Bahaya Formaldehid yang Ada di Sekitar Kita (Awas, Bisa Sebabkan Kanker)

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Anda mungkin sering mendengar tentang bahaya formalin, terutama setelah sempat beredar berita tentang berbagai makanan yang diam-diam mengandung formalin. Formalin adalah salah satu bentuk dari formaldehid, bahan kimia yang berbahaya bagi manusia. Yang mungkin Anda tahu, formaldehid ternyata mengintai kita lewat berbagai produk yang bisa Anda temukan sehari-hari.

Apa itu formaldehid?

Formaldehid (CH2O) adalah bahan kimia yang tidak berwarna, mudah terbakar, dan memiliki aroma yang tajam. Formaldehid juga sering disebut sebagai methanal, formol, methaldehyde, morbicid, paraform, metilen oksida, oxymethylene, oxomethane, dan sebagainya.

Apa bedanya formaldehid dengan formalin?

Formalin adalah cairan yang mengandung gas formalin. Formalin biasanya mengandung 37-40% formaldehid. Jika formaldehid berbentuk gas, formalin adalah cairan tak berwarna, dengan bau tajam menyengat akibat gas formaldehid yang dikandungnya.

Di mana saja ada formaldehid di sekitar kita?

Biasanya formaldehid digunakan dalam pembuatan lem dan alat perekat, sebagai pelapis produk kertas, dan bahan bangunan seperti papan partikel, tripleks, dan material untuk insulasi. Formaldehid juga sering digunakan sebagai disinfektan dan pembunuh kuman, serta sebagai bahan pengawet di kamar jenazah dan laboratorium medis. Formaldehid juga bisa hadir dalam jumlah kecil secara natural di lingkungan, sebagai hasil dari proses metabolisme makhluk hidup.

Di udara, formaldehid biasanya hanya berada dalam kadar yang sangat rendah, sumbernya sering kali dari asap knalpot kendaraan bermotor. Di rumah Anda, sumber formaldehid yang paling memungkinkan adalah material bangunan yang terbuat dari papan partikel, medium density board (MDF), maupun multiplek (plywood) yang mengandung resin formaldehid.

Sumber formaldehid lainnya termasuk penggunaan kompor gas, kompor kayu bakar, atau kompor minyak di ruangan tanpa ventilasi, dan juga asap rokok.

Bagaimana kita bisa terpapar formaldehid?

Kita bisa terekspos formaldehid dengan cara menghirupnya. Namun, formaldehid dalam bentuk formalin juga bisa diserap oleh kulit, dan Anda juga bisa menelannya dari minuman dan makanan yang mengandung formaldehid.

Sebenarnya, formaldehid diproduksi juga di dalam tubuh. Namun enzim dalam tubuh mengurai formaldehid menjadi format (asam format), yang kemudian bisa diurai lagi menjadi kabon dioksida. Biasanya, formaldehid yang kita hirup akan diurai oleh sel-sel dalam mulut, hidung, tenggorokan, dan jalan napas, sehingga yang diserap oleh darah hanya kurang dari sepertiganya.

Orang yang paling berisiko terekspos formaldehid dalam kadar yang lebih tinggi dari normal adalah pekerja di pabrik yang memproduksi produk-produk yang mengandung formaldehid, teknisi laboratorium, petugas keehatan, dan pegawai rumah jenazah. Seringnya ekspos ini terjadi lewat menghirup udara yang mengandung formaldehid, atau saat kulit menyentuh cairan formalin.

Apa yang akan terjadi saat kita terpapar formaldehid?

Jika udara di sekitar Anda mengandung formaldehid dalam kadar yang tinggi, yaitu melebihi 0,1 ppm, Anda mungkin akan merasakan beberapa gejala, seperti:

  • mata berair
  • rasa panas di mata, hidung, dan tenggorokan
  • batuk
  • sesak napas
  • iritasi kulit

Beberapa orang sangat sensitif terhadap formaldehid dan akan langsung menunjukkan reaksi tubuh, namun banyak juga yang tidak menunjukkan gejala apa-apa meski sudah terekspos formaldehid dalam jumlah yang sama banyaknya.

Apakah formaldehid bisa menyebabkan kanker?

Para ahli belum bisa mengetahui dengan pasti apa efek jangka panjang formaldehid pada kesehatan manusia. Namun, dalam laboratorium yang meneliti efek formaldehid pada hewan, telah terbukti bahwa formaldehid menyebabkan kanker.

Paparan formaldehid dalam kadar tinggi akibat faktor lingkungan pekerjaan (pekerja pabrik atau medis, misalnya) juga sudah dikaitkan dengan sejumlah jenis kanker pada manusia, namun efek jangka panjang formaldehid dalam jumlah kecil masih belum diketahui.

Bagaimana cara mengurangi paparan formaldehid sehari-hari?

Karena sumber utama formaldehid dalam rumah tangga biasanya adalah dari bahan bangunan, pastikan tidak ada kayu yang diproses dengan formaldehid di dalam rumah Anda. Saat membangun atau merenovasi rumah, atau saat membeli perabotan dan furnitur dari kayu untuk disimpan di dalam rumah, pastikan Anda memilih bahan kayu murni.

Atau, jika harus menggunakan kayu hasil olahan seperti papan partikel, multiplek, dan MDF, pilih yang jenisnya “exterior-grade” yang mengandung lebih sedikit formaldehid.

Kadar formaldehid di rumah jika bisa dikurangi dengan memastikan rumah Anda memiliki ventilasi yang baik tempat udara bisa keluar masuk dengan bebas, dan jaga tingkat kelembapan udara lebih rendah dengan cara menggunakan dehumidifier atau AC.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: April 26, 2017 | Terakhir Diedit: September 5, 2017

Sumber
Yang juga perlu Anda baca