Ini Akibatnya Jika Anda Sibuk Main HP Saat Berduaan Dengan Pasangan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Januari 2018 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Perselisihan besar antara pasangan pada zaman dahulu mungkin disebabkan karena uang, seks, atau anak-anak. Namun, tampaknya zaman sekarang handphone (HP) bisa menggeser ketiga hal itu. Ya, HP memang telah menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan ada yang beranggapan HP itu lebih penting dari dompet. Meskipun HP memang penting untuk berkomunikasi, main HP secara berlebihan bisa merusak hubungan asmara Anda dengan pasangan, lho.

Apa efek main HP bagi hubungan asmara?

Dilansir dalam laman Psychology Today, Brigham Young University melakukan penelitian untuk melihat bagaimana teknologi bisa mengganggu relasi Anda dengan orang lain. Ada 143 wanita yang dilibatkan menjadi responden dalam penelitian ini.

Hasilnya menyatakan bahwa terlalu eratnya hubungan manusia dengan perangkat teknologi berkaitan dengan konflik yang lebih serius, dan kepuasan hubungan dengan pasangan menjadi lebih rendah. Bahkan lebih jauh lagi, hubungan manusia dengan perangkat teknologi bisa mengganggu kesehatan psikologis.

Penelitian lain juga menunjukan hasil yang sejalan. Penelitian oleh Profesor James Robert Ph.D. beserta rekan-rekannya ini dimuat dalam Computers in Human Behavior tahun 2016.

Profesor James dan rekan-rekannya melibatkan 453 orang dewasa di Amerika Serikat (AS) untuk melihat partner phubbing (Pphubbing) terhadap hubungan bersama pasangan. Pphubbing di sini adalah respon sejauh mana seseorang akan teralihkan perhatiannya dengan ponsel ketika sedang bersama dengan pasangan.

Hasilnya menyatakan bahwa semakin tinggi tingkat pphubbing seorang pasangan, maka kepuasan suatu hubungan yang terjalin akan semakin menurun.

Roberts menyatakan, kepuasan hubungan yang rendah akan berdampak selanjutnya pada tingkat kepuasan hidup yang rendah. Jangan salah, pada akhirnya tingkat kepuasan hidup yang rendah akan meningkatkan tingkat depresi yang lebih parah.

Dari kedua penelitian itu, bisa disimpulkan bahwa terlalu fokus main HP saat Anda bersama pasangan bisa mengurangi kualitas hubungan Anda. Padahal, momen bersama pasangan seharusnya menjadi momen yang menyenangkan dan memuaskan hati.

Mengapa penggunaan HP terlalu sering bisa merusak hubungan asmara Anda?

Coba Anda bayangkan saat Anda sedang bersama pasangan. Pasangan Anda lalu lebih memilih fokus di depan layar HP-nya dibandingkan mendengarkan Anda. Secara psikologis, kondisi ini menggambarkan sebuah penolakan.

Sekecil apapun bentuk penolakan yang diterima oleh manusia, respon pada otak akan sama bentuknya saat seseorang sedang mengalami kesakitan secara fisik.

Bentuk penolakan bisa menurunkan mood, membuat orang merasa tidak dihargai, menimbulkan rasa kemarahan maupun kebencian. Jika ini terjadi terus menerus, tidak heran jika kualitas hubungan Anda dengan pasangan akan semakin menurun.

Ubah kebiasaan-kebiasaan tidak baik ini!

  • Selalu berusaha meletakkan HP di tempat yang mudah dilihat dengan jelas saat sedang bersama pasangan, misalnya di meja makan.
  • Selalu memegang HP di genggaman tangan saat bersama pasangan.
  • Selalu melirik ke layar HP saat berbicara dengan pasangan.
  • Jika sedang ada jeda dalam percakapan, biasanya langsung memeriksa HP sesegera mungkin.

Bagaimana cara mengurangi penggunaan HP saat bersama pasangan?

Tempatkan HP Anda di suatu tempat yang cukup jauh dari jangkauan Anda, misalnya di dalam tas, jangan di kantong luar tas. Jika Anda perlu memeriksa sesuatu atau membalas pesan penting di HP Anda, berikan penjelasan pada pasangan Anda dulu, baru kemudian periksa HP Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Berapa Lama Telat Datang Bulan Dapat Menjadi Pertanda Kehamilan?

Telat haid memang bisa jadi ciri hamil, tapi bisa juga tidak. Jadi berapa lama sejak telat datang bulan bisa menjadi pertanda kehamilan. Cek di sini ya!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Hidup Sehat, Seks & Asmara 14 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Dari Mana Datangnya Intuisi? Dan Kenapa Harus Kita Turuti?

Setiap orang memiliki intuisi, sebagian mempercayai intuisinya dan sebagian lagi tidak. Sebenarnya, apa itu intuisi? Dan kenapa kita perlu mengikutinya?

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Fakta Unik 13 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Mana yang Lebih Sehat Buat Payudara: Bra Biasa Atau Berkawat?

Saat memilih bra, Anda mungkin bimbang antara bra kawat atau bra biasa tanpa kawat. Yuk, simak pertimbangan dari para ahli berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Begini Trik Mudah untuk Mengurangi Konsumsi Gula

Mengurangi gula tak semudah berhenti minum teh pakai gula atau menghindari makan cake. Ada banyak makanan sehari-hari yang ternyata mengandung gula tinggi.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Hidup Sehat, Tips Sehat 12 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

vaksin MMR

Vaksin MMR: Manfaat, Jadwal, dan Efek Samping

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 9 menit
efek samping imunisasi

Mengenal Berbagai Efek Samping Imunisasi: Bahaya Atau Tidak?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 12 menit
obat sakit gigi

Pilihan Obat Sakit Gigi Antibiotik dan Apotek yang Ampuh untuk Anda

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 13 menit
alergi binatang kucing dan anjing

Alergi Binatang Kucing dan Anjing: Penyebab dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 15 Oktober 2020 . Waktu baca 8 menit