Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

5 Penyebab Lidah Hitam dari Merokok Hingga Mulut Kering

5 Penyebab Lidah Hitam dari Merokok Hingga Mulut Kering

Lidah yang sehat biasanya berwarna merah muda dan ditutupi bintik-bintik kecil (papila) berwarna putih. Bila warnanya berubah kehitaman, bisa jadi merupakan tanda masalah kesehatan. Berikut beberapa penyebab lidah hitam yang mungkin terjadi pada Anda.

Berbagai penyebab lidah berwarna hitam

Lidah hitam atau juga dikenal sebagai lingua villosa nigra adalah gangguan pada lidah yang muncl karena cacat pada proses pengelupasan lapisan terluar lidah. Sehingga, kondisi ini membuat lidah Anda nampak bernoda kehitaman.

Pada dasarnya, lidah dilengkapi dengan benjolan kecil yang disebut papila. Papila ini berfungsi sebagai penerima rangsangan sehingga membantu Anda mendeteksi rasa.

Namun, sel-sel kulit yang mati bisa menumpuk di ujung papila sehingga menghasilkan tampilan yang berbulu.

Papila yang terlihat memanjang ini sewaktu-waktu bisa berubah warna dari putih kekuningan hingga coklat sampai hitam bergantung pada paparan zat tertentu seperti makanan dan tembakau atau berapa banyaknya mikroorganisme pemberi warna pada lidah.

Terdapat banyak faktor yang dapat menyebabkan kemunculan kondisi ini seperti di bawah ini.

1. Penggunaan antibiotik

Antibiotik bertugas untuk membunuh bakteri. Sayangnya, obat ini tidak hanya membunuh bakteri jahat, tetapi juga terkadang bakteri baik.

Akibatnya, keseimbangan bakteri di mulut akan terganggu dan memungkinkan ragi atau bakteri tertentu berkembang dan mengubah warna lidah.

2. Kebiasan minum kopi dan merokok

Merokok dan minum kopi tidak hanya mengubah warna gigi, tapi bisa juga jadi penyebab lidah berwarna hitam. Zat kimia yang ada pada tembakau bisa mengubah warna papila yang berwarna putih. Begitu juga dengan kopi dan teh.

Biasanya, lidah tidak akan berwarna hitam pekat, melainkan kecokelatan. Ini mungkin terjadi jika Anda terlalu sering minum kopi, teh, dan merokok.

3. Menggunakan obat kumur

obat sariawan

Menggunakan obat kumur bertujuan untuk menjaga mulut dan gigi tetap bersih. Akan tetapi, pilihan obat kumur yang tidak tepat bisa jadi penyebab lidah hitam.

Salah satu obat kumur yang bisa menyebabkan lidah Anda jadi lebih gelap adalah yang mengandung zat pengoksidasi, seperti peroksida.

Zat ini dapat memengaruhi keseimbangan bakteri di dalam mulut. Memberi celah pada jamur di mulut untuk berkembang biak dan mengubah warna lidah jadi kehitaman.

4. Konsumsi obat-obatan tertentu

Beberapa jenis obat dapat memberikan efek samping seperti bekas warna pada lidah Anda. Salah satunya adalah obat pepto-bismol.

Pepto-bismol adalah obat untuk diare yang mudah ditemukan pada toko atau apotek. Walaupun ampuh mengobati diare, kandungan belerang pada obat bisa mengubah warna papila lidah jadi hitam.

5. Mulut kering

Selain kebiasaan atau paparan zat tertentu, kondisi mulut kering juga bisa jadi penyebab lidah hitam. Mulut kering cenderung memiliki kadar air liur yang lebih sedikit.

Padahal, air liur berguna untuk menjaga keseimbangan bakteri dan membantu membersihkan sel kulit mati pada lidah. Kurangnya air liur tentu bisa menimbulkan penumpukan sel kulit mati dan pertumbuhan bakteri meningkat. Akibatnya, bakteri akan membuat papila yang jadi terlihat hitam.

Kondisi mulut yang kering bisa disebabkan oleh penggunaan obat-obatan tertentu dan kurang asupan cairan, seperti jarang minum air putih, tidak makan-makanan yang berkuah, atau tidak makan sayur dan buah.

Jangan khawatir, lidah hitam bisa diatasi

Warna lidah yang berubah pasti membuat Anda khawatir. Namun, umumnya kondisi ini bukan pertanda masalah yang serius.

Untungnya lidah hitam bukan termasuk kondisi yang sering terjadi, bilapun muncul biasanya tidak bersifat serius. Umumnya, kondisi ini tidak memerlukan obat.

Namun bila ada pertumbuhan jamur yang berlebihan, obat antijamur oles dapat digunakan ketika muncul gejala. Selain itu, pengobatannya lebih kepada kebiasaan sehari-hari seperti menjaga kesehatan gigi dan mulut.

Rajinlah membersihkan gigi sekaligus menyikat lidah. Gosokkan lidah dengan lembut sebanyak 2 kali sehari untuk mengangkat sel-sel kulit mati dan bakteri dari lidah.

Setelah makan dan minum kopi atau teh, sebaiknya segera kumur-kumur dengan air dan gosok lidah Anda dengan sikat. Tujuannya, agar sisa makanan dan zat pewarna tidak merusak warna gigi dan mengubah warna papila.

Minum air yang cukup. Agar mulut tidak kering, pastikan Anda minum banyak air dan perbanyak makan buah dan sayur. Selain itu, Anda bisa mengunyah permen karet bebas gula untuk merangsang produksi air liur lebih banyak.

Hindari beberapa hal yang dapat menjadi faktor penyebab kemunculan kondisi ini, seperti merokok dan menggunakan obat kumur yang terlalu kuat.

Langkah terakhir adalah rutin cek kesehatan gigi dan mulut ke dokter gigi. Periksa ke dokter gigi juga membantu Anda menemukan penyebab lidah hitam yang tepat sekaligus memungkinkan Anda mendapat obat yang tak memberi efek samping lidah hitam.

Verifying...


Sering sakit gigi atau punya gigi sensitif?

Yuk gabung Komunitas Gigi Mulut agar kamu bisa tanya dokter atau berbagi cerita bersama member lainnya.


health-tool-icon

Kalkulator BMI (IMT)

Gunakan kalkulator ini untuk memeriksa Indeks Massa Tubuh (IMT) dan mengecek apakah berat badan Anda ideal atau tidak. Anda juga dapat menggunakannya untuk memeriksa indeks massa tubuh anak.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber
Vañó-Galván, S., & Jaén, P. (2008). Black hairy tongue. Cleveland Clinic journal of medicine, 75(12), 847–848. Retrieved 3 December 2021.

Black Hairy Tongue. (2018). Mayo Clinic. Retrieved 3 December 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/black-hairy-tongue/symptoms-causes/syc-20356077

What Your Tongue Can Tell You About Your Health. (2019). Cleveland Clinic. Retrieved 3 December 2021, from https://health.clevelandclinic.org/what-your-tongue-can-tell-you-about-your-health/

 

 

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Aprinda Puji Diperbarui Dec 10, 2021
Ditinjau secara medis oleh drg. Farah Nadiya