Kenapa Orgasme Wanita Berbeda Dengan Orgasme Pria?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/10/2017 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Mengapa orgasme wanita bisa terasa begitu dashyat hingga terkadang membuat kita kewalahan? Mengapa banyak wanita bisa mengalami orgasme berulang kali, sedangkan yang lainnya bahkan tidak pernah merasakan orgasme sama sekali? Apakah G-spot memang benar ada? Sejumlah pertanyaan ini adalah sedikit di antara sekian banyak misteri cara kerja tubuh manusia.

Dilansir dari BBC, Barry Komisaruk, seorang kepala peneliti dari Rutgers University New Jersey, menyelidiki apakah perbedaan kerja otak dapat menjelaskan mengapa pria dan wanita mengalami seks begitu berbeda.

Yang terjadi selama orgasme wanita

Ternyata, terlepas dari keberagaman pengalaman seksual mereka, baik pria dan wanita menunjukkan kurang lebih aktivitas otak yang sama selama orgasme. Yang Komisaruk dapatkan dari penelitian tersebut adalah, hasil pindai MRI dari kedua otak tersebut terlihat menyala terang saat mengalami orgasme.

Orgasme wanita terjadi sebagai hasil dari darah yang mengalir deras ke vagina dan klitoris Anda. Pada saat ini, dinding vagina Anda mulai memproduksi pelumas yang lama kelamaan akan mengalir keluar. Dengan rangsangan yang semakin kuat, darah akan terus mengalir hingga ke panggul, pernapasan Anda semakin cepat, detak jantung meningkat, puting menjadi keras, dan bagian bawah vagina Anda menyempit untuk menggenggam penis sementara bagian atasnya membesar untuk memberi jalur masuk bagi penis.

Saat tensi memuncak, saraf dan otot genital, panggul, bokong, dan paha menegang — sampai tubuh Anda secara tidak sadar menyerah dari semua stimulasi berkelanjutan ini, alias orgasme.

Namun, wanita bisa berkali-kali orgasme, pria tidak

Ada beberapa saraf yang memainkan peran penting selama terjadinya orgasme wanita. Salah satunya adalah nucleus accumbens, suatu wilayah otak yang berhubungan dengan kenikmatan dan penghargaan melalui pelepasan transmitter, yang disebut endorfin.

Lanjutnya, ini mungkin salah satu faktor mengapa orgasme bisa terasa melelahkan. Saat semua saraf otak dirangsang secara bersamaan, hal ini dapat mengaburkan perbedaan antara masing-masing fungsi saraf. Saat klimaks, area di belakang mata (lateral orbitofrontal cortex), dinonaktifkan. Area ini bertanggung jawab terhadap kontrol perilaku dan alasan. Ini mungkin sebabnya mengapa Anda tidak bisa fokus pada hal lain.

Orgasme wanita berlangsung saat rahim, vagina, dan anus menegang secara bersamaan dengan jarak waktu hanya 0,8 detik. Orgasme kecil mungkin terdiri dari 3-5 kontraksi; sedangkan klimaks yang hebat tercatat hingga 10-15 kali kontraksi.

Penelitian Komisaruk menemukan bahwa sejumlah wilayah otak pria menjadi tidak responsif lagi untuk kembali menerima rangsangan sensorik pada alat kelaminnya segera setelah pulih dari orgasme. Sehingga, setelah orgasme satu kali, pria membutuhkan waktu cukup lama untuk mengalami orgasme selanjutnya. Bedanya, otak wanita bisa terus menyala, sehingga wanita bisa mengalami orgasme berulang kali dalam satu waktu.

Hanya 25% wanita yang bisa orgasme saat berhubungan seks

Walaupun begitu, sejumlah studi melaporkan bahwa hanya sekitar 25 persen wanita yang bisa mencapai klimaks saat berhubungan seks dengan pasangannya. Yang lain, entah mereka mencapai klimaks tapi tidak menyadarinya, atau tidak pernah mengalami orgasme sama sekali.

Kebalikannya, lebih dari 90 persen pria selalu mencapai orgasme setiap kali berhubungan seks — selama mereka bisa ereksi, beberapa menit rangsangan seksual akan berujung pada ejakulasi.

Penelitian Rachel Pauls, seorang uroginekologis di Ohio, menyelidiki ukuran dan lokasi klitoris dan apakah dapat mempengaruhi kemudahan mereka mencapai orgasme saat berhubungan seks penetratif. Temuan hasil pindai MRI klitoris dari 30 partisipan wanita menyatakan bahwa semakin kecil ukuran dan semakin jauh jarak klitoris dari vagina, akan semakin sulit bagi wanita untuk mencapai orgasme.

Kesulitan orgasme wanita tidak hanya datang dari faktor internal saja. Saat klimaks, tubuh Anda biasanya akan kembali turun ke keadaan tenang dan rileks, namun tidak selalu. Layaknya pria, wanita bisa mengalami panggul yang terasa berat dan sakit jika mereka tidak mencapai orgasme.

Orgasme pada wanita bisa dicapai lewat berbagai cara — klitoral, vaginal, kombinasi keduanya, atau dari stimulasi soft spot area tubuh lainnya — namun satu kali orgasme dirasa tidak cukup untuk meringankan tensi seksual yang mereka rasakan. Wanita pada umumnya tidak mendapatkan cukup stimulasi klitoris yang berlanjut. Inilah sebab mengapa foreplay memainkan peran penting dalam kehidupan seks Anda dan pasangan. Untuk Anda bisa mencapai orgasme yang diinginkan, rileksasi adalah salah satu cara untuk melepas tensi seksual — yang bisa diatasi dengan foreplay.

Kenapa banyak wanita yang memalsukan orgasme mereka?

Bagi kebanyakan wanita, rata-rata dibutuhkan 20 menit untuk bisa mencapai satu kali orgasme dan berlangsung hanya sekitar 20 detik. Pada pria, puncak orgasme bisa dirasakan setelah 2-10 menit setelah seks. Di kebanyakan kasus, seorang wanita akan mencapai orgasme dan pasangan seks mereka menyadari tanda-tanda tersebut, lalu entah ia orgasme lebih dulu atau mengubah apa yang sedang ia lakukan. Akibatnya, banyak dari mereka yang memalsukan orgasme untuk memuaskan partner seks mereka.

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Jenis Pekerjaan Ini Bisa Menurunkan Gairah Seksual

    Anda tidak lagi bergairah saat melakukan hubungan seksual? Mungkin pekerjaan jadi faktornya. Berikut ini pekerjaan yang bisa menurunkan gairah seksual.

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Ihda Fadila
    Hidup Sehat, Seks & Asmara 10/03/2020 . Waktu baca 3 menit

    Benarkah Berpikiran Mesum Bisa Bikin Hidung Mimisan?

    Dalam film anime Jepang, tokoh yang sedang terangsang akibat berpikiran mesum bisa tiba-tiba mimisan. Namun, bisakah ini terjadi dalam kehidupan nyata?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Hidup Sehat, Seks & Asmara 05/01/2020 . Waktu baca 3 menit

    Penyebab Pasangan Hilang Gairah Seksual dan Cara Mengatasinya

    Tiba-tiba gairah seksual hilang? Tidak perlu panik saat mengalaminya. Terdapat penjelasan ilmiah mengenai penyebab sekaligus cara mengatasinya.

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Roby Rizki
    Hidup Sehat, Seks & Asmara 02/01/2020 . Waktu baca 4 menit

    4 Hal yang Mesti Dilakukan Agar Hubungan Tetap Mesra Meski Pasangan Sibuk Bekerja

    Sering kesal karena pasangan sibuk kerja dan sering lupa ada Anda dan anak di rumah? Ada beberapa cara agar suami bisa lebih perhatian.

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Riska Herliafifah
    Hidup Sehat, Seks & Asmara 22/12/2019 . Waktu baca 3 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    sumber stres dalam pernikahan

    6 Sumber Stres Utama dalam Pernikahan

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 19/06/2020 . Waktu baca 5 menit
    Perubahan gairah seksual pasangan paruh baya

    4 Perubahan Gairah Seksual yang Terjadi di Usia Paruh Baya

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Fidhia Kemala
    Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020 . Waktu baca 4 menit
    pria mendeteksi wanita terangsang

    Studi: Pria Dapat Mendeteksi Wanita yang Sedang Terangsang Lewat Bau

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Dipublikasikan tanggal: 10/05/2020 . Waktu baca 4 menit
    seks rutin mencegah lansia

    Hubungan Seks Secara Rutin Bisa Mencegah Pikun, Benarkah?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Diah Ayu
    Dipublikasikan tanggal: 15/04/2020 . Waktu baca 5 menit