backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan

11 Organ Tubuh yang Bisa Rusak pada Perokok, Termasuk yang Vital!

Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto · General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


Ditulis oleh Reikha Pratiwi · Tanggal diperbarui 13/07/2023

11 Organ Tubuh yang Bisa Rusak pada Perokok, Termasuk yang Vital!

Rokok membunuh Anda secara perlahan dengan menyebabkan kerusakan pada berbagai organ tubuh tanpa disadari. Bahkan tak jarang, kerusakan organ yang diakibatkan kebiasaan merokok bisa berakibat fatal. Apa saja organ tubuh yang paling cepat rusak pada perokok? Berikut jawabannya.

Berbagai organ tubuh yang rusak pada perokok

Ada sejumlah organ dan bagian tubuh yang terdampak dan rusak pada perokok akibat kebiasaan buruk ini. Berikut di antaranya.

1. Mulut dan tenggorokan

gigi perokok

Racun yang terkandung di dalam rokok dapat menimbulkan kerusakan serius pada jaringan mulut dan tenggorokan.

Beberapa efek yang paling umum dan cepat terjadi pada gigi dan mulut akibat merokok, meliputi:

  • bau mulut,
  • gigi menguning,
  • gusi menghitam,
  • periodontitis,
  • gigi keropos, dan
  • lidah yang jadi tidak peka terhadap rasa.

Dalam jangka panjang, merokok dapat membuat Anda berisiko tinggi terkena macam-macam kanker oral, termasuk kanker mulut, lidah, kerongkongan, dan tenggorokan.

Bahkan, lebih dari 93% kasus kanker tenggorokan disebabkan oleh kebiasaan merokok.

2. Paru-paru

Masalah paru-paru akibat rokok bisa terjadi. Paru-paru yang seharusnya mendapatkan udara bersih malah dikotori oleh asap rokok, sehingga fungsinya jadi terganggu.

Awalnya, rokok akan menyebabkan Anda cepat kehabisan napas dan batuk kering terus-menerus yang pada akhirnya mengeluarkan dahak.

Ini dapat terjadi akibat adanya pembengkakan dan penyempitan pada saluran udara di paru-paru yang menyebabkan iritasi dan kerusakan.

Dalam jangka panjang, kantung udara di dalam organ tubuh paru-paru perokok bisa rusak secara permanen.

Pada kondisi ini, paru-paru Anda berpotensi besar untuk mengalami PPOK, seperti pneumonia, bronkitis, atau emfisema akibat merokok.

3. Kulit

Merokok dapat sebabkan penuaan dini pada kulit.

Perokok aktif bahkan umumnya tampak lebih tua daripada orang lain yang berusia sepantar karena memiliki rona wajah yang tidak segar dan jauh lebih kusam keabuan.

Kulit perokok aktif juga lebih cepat mengalami kulit mengendur dan berkerut, terutama di sekitar mata dan bibir.

Ini karena kulit tidak mendapatkan cukup asupan oksigen akibat merokok.

Anda tentu tidak mau terlihat seperti sudah berusia 50 tahun padahal masih usia kepala dua, kan?

4. Otak

Zat kimia yang terkandung di dalam rokok akan melemahkan pembuluh darah di otak dan menyebabkan pembengkakan (aneurisma otak), sehingga meningkatkan risiko Anda terkena stroke.

Kondisi ini sangat serius karena pembuluh darah otak yang bengkak tersebut bisa pecah kapan saja.

Selain itu, kebiasaan merokok juga bisa memicu terjadinya penggumpalan darah dan menyebabkan pembuluh darah tersumbat.

Risiko stroke juga bisa bertambah jika terjadi penyumbatan pembuluh darah yang menyebabkan pasokan darah ke otak berkurang.

5. Jantung

obat serangan jantung mendadak

Berbagai racun dalam asap rokok seperti nikotin dan karbon monoksida akan ikut mengalir dalam darah dan kembali ke jantung.

Hal tersebut bisa memicu penggumpalan darah dan menyebabkan organ tubuh perokok, yaitu jaringan pembuluh darah jantung (arteri koroner) menjadi rusak.

Kerusakan ini akan menyebabkan penurunan fungsi jantung secara bertahap untuk memompa darah dengan baik.

Pada akhirnya, masalah pada fungsi jantung akan membuat Anda berpotensi besar mengalami berbagai penyakit jantung.

6. Tulang dan sendi

Tulang adalah organ tubuh yang paling kuat, tapi lama-lama juga bisa melemah dan rusak pada perokok.

Racun rokok bisa menyebabkan peradangan pada tulang dan sendi yang terasa nyeri.

Pada akhirnya, peradangan tersebut akan memicu penurunan kepadatan tulang dan perubahan bentuk sendi (deformasi sendi).

Kerusakan ini membuat perokok sangat rentan terserang osteoporosis dan rematik, bahkan sejak usia muda.

7. Kaki dan tangan

Selain berdampak pada otak dan jantung, penyumbatan pembuluh darah juga bisa menyebabkan organ tubuh perokok lainnya, yaitu tangan dan kaki, rusak.

Aliran darah yang tersumbat bisa membuat kaki dan tangan kekurangan asupan oksigen yang dibutuhkan.

Jika terjadi terus-menerus, kondisi ini bisa menimbulkan rasa nyeri di kaki dan tangan.

Pada kasus yang parah, kerusakan pada kaki dan tangan bisa terjadi hingga menyebabkan gangrene (kematian jaringan tubuh) dan perlu diamputasi.

8. Usus

Dampak rokok pada fisik atau wajah bisa terlihat. Namun tidak dengan organ-organ di dalam tubuh Anda.

Selain organ-organ dalam di atas, faktanya, merokok juga bisa merusak organ di sistem pencernaan Anda, yaitu usus.

Kebiasaan merokok diketahui bisa memicu terjadinya kanker usus pada perokok.

Bahkan di Amerika Serikat, kanker usus akibat rokok menjadi penyebab kematian terbanyak kedua.

9. Organ reproduksi

impotensi akibat merokok

Bagi Anda yang merasa kesulitan punya anak, kebiasaan merokok yang Anda atau pasangan Anda miliki bisa menjadi penyebabnya.

Dilansir dari Better Health, pada pria perokok, kandungan zat di dalam rokok bisa menurunkan jumlah sperma serta meningkatkan kerusakan dan kecacatan sperma.

Selain itu, aliran darah yang tersumbat ke penis juga bisa menyebabkan impoten.

Sementara pada wanita, kebiasaan merokok bisa menurunkan kesuburan, mempercepat datangnya menopause, serta berisiko tinggi pada kanker serviks.

Jika kebiasaan merokok terus berlangsung hingga usia 35 tahun dan disertai konsumsi pil KB, risiko stroke dan serangan jantung juga bisa meningkat secara drastis.

Tahukah Anda?

Pada wanita, kebiasaan merokok bisa menurunkan kesuburan yang mungkin ditandai dengan siklus haid yang tidak teratur. Akibatnya, menopause juga bisa terjadi satu atau dua tahun lebih cepat.

10. Mata

Perokok diketahui lebih rentan mengalami kerusakan mata dibandingkan dengan yang tidak merokok.

Kebiasaan buruk ini diketahui bisa memicu terjadinya degenerasi makula yang berkaitan dengan pertambahan usia.

Kondisi ini bisa meningkatkan risiko kebutaan pada orang dewasa usia lanjut, tepatnya yang berusia lebih dari 65 tahun.

11. Telinga

Kebiasaan merokok bisa mengurangi aliran darah ke bagian dalam telinga.

Ini menyebabkan perokok lebih rentan mengalami organ tubuh rusak, termasuk telinga, dibandingkan dengan orang yang tidak merokok.

Setelah mengetahui bahaya merokok dan apa saja organ tubuh yang mungkin rusak pada perokok, ada baiknya untuk berhenti merokok bagi Anda yang memiliki kebiasaan buruk ini.

Hal ini untuk mencegah Anda mengalami kerusakan tersebut.

Berhenti merokok memang cukup sulit untuk kebanyakan orang. Namun dengan cara yang tepat dan disiplin, kemungkinan Anda untuk berhasil berhenti merokok akan lebih besar.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Carla Pramudita Susanto

General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


Ditulis oleh Reikha Pratiwi · Tanggal diperbarui 13/07/2023

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan