Vagina Berdarah Setelah Berhubungan Seksual: Bahaya atau Tidak?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 4 Juni 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Ada banyak alasan yang menyebabkan wanita mengalami pendarahan setelah berhubungan seksual. Dalam dunia kesehatan kondisi ini disebut postocoital bleeding. Kenyataannya lebih dari 63 persen kasus vagina berdarah pada perempuan disebabkan karena pertama kali berhubungan seksual, akibat gesekan penetrasi (penis masuk ke dalam vagina) yang menyebabkan luka atau lecet, vagina kering, dan lain sebagainya. 

Jika Anda mengalami pendarahan ringan setelah hubungan seksual, hal tersebut tidak perlu terlalu dikhawatirkan. Namun jika Anda memiliki faktor risiko tertentu atau telah memasuki masa menopause, vagina yang berdarah setelah hubungan seksual baiknya segera diperiksakan ke dokter untuk diagnosis lebih lanjut.

Apa penyebab vagina berdarah setelah berhubungan seksual?

Pendarahan yang terjadi pasca melakukan hubungan seksual umumnya disebabkan oleh dua hal, yaitu masalah pada serviks atau leher rahim, dan pendarahan pada lapisan dalam rahim atau endometrium.

Pendarahan yang terjadi pada wanita muda yang belum mengalami masa monopause umumnya terkait masalah pada serviks. Sedangkan pendarahan yang terjadi pada wanita yang monopause bersumber dari beragam masalah misalnya, serviks, rahim, labia (bibir vagina) ataupun saluran kantung kemih.

Peradangan pada leher rahim setelah melakukan hubungan seksual dapat menyebabkan pendarahan. Kondisi ini disebut dengan erosi serviks, umum terjadi pada wanita muda, wanita hamil, dan mereka yang memakai pil KB. Kebanyakan pendarahan berasal dari vagina yang dapat menyebabkan turunnya kadar hemoglobin dalam darah, kepala pusing, tekanan darah menurun, dan denyut nadi meningkat.

Selain itu penyebab lain pendarahan setelah berhubungan seksual adalah:

  • Gesekan yang ditimbulkan saat berhubungan seksual
  • Luka pada genital diakibatkan oleh penyakit menular seksual, seperti herpes genital dan sipilis
  • Vagina kering karena kurangnya cairan lubrikasi
  • Pendarahan normal pada rahim, hal ini dapat terjadi ada awal atau akhir masa menstruasi
  • Trauma akibat kekerasan seksual

Siapa saja yang rentan mengalami pendarahan setelah berhubungan seksual?

Anda bisa saja rentan mengalami risiko pendarahan setelah berhubungan seksual jika:

  • Mengidap kanker rahim
  • Sedang memasuki fase perimenopause, menopause, ataupun postmenopause
  • Baru saja melahirkan atau sedang menyusui
  • Melakukan seks dengan lebih dari satu orang tanpa menggunakan alat kontrasepsi
  • Tidak sepenuhnya terangsang saat berhubungan seksual
  • Sering melakukan douching atau cuci vagina dengan produk pembersih wanita

Bagaimana cara mengatasi vagina berdarah setelah berhubungan seksual?

Untuk mengatasi pendarahan, harus diketahui terdahulu penyebab pastinya dari pendarahan tersebut. Semakin dini melakukan pemeriksaan, semakin dini pula terapi bisa dilakukan sehingga memungkinkan untuk cepat teratasi. Beberapa pemeriksaan yang bisa dilakukan untuk menangani pendarahan abnormal setelah berhubungan seksual yaitu:

Pemeriksaan USG

Untuk mengetahui di mana lokasi pendarahan serta penyebab pastinya, Anda bisa menjalani pemeriksaan USG. USG dapat dilakukan mulai dari kepala sampai ujung kaki untuk mengetahui semua kelainan yang terjadi pada seluruh bagian tubuh.

Pemeriksaan Pap Smear

Pemeriksaan Pap Smear secara teratur dapat mendeteksi secara dini terkait kelainan-kelainan yang terjadi pada organ reproduksi. Semua wanita yang sudah pernah melakukan hubungan seksual sangat dianjurkan untuk melakukan tes ini secara rutin, minimal setahun sekali.

Gunakan pelembab vagina

Jika perdarahan Anda disebabkan karena kekeringan vagina, Anda bisa menggunakan pelembab vagina. Pelembab vagina digunakan untuk meningkatkan kelembaban dan membantu mengembalikan keasaman alami vagina. Selain itu gunakan pelumas vagina untuk mengurangi gesekan tidak nyaman saat berhubungan seksual. Lebih baik selalu konsultasi terlebih dahulu kepada dokter untuk informasi dan tindakan yang lebih lanjut.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy

Yang juga perlu Anda baca

Ini Posisi Bercinta yang Tepat Agar Cepat Hamil

Banyak pasangan yang menganggap bahwa posisi bercinta mempengaruhi peluang kehamilan. Sebenarnya adakah posisi bercinta agar cepat hamil?

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Seks & Asmara 30 September 2020 . Waktu baca 4 menit

6 Alasan Seks Lebih Menyenangkan dengan Lampu Menyala

Bercinta dengan lampu yang redup sudah biasa. Pernahkah Anda membayangkan seks dengan lampu menyala? Sebelumnya, coba simak artikel berikut.

Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Seks & Asmara 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit

6 Tips Membantu Pasangan yang Malu Berhubungan Intim

Mau coba hal-hal baru di ranjang, tapi pasangan Anda malu berhubungan intim? Tenang, Anda bisa membangkitkan kehidupan seks Anda dengan beragam cara ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Seks & Asmara 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Memiliki Alergi Terhadap Sperma, Mitos atau Fakta?

Alergi sperma bukan sekadar mitos. Menurut penelitian ada 12% wanita di dunia ini yang mengalami kondisi ini. Apakah bisa disembuhkan?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Alergi, Penyakit Alergi Lainnya 21 September 2020 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

masalah seks pada pria

5 Masalah Seks yang Paling Mengganggu Pria (Plus Cara Mengatasinya)

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
cara mencapai multiorgasme

7 Cara Mencapai Multiorgasme Saat Seks (untuk Wanita)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit
uretritis non gonore

Uretritis Non-Gonore

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 8 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
uretritis gonore adalah

Uretritis Gonore

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 8 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit