5 Penyebab Utama Pasutri Jarang Berhubungan Intim

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 November 2017 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Tidak selamanya jarang berhubungan intim menandakan bahwa ada masalah serius yang mengintai rumah tangga Anda. Seringnya, kurangnya frekuensi berhubungan intim dalam rumah tangga digantikan oleh rasa cinta dan kasih sayang yang mantap. Tentu ini adalah hal yang baik, dan harus terus dipertahankan.

Tapi tak berarti Anda harus cepat puas dengan musim paceklik di kamar tidur Anda. Lagipula, beragam studi melaporkan bahwa pasangan suami-istri yang setidaknya berhubungan intim seminggu sekali menunjukkan kepuasan berumah tangga yang paling maksimal.

Jika Anda berdua semakin jarang berhubungan intim, bahkan hampir tidak sama sekali, mungkin ada faktor lain yang bermain.

Mengapa pasangan suami istri jarang berhubungan intim?

Berikut adalah lima alasan paling umum yang dapat mematikan gairah suami-istri untuk berhubungan intim — dan bagaimana cara mengatasinya.

1. Terlalu capek

Bangun tidur, antar anak sekolah, kejebak macet, meeting sana-sini, pulang, urus rumah dan anak — membayangkannya saja sudah bikin capek duluan. Dan saat tiba waktunya tidur, seks adalah hal terakhir yang Anda pikirkan (dan inginkan) saat ini.

Sejumlah pemicu stres fisik dan mental ini dapat menyebabkan penurunan respon hormon yang memengaruhi gairah seks Anda berdua. Sehingga pada akhirnya, bayangan untuk berhubungan intim sekalipun dapat terasa seperti kerja rodi. Solusinya? Coba berhubungan intim di pagi hari, ujar Philip A. Rutter, PhD., psikolog asal Philadelphia, dilansir dari Everyday Health. Psstt… berkumur dulu, ya!

2. Terjebak rutinitas

Wajar-wajar saja untuk Anda dan pasangan untuk mengalami kebosanan antar satu sama lain, terutama jika Anda berdua sudah tahunan hidup bersama. Jika Anda tak lagi merasa si dia menggairahkan Anda seperti yang dulu-dulu, mungkin ini karena Anda berdua terjebak dalam rutinitas seks yang itu-itu saja.

Ubah kebiasaan berhubungan intim yang basi dan kobarkan kembali gairah bercinta dengan mempertimbangkan melakukan hal-hal baru, seperti mencoba mainan seks, roleplay BDSM atau fetish seks lainnya, atau hanya sekadar berganti posisi baru.

3. Terhipnotis gadget canggih

Ayo ngaku, siapa dari Anda yang terus-menerus menatap layar ponsel pintar Anda sebelum tidur, entah itu untuk cek email kerjaan, cek skor pertandingan bola, atau kepo-in timeline FB atau Twitter? Jika teknologi menjajah keintiman kamar tidur Anda setiap malam, ini dapat memicu sesi bercinta jadi semakin jarang.

Tidak hanya akan sulit bagi salah satu pasangan untuk memulai foreplay demi menuju acara utama sementara yang lain terganggu oleh teks dari bos atau sinetron di TV, tetapi teknologi juga menggantikan saat-saat intim. Jika Anda ingin terus bercinta, ubah suasana kamar tidur Anda hanya untuk dua tujuan — tidur dan seks.

4. Ada duri dalam rumah tangga

Pertengkaran kecil sekalipun dapat menghapus kemungkinan berhubungan intim. Jadi, beri tahu pasangan Anda tentang apa yang sedang mengganggu Anda sebelum berduaan nanti malam.

5. Cuek soal penampilan

Penampilan di rumah yang kelewat santai — cuma pakai daster, celana pendek, rambut acak-acakan — dapat mengancam kehidupan seks Anda dan pasangan. Ketika wanita dan pria tidak all out menampilkan versi terbaik dirinya, gairah seks bisa ikut menurun. Bahkan, sebuah survei terbaru menemukan bahwa setengah dari perempuan membiarkan rasa minder tentang berat badan dan penampilan mereka terus mengikuti hingga ke kamar tidur, dan beberapa dari mereka bahkan sampai memilih menghindar untuk berhubungan seks sama sekali.

Apa yang dapat Anda lakukan tentang ini? Jika pasangan Anda merasa down dan terlihat tidak bahagia, berikanlah puja-puji. Misalnya, bisikkan padanya apa yang Anda pikir merupakan bagian tubuhnya yang paling paling seksi (bahkan jika itu hanya sekadar tahi lalat di pipi). Jika Anda adalah si penerima pujian, tak apa sesekali membiarkan diri untuk dibanjiri kata-kata manis — dan biarkan itu mengubah pola pikir Anda dalam menilai diri sendiri.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Cara Membersihkan Badan Bayi dari Kepala, Tali Pusat, Sampai Organ Intim

Kebanyakan orangtua baru bingung bagaimana cara membersihkan badan bayi. Berikut panduannya, mulai dari kepala, tali pusat, sampai organ intim si kecil.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 5 Oktober 2020 . Waktu baca 11 menit

Apa Penyebab Anak dan Tantrum dan Bagaimana Cara Mengatasinya?

Tantrum pada anak bisa terjadi kapan pun di manapun, termasuk di tempat umum. Berikut cara untuk mengatasi dan mencegahnya di kemudian hari,

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Anak 1-5 Tahun, Parenting, Perkembangan Balita 2 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit

Tanda yang Muncul Jika Anak Anda Jadi Korban Bullying

Bullying bisa terjadi pada siapa saja termasuk anak Anda. Kenali tanda saat anak menjadi korban bullying dalam ulasan berikut.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Remaja, Kesehatan Mental Remaja, Parenting 1 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit

Ini Posisi Bercinta yang Tepat Agar Cepat Hamil

Banyak pasangan yang menganggap bahwa posisi bercinta mempengaruhi peluang kehamilan. Sebenarnya adakah posisi bercinta agar cepat hamil?

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Seks & Asmara 30 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

masalah seks pada pria

5 Masalah Seks yang Paling Mengganggu Pria (Plus Cara Mengatasinya)

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
cara mencapai multiorgasme

7 Cara Mencapai Multiorgasme Saat Seks (untuk Wanita)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit
uretritis non gonore

Uretritis Non-Gonore

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 8 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
uretritis gonore adalah

Uretritis Gonore

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 8 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit