Pertolongan Pertama Saat Seseorang Sulit Bernapas

Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 25/09/2017
Bagikan sekarang

Sulit bernapas bisa terjadi karena berbagai hal, misalnya kekurangan oksigen atau perubahan tekanan udara. Sulit bernapas merupakan salah satu gangguan pada fungsi sistem pernapasan. Hal ini biasanya terjadi karena seseorang mengalami serangan asma. Namun ada juga hal lain yang menyebabkan Anda sulit bernapas. Lalu apa saja yang dapat menyebabkan terjadinya sulit bernapas? Bagaimana cara melakukan pertolongan pertama pada orang yang tidak bisa bernapas? 

Sulit bernapas selain serangan asma

Hal-hal yang mungkin mengakibatkan terhentinya fungsi pernapasan bisa terjadi karena tenggelam dalam air, tersengat arus listrik (kesetrum), kebanyakan menghirup asap yang mengandung karbon monoksida, terkena bahan-bahan kimia, terjatuh dengan keras, serangan panik, serangan cemas, dan sebagainya. 

Pertolongan pertama pada orang yang tidak bisa bernapas

1. Periksa saluran pernapasannya

Memeriksa dan memastikan bahwa saluran pernapasannya tidak tersumbat sesuatu. Untuk mengetahuinya, buka mulut orang yang mengalami kesulitan bernapas untuk dilihat apakah ada sesuatu yang lain dalam mulut atau tenggorokannya  yang dapat menghambat pernapasannya.

2. Periksa hembusan udara di saluran pernapasannya

Perhatikan dada orang yang mengalami sulit bernapas, apakah masih mengembang dan mengempis atau tidak. Selain itu, periksa hembusan udara yang ada di hidung dan mulut dengan menggunakan jari. Ini dilakukan untuk mengetahui tiupan napas, masih ada atau tidak. Periksa juga denyut nadi pada pergelangan tangannya.

3. Berikan bantuan pernapasan

Jika seseorang tidak dapat bernapas karena tenggelam, terkena arus listrik, terkena asap dan bahan kimia atau karena sebab yang lain namun jantungnya masih berdetak dan berdenyut, maka lakukan bantuan pernapasan dari mulut ke mulut.

Namun, kalau seseorang tidak bisa bernapas karena sengatan arus listrik, sebelum menyentuh dan melakukan upaya napas buatan dari mulut ke mulut, pastikan dahulu bahwa kontak orang yang mengalami sulit bernapas dengan sumber arus listrik telah diputuskan.

4. Pindahkan ke ruang terbuka yang sirkulasi udaranya baik

Jika di sekitar orang yang kesulitan bernapas terdapat gas dan uap, maka sebaiknya pindahkan korban ke tempat yang terbuka dan terdapat udara bebas serta segar. Jangan mengerumuni orang yang tidak bisa bernapas karena hal tersebut akan menghambat sirkulasi udara di sekitarnya. 

Jika Anda menemukan seseorang yang pingsan akibat tidak bisa bernapas, jangan panik dan segera cari bantuan medis. Kemudian, berikan napas buatan. 

5. Periksa denyut nadinya

Jika mendapati seseorang pingsan karena hal-hal yang sudah disebut di atas, periksa apakah nadi masih berdenyut. Bila tidak ada denyut, berikan resusitasi jantung paru. Bila masih ada denyut, namun tidak bernapas, maka berikan napas buatan saja tanpa pijat jantung. 

6. Bantu orang yang kena serangan cemas atau serangan panik untuk menarik napas dalam

Caranya, bawa orang yang kena serangan cemas atau serangan panik ke tempat yang sepi dan punya sirkulasi udara yang baik. Kemudian, pandu orang tersebut untuk bernapas perlahan-lahan, misalnya dengan menghitung satu sampai sepuluh pelan-pelan.

Usahakan untuk tidak memberikan instruksi yang terlalu berbelit atau panjang lebar. Bicaralah dengan kalimat yang sederhana dan dengan nada suara yang tenang.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

4 Resep Membuat Bakwan di Rumah yang Enak Tapi Sehat

Bakwan―gorengan khas Indonesia ini memang enak dan gurih. Walaupun digoreng, Anda bisa membuat bakwan lebih sehat. Simak resep membuat bakwan sehat berikut.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Nutrisi, Hidup Sehat 28/05/2020

Berbagai Manfaat Daun Kale, Si Hijau yang Kaya Zat Gizi

Tak heran jika kale kini naik daun di kalangan para pecinta kesehatan. Sayuran hijau ini mengandung segudang manfaat, termasuk untuk kanker payudara.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Nutrisi, Hidup Sehat 28/05/2020

Cara Diet Turun Berat Badan yang Aman Tanpa Bahayakan Kesehatan

Mau punya berat badan ideal? Diet sehat jawabannya. Namun, agar diet yang Anda lakukan tidak sia-sia, simak dulu panduan lengkap berikut ini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari

Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

Stres dan depresi tidak sama, keduanya memiliki perbedaan mendasar. Maka jika penanganannya keliru, depresi bisa berakibat fatal. Cari tahu, yuk!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri

Direkomendasikan untuk Anda

makan di luar rumah saat pandemi

Amankah Makan di Luar Rumah di Tengah Pandemi?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 02/06/2020
sakit tangan main hp

Mengatasi Sakit Tangan Akibat Terlalu Sering Main HP

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dipublikasikan tanggal: 01/06/2020
warna rambut

Warna Rambut Sesuai Karakteristik Diri, yang Manakah Anda?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020
gerimis bikin sakit

Benarkah Gerimis Lebih Bikin Sakit Daripada Hujan?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020