Bagus untuk Diet, Tapi Awas! Kebanyakan Minum Susu Rendah Lemak Bisa Picu Parkinson

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 6 September 2017 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Susu rendah lemak sering dijadikan alternatif yang lebih sehat dari susu full cream bagi para penggiat diet. Tapi mungkin ada baiknya Anda baca artikel ini dulu sebelum menenggak gelas susu Anda. Label low-fat pada kardus susu Anda bisa saja jadi senjata tuan bagi kesehatan Anda dalam jangka panjang. Pasalnya, menurut sebuah studi baru, terlalu banyak minum susu rendah lemak dapat meningkatkan risiko Anda terhadap penyakit Parkinson. Kok bisa? Baca selengkapnya di sini.

Sekilas tentang penyakit Parkinson

Penyakit Parkinson adalah gangguan sistem saraf yang bersifat progresif (berkelanjutan), yang pada ahirnya memengaruhi kemampuan bergerak pengidapnya. Umumnya, Parkinson menyerang orang-orang lansia di atas 50 tahun. Satu di antara 100 orang tua berusia 65 tahun ke atas adalah penderita parkinson. Penelitian membuktikan bahwa pria lebih berisiko tinggi untuk terjangkit Parkinson dibanding wanita.

Penyakit ini dimulai dengan tremor kecil di bagian tangan atau biasanya otot terasa kaku. Serangkaian gejala ini akan terus memburuk dari waktu ke waktu dalam periode tahunan. Dalam keseharian, pengidap Parkinson akan merasakan sulit bergerak dan bicara. Gejala awal yang terlihat dari luar adalah melambatnya gerakan, berbicara melantur, dan sering kehilangan keseimbangan.

Parkinson menyerang 4 juta penduduk dunia setiap tahunnya. Bahkan sudah diperkirakan bahwa pada tahun 2030, penderita Parkinson secara global bisa mencapai 6,17 juta orang. Di Indonesia sendiri, jumlah penderita parkinson di Indonesia mencapai 400.000 orang per tahun 2015 berdasarkan data perhimpunan spesialis saraf di Indonesia, dilansir dari BeritaSatu. Angka ini pun bisa terus meningkat seiring semakin banyaknya populasi lansia di Tanah Air.

Tidak ada tes atau uji medis tertentu untuk mendiagnosis Parkinson, maka dari itu kasusnya kadang tidak terduga.

Kenapa susu rendah lemak bisa memicu penyakit Parkinson?

Menurut sebuah studi yang diterbitkan dalam Medical Journal of the American Academy of Neurology, orang-orang yang mengonsumsi setidaknya tiga porsi susu rendah lemak setiap hari memiliki risiko 34 persen lebih besar untuk terkena penyakit Parkinson jika dibandingkan dengan orang yang rata-rata hanya mengonsumsi satu porsi susu rendah lemak setiap harinya. Penelitian ini mengumpulkan dan menganalisis data pola makan dan perkembangan kondisi kesehatan dari 129.346 partisipan selama 25 tahun. Para peneliti juga menilai frekuensi serta jenis produk susu olahan yang dikonsumsi oleh partisipan. Selama waktu itu, 1.036 orang menunjukkan gejala khas Parkinson.

Berdasarkan penemuan ini, peneliti menyimpulkan bahwa asupan produk olahan susu rendah lemak, mungkin berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit Parkinson. Namun, mereka menyatakan bahwa penelitian mereka murni observasional, sehingga tidak dapat menjelaskan sebab dan akibat dari dugaan ini. Perlu lebih banyak lagi penelitian mendalam untuk memastikan apa yang menjadi penyebab dari kaitan ini.

Susu rendah lemak belum tentu lebih sehat

Meski belum diketahui apa yang menjadi alasan di balik peningkatan risiko penyakit Parkinson dari kebanyakan minum susu rendah lemak, susu alternatif diet ini memang belum tentu lebih sehat daripada susu biasa. Pasalnya, kandungan lemak hewani asli dalam susu rendah lemak akan diganti oleh produsen dengan lemak yang berasal dari tumbuhan, yang pada dasarnya berjenis lemak tidak jenuh.

Proses pengolahan susu kemudian akan menyebabkan lemak nabati terhidrogenasi. Proses hidrogenasi mengakibatkan berubahnya lemak nabati yang ada di dalam makanan menjadi lemak trans yang sangat berbahaya jika masuk ke dalam tubuh. Seperti yang diketahui, lemak trans dapat meningkatkan kolesterol dan risiko penyakit jantung. Oleh karena itu, makanan berlabel low-fat tidak selalu rendah lemak.

Tak perlu sampai pantang minum susu rendah lemak

Tidak apa untuk mengonsumsi susu rendah lemak untuk alternatif susu full-cream asal masih dalam batas wajar. Dokter Kathleen Shannon, kepala departemen neurologi Universitas Wisconsin mengatakan, bahwa hasil yang ditemukan oleh penelitian di atas terkait risiko penyakit Parkinson tidak berdampak terlalu besar secara keseluruhan. “Peningkatan risikonya hanya sekitar 30 persen, dan bukan peningkatan sebesar dua kali lipat,” ungkapnya.

Hal serupa pun dikatakan oleh James Beck, PhD, dokter kepala bagian ilmiah yayasan penyakit Parkinson di Amerika. Beck berujar bahwa peningkatan risiko itu masih terbilang cukup kecil dan bukan sesuatu yang mengharuskan seseorang untuk berhenti minum susu rendah lemak sama sekali.

Kepala penelitian penyakit Parkinson di Inggris, Claire Bale, berpendapat bahwa meskipun hasil studi ini mengejutkan, individu tidak boleh mengubah diet mereka hanya karena ketakutan duluan membaca hasil penelitian ini. “Manfaat kalsium, vitamin D, dan protein di dalam susu tetap lebih besar dibandingkan potensi bahaya atau peningkatan risiko untuk terkena penyakit Parkinson,” tangkisnya.

Memang benar bahwa segala sesuatu yang berlebihan itu akan tidak baik bagi diri sendiri. Maka, batasilah konsumsi susu rendah lemak sewajarnya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Gejala Alergi Dingin Ringan Hingga Berat yang Wajib Anda Kenali

Kulit mendadak memerah, hidung meler, dan bersin-bersin di ruangan ber-AC? Ini mungkin pertanda gejala alergi dingin. Simak ciri-ciri alergi dingin lainnya.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Alergi, Penyakit Alergi Lainnya 21 September 2020 . Waktu baca 6 menit

Meski “Wangi”, Hobi Menghirup Aroma Spidol Bisa Membahayakan Kesehatan

Aroma menyengat spidol mungkin menjadi daya tarik tersendiri bagi sebagian orang. Padahal, kebiasaan mencium spidol menyimpan segudang bahaya untuk tubuh.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Tips Sehat 21 September 2020 . Waktu baca 3 menit

Jenis Makanan Sehat untuk Membantu Menyembuhkan Kanker Otak

Beberapa jenis makanan dapat membantu menyembuhkan kanker otak, ataupun meringankan gejala yang timbul. Berikut daftar makanan yang disarankan.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kanker, Kanker Otak 16 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Mengapa Ada Orang yang Nyetrum Ketika Disentuh?

Pernah merasa seperti tersengat listrik saat bersentuhan dengan orang lain? Ini dia penjelasan kenapa orang tertentu nyetrum ketika disentuh.

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 15 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Psoriasis kulit kepala

Psoriasis pada Kulit Kepala

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 28 September 2020 . Waktu baca 7 menit

10 Makanan Lezat yang Mengandung Protein Tinggi

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 28 September 2020 . Waktu baca 3 menit
terapi urine minum air kencing

Terapi Urine dengan Minum Air Kencing, Benarkah Efektif?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 23 September 2020 . Waktu baca 8 menit
beras merah lebih sehat

Ini Alasannya Kenapa Nasi Merah Jauh Lebih Sehat dari Nasi Putih

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 22 September 2020 . Waktu baca 4 menit