Bisakah Mengetahui Keperawanan Wanita Lewat Ciri Fisiknya?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/05/2020 . 6 menit baca
Bagikan sekarang

Indonesia sempat digemparkan dengan adanya uji keperawanan bagi calon anggota kepolisian dan angkatan bersenjata. Masyarakat memang masih sangat berpegang teguh pada prinsip bahwa seorang wanita yang belum menikah sudah seharusnya masih perawan. Tak hanya bagi calon anggota kepolisian dan angkatan bersenjata, bahkan orang-orang pada umumnya memiliki kecemasan dan kekhawatiran yang sangat besar akan keperawanan seseorang. Karena kecemasan berlebihan tersebut, berakarlah mitos bahwa keperawanan bisa diuji secara medis, yaitu melalui selaput dara.

Dari kepercayaan tersebut, muncul juga berbagai mitos lainnya seputar keperawanan. Masyarakat jadi begitu gencar mencari berbagai cara untuk membuktikan apakah seorang wanita masih perawan. Lalu bagaimana dengan keperawanan dalam pandangan sains? Apakah benar orang lain bisa menguji keperawanan seorang wanita berdasarkan ciri-ciri tertentu? Simak jawabannya berikut ini.

Apa itu keperawanan?

Keperawanan adalah konsep dan norma sosial, bukan kondisi medis. Oleh karena itu, makna keperawanan tentu berbeda-beda bagi setiap orang. Tidak ada definisi yang secara spesifik bisa menggambarkan apa itu keperawanan. Namun, secara umum seorang perawan adalah perempuan yang belum pernah berhubungan seksual dengan orang lain.

BACA JUGA: Hubungan Seks Pertama Kali: 6 Hal yang Wajib Anda Tahu

Arti dari berhubungan seksual sendiri bisa bermacam-macam. Ada yang menganggap bahwa hubungan seks terjadi jika ada penetrasi oleh penis pada vagina. Akan tetapi, ada juga yang percaya bahwa aktivitas seperti masturbasi, fingering (memasukkan jari ke dalam vagina untuk memberikan rangsangan seksual), dan petting (saling menggesekkan alat kelamin) juga termasuk hubungan seksual.

Karena makna keperawanan bersifat ambigu dan kontekstual, tidak ada seorang pun yang bisa menguji keperawanan seorang wanita. Keperawanan hanya bisa diketahui oleh Anda sendiri. Bahkan dokter atau tenaga kesehatan pun tidak bisa menentukan apakah seseorang masih perawan.

Mitos seputar tes keperawanan

Tidak ada tanda-tanda fisik yang bisa dilihat orang lain apakah seorang wanita pernah berhubungan seksual. Oleh karena itu, tak ada cara untuk menguji keperawanan seseorang. Namun, karena masyarakat begitu terobsesi dengan keperawanan, muncullah berbagai mitos seputar tes keperawanan.

Meski secara sepintas mungkin terdengar meyakinkan, tidak ada landasan ilmiah yang bisa membenarkan mitos-mitos tersebut. Anda pasti pernah mendengar soal mitos-mitos di bawah ini, kan?  

1. Selaput dara

Banyak orang percaya bahwa keperawanan bisa dilihat dari apakah selaput dara seseorang masih utuh. Inilah mengapa orang-orang yakin tes untuk menguji keperawanan mungkin dan perlu dilakukan. Padahal, selaput dara tidak bisa dijadikan tolak ukur keperawanan.

Selaput dara adalah lapisan tipis dan lentur yang melindungi bukaan vagina dari dalam. Lapisan ini bentuknya bermacam-macam. Kebanyakan selaput dara berlubang di bagian tengah. Hal ini memungkinkan keluarnya darah ketika menstruasi. Namun, ada juga wanita yang selaput daranya hanya memiliki lubang yang sangat kecil sehingga rentan sobek. Selaput dara ini bisa sobek kapan saja, misalnya ketika berolahraga, naik sepeda, berdansa, jatuh, berhubungan seks, dan banyak kemungkinan lainnya. Berhubungan seks bukanlah satu-satunya alasan selaput dara seorang wanita sobek.

Wanita yang sudah berhubungan seks mungkin saja selaput daranya masih utuh. Ini karena beberapa wanita memiliki selaput dara yang sangat kuat atau lubangnya cukup besar sehingga penis bisa masuk tanpa merobek lapisan tersebut. Tampon juga bisa masuk ke dalam vagina tanpa merusak selaput dara.

BACA JUGA: Selaput Dara Robek: Tak Semua Wanita Mengalaminya

Karena setiap wanita memiliki selaput dara yang sifat dan bentuknya berbeda-beda, tidak ada cara tertentu untuk menguji keperawanan wanita hanya dari melihat selaput daranya. Selaput dara yang sudah sobek biasanya ditandai dengan bekas kulit yang seperti pecah-pecah di sekitar bukaan vagina tanpa adanya selaput. Namun, sama seperti melukai permukaan kulit mana pun di sekujur tubuh Anda, selaput dara sobek sebelum berhubungan seks adalah hal yang wajar dan tidak perlu dikhawatirkan. Selaput dara yang sobek juga tidak berpengaruh apa pun pada kesehatan seseorang secara umum dan seksual.

2. Vagina berdarah

Mitos ini berakar dari kepercayaan yang serupa, yaitu keperawanan bisa diuji dengan melihat selaput dara. Salah satu gejala selaput dara sobek adalah perdarahan pada area vagina. Maka, orang-orang jadi percaya bahwa setiap wanita seharusnya mengalami perdarahan pada hubungan seks pertamanya.

Kenyataannya, selaput dara sobek tidak selalu menyebabkan perdarahan. Atau kadang perdarahan yang terjadi sangatlah ringan sehingga tidak disadari sama sekali. Ingat, beberapa wanita memiliki selaput dara yang sangat tipis sehingga kerusakannya tidak begitu parah sampai menimbulkan perdarahan. Sementara, ada yang selaput daranya tebal sehingga kerusakannya bisa menyebabkan perdarahan. Oleh sebab itu, tidak benar kalau orang yang masih perawan akan mengalami perdarahan ketika ia pertama kali berhubungan seks.

BACA JUGA: 9 Hal Tentang Seks yang Wanita Wajib Tahu

3. Gairah seksual wanita

Jika seorang wanita mengalami orgasme, vagina basah, atau bergairah ketika pertama kali berhubungan seks, bukan berarti ia sudah “berpengalaman” atau sudah pernah berhubungan seks sebelumnya. Mitos bahwa wanita yang bergairah atau mencapai orgasme pada kali pertama berhubungan seks sudah tidak perawan berangkat dari kepercayaan tradisional. Adalah hal yang tabu dalam masyarakat jika seorang wanita memiliki gairah seksual ketika masih perawan. Seorang wanita tidak seharusnya tahu atau menikmati seks layaknya laki-laki.

Hal ini tentu salah besar. Setiap orang, baik itu perempuan atau laki-laki, sama-sama memiliki kesadaran dan gairah seksual. Kesadaran seksual ini bisa dimulai pada usia berapa pun. Ada yang kesadaran seksualnya muncul ketika masa puber, tetapi ada juga yang baru muncul di usia dewasa. Bahkan beberapa orang sudah memiliki gairah seksual di usia sekolah dasar.

Memiliki pengetahuan seksual yang luas juga tidak berarti seseorang sudah tidak perawan. Namun, selama ini masyarakat memang sering keliru dan memberi cap negatif pada wanita yang tidak menutup-nutupi seksualitasnya. Jadi, jangan sampai Anda juga keliru dan menganggap gairah seksual wanita adalah hal yang patut ditutup-tutupi karena bisa dipakai untuk menguji keperawanannya. Hanya wanita itu sendirilah yang bisa memaknai dan memastikan keperawanannya.

BACA JUGA: Panduan Lengkap Seputar Anatomi Vagina

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

10 Makanan Terbaik untuk Anda yang Cepat Lapar

Anda sering merasa lapar atau ingin mengunyah sesuatu meski sudah makan? Sudah saatnya mencoba menu makanan berikut ini agar Anda tidak cepat lapar.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Nutrisi, Hidup Sehat 21/06/2020 . 5 menit baca

9 Makanan yang Ampuh Mengusir Perut Kembung

Perut kembung atau begah pasti sangat mengganggu. Untuk segera meredakan rasa tidak nyaman, siapkan berbagai makanan berikut untuk mengusir perut kembung.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Tips Sehat 20/06/2020 . 6 menit baca

Keluar dari Lubang Hitam Anda Lewat Psikoterapi

Sedang mengalami masa sulit yang seakan mengisap energi dan pikiran Anda ke dalam lubang hitam? Psikoterapi bisa membantu Anda mencari solusinya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Psikologi 20/06/2020 . 5 menit baca

Begini Alasan Adanya Mata Plus pada Anak

Mata plus sering dikenal sebagai penyakit orang tua. Padahal banyak juga kasus mata plus pada anak. Baca terus dan pelajari berbagai penyebab dan gejalanya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Mata, Hidup Sehat 20/06/2020 . 5 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

kacang almond

Khasiat Mujarab Kacang Almond untuk Penderita Hipertensi

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . 5 menit baca
menjaga kebersihan diri

Apakah Anda Termasuk Orang yang Cukup Bersih? Cek Dulu di Sini!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 22/06/2020 . 5 menit baca
apa itu kolesterol

7 Hal yang Paling Sering Ditanyakan Tentang Kolesterol

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 22/06/2020 . 5 menit baca
mual karena gugup

Kenapa Kita Merasa Mual Saat Sedang Gugup?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 21/06/2020 . 6 menit baca