Perihal seksualitas saat ini bukanlah lagi hal yang tabu untuk diperbincangkan. Belakangan ini bahkan muncul topik baru mengenai sex toy. Apakah Anda sudah menonton “Fifty Shade of Grey”? Ya, topik ini bahkan lebih banyak lagi didiskusikan setelah film tersebut resmi dirilis. Sex toy adalah alat bantu yang bisa dipakai dalam berhubungan seksual. Sex toy biasa digunakan untuk menciptakan hal yang berbeda antara Anda dengan pasangan. Namun, apakah penggunaan sex toy aman bagi kesehatan? Simak penjelasannya berikut ini agar Anda tetap sehat menggunakan sex toy.

Sex toy seperti apa yang aman bagi kesehatan?

Keamanan penggunaan sex toy bagi kesehatan bergantung dari bagaimana Anda memakainya dan merawatnya. Berikut beberapa hal yang seorang seksolog sarankan untuk Anda lakukan, guna menjaga keamanan penggunaan sex toy bagi kesehatan Anda:

  • Mengecek bahan-bahan pembuatnya, karena beberapa sex toy ditemukan terbuat dari phthalates, suatu bahan kimia berbahaya yang membuat plastik terasa lembut dan fleksibel. Bahan ini merupakan karsinogen bagi manusia. Sex toy yang terbuat dari bahan spons juga berisiko lebih besar untuk mengandung bakteri.
  • Mencium aromanya, karena sex toy dengan aroma menyengat, patut dicurigai dan diwaspadai berbahaya bagi kesehatan.
  • Menilai desainnya. Sex toy yang aman, seharusnya terasa lembut, tidak mudah rusak dan mudah untuk dibersihkan.
  • Mudah untuk dilepas. Hal ini ditujukan untuk mencegah insiden apabila sex toy yang Anda gunakan terselip atau sulit dicabut dari salah satu organ reproduksi Anda atau pasangan.

Tips aman menggunakan sex toys agar tak tertular penyakit kelamin

Guna terhindar dari penularan penyakit kelamin, berikut beberapa hal yang dapat Anda lakukan:

  • Gunakan bahan pembersih yang memang didesain untuk membersihkan sex toy, seperti air hangat dan sabun dengan kandungan yang ringan (mild soap).
  • Sebaiknya jangan berbagi sex toy Anda dengan orang lain bila Anda tidak dapat menjamin kebersihannya. Hal ini justru bisa menjadi sarana penularan penyakit menular seksual.
  • Sebaiknya jangan gunakan sex toy untuk seks anal dan seks oral seks secara berkelanjutan tanpa dibersihkan terlebih dulu.
  • Sebaiknya tetap gunakan kondom untuk menutupi sex toy yang melibatkan penetrasi seperti vibrator, serta ganti kondom tersebut dengan yang baru setiap kali Anda menggunakannya.
  • Jangan berbagi sex toy yang berpotensi melukai hingga ada darah. Jika terdapat luka kecil pada organ reproduksi Anda atau pasangan Anda, hal ini berpotensi untuk menularkan infeksi seperti hepatitis B, hepatitis C, dan HIV.

Selain itu, dalam membersihkan sex toy Anda usai digunakan, Anda juga perlu memperhatikan terbuat dari bahan apa sex toy Anda serta apakah terdapat bagian yang tak dapat dibersihkan pada sex toy Anda.

Sebaiknya, bersihkan sex toy Anda sesuai panduan yang ada. Sex toy dari produsen terpercaya biasanya menyertakan panduan cara membersihkan produknya pada kemasannya. Anda juga perlu untuk memeriksa sex toy Anda secara rutin untuk mengecek apakah terdapat kerusakan pada sex toy Anda. Hal ini dikarenakan sex toy yang rusak, berpotensi menjadi media yang nyaman untuk bakteri hidup. Segera konsultasikan pada dokter Anda bila Anda mencurigai sesuatu terjadi pada kesehatan reproduksi Anda.

BACA JUGA:

Yang juga perlu Anda baca