Tes yang dipakai untuk cek gula darah ada beberapa jenis, lho. Masing-masing tes memiliki arti yang berbeda-beda pula. Jika Anda menderita diabetes, maka tes gula darah tersebut yang biasanya dilakukan untuk mengetahui apakah kondisi kesehatan Anda selalu dalam keadaan aman dan terkendali. Lalu bagaimana cara membaca hasil tes gula darah? Apa yang membedakan masing-masing tes gula darah? Ini dia informasi lengkapnya. 

Apa saja jenis tes gula darah yang biasanya dilakukan?

Untuk mengetahui apakah gula darah Anda normal, maka ada beberapa tes darah yang biasanya dilakukan. Tes darah ini dilakukan rutin oleh pengidap diabetes untuk mengetahui apakah penyakitnya masih terkendali atau tidak. Masing-masing tes gula darah memiliki metode dan kadar normal yang berbeda-beda. Berikut adalah beberapa pemeriksaan gula darah yang lazim dilakukan.

1. Tes gula darah puasa

Pemeriksaan ini mewajibkan Anda untuk puasa sebelumnya. Biasanya, puasa yang dianjurkan memakan waktu kurang lebih 8 jam. Karena cek gula darah puasa dilakukan di pagi hari, maka pasien diminta untuk tidak makan dan minum di tengah malam.

Sejauh ini, pemeriksaan gula darah puasa dianggap sebagai pemeriksaan yang cukup diandalkan untuk mendiagnosis penyakit diabetes. Kadar gula darah yang dianggap normal pada pemeriksaan ini yaitu:

  • Normal: di bawah 100 mg/dl
  • Prediabetes: 100-125 mg/dl
  • Diabetes: 126 mg/dl atau lebih

2. Tes gula darah 2 jam postprandial (PP)

Tes gula darah 2 jam postpandrial adalah kelanjutan dari tes gula darah puasa. Jadi, kalau Anda sudah diambil sampel darahnya setelah puasa 8 jam penuh, Anda akan diminta untuk makan seperti biasa. Kemudian selang 2 jam setelah makan, kadar gula darah Anda akan dicek kembali.

Sebenarnya wajar jika kadar gula darah melonjak setelah waktu makan. Hal ini terjadi baik pada orang sehat maupun penderita diabetes. Namun, pada orang yang sehat, kadar gula darah akan kembali normal setelah 2 jam ia makan.

Ini disebabkan karena hormon insulin mereka bekerja dengan baik untuk menurunkan kadar gula darah. Kondisi ini yang tak terjadi pada penderita diabetes, hormon insulin mereka sudah tidak bisa bekerja dengan normal. Maka dari itu gula darah mereka akan tetap tinggi meski 2 jam setelah makan. Berikut adalah kadar normal dari pemeriksaan gula darah 2 jam postprandial.

  • Normal: kurang dari 140 mg/dl
  • Prediabetes: 140-199 mg/dl
  • Diabetes: 200 mg/dl atau lebih

3. Tes gula darah sewaktu

Tes gula darah ini dilakukan kapan saja, tidak perlu puasa sebelumnya atau bisa dibilang tanpa syarat. Namun, pemeriksaan ini biasanya hanya diterapkan pada penderita diabetes saja. Jadi, jika Anda sudah memiliki alat cek gula darah di rumah, Anda bisa melakukan pemeriksaan ini secara mandiri. Inilah kategori kadar gula darah Anda menurut tes gula darah sewaktu.

  • Normal: di bawah 200 mg/dl
  • Diabetes: lebih dari 200 mg/dl

Jika Anda menderita diabetes dan sudah diberikan obat pengontrol gula darah, maka kadar gula darah Anda juga diharapkan terus di angka normal. Bila terus di angka normal, bisa dibilang penyakit diabetes Anda terkendali dan berisiko rendah untuk mengalami komplikasi.

gejala diabetes pada pria

Apakah saya bisa cek gula darah sendiri di rumah?

Sekarang ini banyak yang menjual alat cek gula darah yang sederhana. Alat tersebut sebenarnya bisa Anda manfaatkan untuk memantau kadar gula darah sewaktu. Apalagi jika Anda mengonsumsi obat yang menekan gula darah sehingga membuat Anda berisiko alami hipoglikemia atau kadar gula darah rendah.

Jika Anda memang ingin membeli alat cek gula darah agar bisa melakukan tes sendiri, sebaiknya konsultasikan dulu pada dokter yang menangani Anda. Pastikan bahwa Anda telah mengerti betul cara menggunakan alat tersebut dan bagaimana mengambil sampel darah yang benar.

Jika saya mengalami diabetes, seberapa sering saya harus cek gula darah?

Untuk seberapa sering tes gula darah, setiap orang akan berbeda-beda. Ini tergantung dari pengobatan apa yang diberikan. Biasanya, bila Anda diberikan beberapa obat yang dapat membuat gula darah menurun drastis, maka Anda diminta untuk lebih sering memeriksa gula darah.

Namun, untuk memastikannya lebih baik Anda langsung tanyakan pada dokter yang menangani Anda soal seberapa sering Anda harus melakukan cek gula darah.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca