Kekhawatiran terhadap kondisi kesehatan biasanya merupakan alasan orang-orang berhenti merokok. Kekhawatiran tersebut sangatlah beralasan: merokok membahayakan hampir semua organ tubuh.

Setengah dari perokok berakhir dalam kematian akibat penyakit yang terkait dengan rokok. Di Amerika Serikat saja, rokok berperan dalam hampir 1 dari 5 kematian, dan lebih dari 16 juta orang menderita penyakit akibat rokok. Jumlah ini berkali-kali lipat di Indonesia di mana hampir 70 persen dari penduduk laki-lakinya merokok.

Kanker

Hampir semua orang tahu bahwa merokok dapat menyebabkan kanker paru-paru, namun hanya beberapa orang yang menyadari bahwa merokok juga terkait dengan risiko jenis kanker lainnya, seperti kanker mulut, hidung, sinus, bibir, laring, tenggorokan, esifagus, kemih, hati, ginjal, pankreas, ovarium, serviks, lambung, usus besar, rektum dan leukemia myeloid akut.

Penyakit paru-paru

Merokok meningkatkan risiko penyakit paru-paru jangka panjang seperti emfisema dan bronkitis kronis. Penyakit ini membuat pernapasan sulit dan termasuk golongan chronic obstructive pulmonary disease (COPD). COPD menyebabkan penyakit kronis dan memburuk seiringnya waktu.

Emfisema dan bronkitis kronis dapat ditemukan pada orang yang berusia 40 ke atas, saat gejala semakin memburuk. Perokok jangka panjang memiliki risiko paling tinggi dalam mengalami COPD yang serius. Pneumonia dan tuberkulosis juga termasuk penyakit yang dapat disebabkan atau memburuk akibat rokok.

Serangan jantung, stroke dan penyakit pada pembuluh darah

Perokok memiliki kemungkinan 2 kali lebih besar terhadap kematian akibat serangan jantung dibanding dengan non-perokok. Merokok adalah faktor risiko utama untuk penyakit peripheral vascular, yaitu penyempitan pada pembuluh darah yang mengalirkan darah ke otot kaki dan lengan. Merokok juga mempengaruhi dinding pembuluh yang mengalirkan darah ke otak (arteri karotis), yang dapat menyebabkan stroke. Merokok juga dapat menyebabkan aneurisma aorta perut, di mana lapisan dinding arteri utama (aorta) melemah dan memisah, sering menyebabkan kematian mendadak. Sebagai tambahan, pria yang merokok lebih mudah mengalami disfungsi ereksi (impotensi) akibat penyakit pembuluh darah.

Kebutaan dan permasalahan lainnya

Merokok dapat meningkatkan risiko degenerasi makula, salah satu penyebab utama kebutaan pada lansia, dan katarak atau lensa mata yang menjadi keruh. Merokok juga dapat menyebabkan kerutan dini pada kulit, bau mulut yang tidak sedap, penyakit gusi, kehilangan gigi, bau tak sedap pada pakaian dan rambut, gigi dan kuku yang menguning.

Risiko pada wanita dan bayi

Wanita memiliki risiko yang unik terkait merokok. Wanita di atas 35 yang merokok dan menggunakan pil KB memiliki risiko lebih tinggi terhadap serangan jantung, stroke, dan pembekuan darah pada kaki. Wanita perokok juga lebih mudah mengalami kehamilan ektopik, yang tidak dapat diselamatkan dan membahayakan nyawa ibu. Perokok juga lebih mudah mengalami keguguran atau memiliki bayi dengan berat badan lahir yang rendah. Bayi dengan berat rendah lebih memiliki kemungkinan kematian atau masalah fisik. Ibu yang merokok pada saat kehamilan awal berisiko memiliki bayi dengan bibir sumbing.

Berkurangnya usia akibat merokok

Berdasarkan data pada akhir 1990, US Centers for Disease Control and Prevention (CDC) mengestimasi bahwa pria perokok kehilangan sekitar 13.2 tahun dan wanita perokok sekitar 14.5 tahun akibat merokok.

Setiap tahunnya, merokok menyebabkan kematian dini sekitar 480.000 orang di Amerika Serikat. Penyakit yang disebabkan rokok dapat menurunkan kualitas hidup Anda dan membatasi aktivitas Anda dengan sulitnya bernapas, bergerak, bekerja, atau bermain.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, atau pengobatan.

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca