakan jenis penyakit kardiovaskuler yang mempengaruhi denyut jantung. Lantas, apakah Aritmia Jantung Bisa Sembuh?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Jantung, Aritmia 24/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Obat Herbal untuk Penyakit Jantung Koroner, Aman atau Tidak?

Obat herbal untuk jantung koroner harus dilakukan dengan hati-hati. Apa saja obat herbal untuk penderita jantung koroner dan cara aman mengonsumsinya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Jantung, Penyakit Jantung Koroner 22/06/2020 . Waktu baca 6 menit

7 Hal yang Paling Sering Ditanyakan Tentang Kolesterol

Kadar kolesterol tinggi bisa menghantui siapa pun. Pelajari sekarang juga apa itu kolesterol dan semua pertanyaan seputar kolesterol yang sering diajukan.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Nutrisi, Hidup Sehat 22/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kelainan katup jantung bawaan pada bayi

Mengenal Kelainan Katup Jantung Bawaan dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 01/07/2020 . Waktu baca 7 menit
menjaga kesehatan anak dengan penyakit jantung bawaan

Panduan Menjaga Kesehatan Anak dengan Penyakit Jantung Bawaan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 01/07/2020 . Waktu baca 10 menit
gagal jantung akut

Gagal Jantung Akut, Apa Bedanya dengan Gagal Jantung Kronis?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 01/07/2020 . Waktu baca 5 menit
endokarditis adalah

Endokarditis

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 30/06/2020 . Waktu baca 11 menit