Cara Halus Menolak Fantasi Seksual Pasangan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 02/02/2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Amatlah wajar apabila setiap orang, baik laki-laki maupun perempuan, memiliki fantasi seksual. Dalam kehidupan seksualitas, memiliki fantasi seksual terhadap pasangan sendiri dapat meningkatkan hasrat dan gairah seks yang lama redup.

Tapi, bagaimana jika suatu waktu Anda tidak merasa nyaman mencoba fantasi seksualnya dalam hubungan intim? Bagaimana cara menolak fantasi seksual pasangan agar tak menyakiti hatinya?

Salahkah apabila menolak fantasi seksual pasangan?

Mencoba fantasi seksual sebaiknya berlandaskan persetujuan bersama. Bila ada salah satu yang merasa kurang nyaman, maka sebaiknya fantasi tersebut tidak dipaksa.

Namun pada kenyataannya, menolak ajakan pasangan untuk mewujudkan fantasi seksual bisa sulit dilakukan, terutama apabila Anda dan pasangan terbiasa melakukannya. Banyak orang yang cenderung mengikuti keinginan seksual pasangan hanya karena segan atau ingin terhindar dari pertengkaran atau konflik berkepanjangan.

Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Social and Personal Relationships sebagian besar orang menginginkan pasanganya berkata jujur mengenai keinginan seksual mereka. Menolak berhubungan intim tak lantas membuat pasangan merasa frustasi atau dikecewakan selama diungkapkan secara positif.

Salah satu peneliti dalam studi tersebut, James Kim, mengungkapkan penolakan secara positif, yang tetap menunjukan perhatian dan pengertian terhadap pasangan, justru dapat mempertahankan kepuasan seksual yang telah dimiliki kedua belah pihak.

Lantas, seperti apa cara penolakan positif agar pasangan tidak sakit hati dan tak mengganggu sesi bercinta Anda?

1. Bersikap jujur tanpa menghakimi

Ketika Anda menolak fantasi seksual pasangan sebaiknya Anda tak lantas menuduhnya berpikiran kelewat kotor atau tidak normal.

Setiap orang memiliki fantasi seksual yang berbeda-beda. Perbedaan bentuk dan jenis fantasi seks mungkin memang berkaitan dengan preferensi dan pengalaman seksual masing-masing orang.

Namun, tidak ada salahnya jika pasangan Anda memiliki fantasi seks yang begitu erotis atau liar. Seperti yang bersifat seks dominasi atau sadomasokisme (BDSM), selama ia tak memaksakan kehendaknya atau benar-benar menyakiti Anda.

Lagipula, menurut penelitaian Justin Lehmiller dalam bukunya Tell Me What You Want, bentuk fantasi seksual BDSM merupakan salah satu yang paling populer.

2. Terbuka untuk menjelaskan 

Meskipun mencoba fantasi seks dengan pasangan dapat membangkitkan gairah dan membuat sesi bercinta semakin panas, namun tak berarti harus selalu direalisasikan dalam dunia nyata.

Anda sebaliknya perlu mengambil sikap tegas ketika pasangan mulai memaksakan kehendak seksualnya. Hubungan seksual semestinya dilakukan dalam konsen atau persetujuan kedua belah pihak.

Cobalah untuk menjelaskan kenapa Anda tidak ingin melakukan hubungan intim sesuai fantasi seksualnya. Apakah dikarenakan suasana hati Anda tidak dalam keadaan baik atau Anda terlalu lelah karena kesibukan di kantor.

Berikan penjelasan yang mampu membuat pasangan Anda mengerti jika Anda menolak fantasi seksual miliknya bukan berarti Anda kehilangan ketertarikan seksual terhadap dirinya.

3. Mencoba di waktu lain

Jika Anda dan pasangan telah merencanakan akan mencoba salah satu fantasi seksualnya di suatu waktu, namun tiba-tiba Anda sedang tidak dalam mood yang tepat. Menolak berhubungan seks begitu saja tentu bisa membuat pasangan berkecil hati.

Sama halnya dengan membuat janji kencan dengan pasangan. Apabila Anda tidak bisa menepati janji tersebut Anda bisa kembali menjadwalkan ulang kencan tersebut di lain waktu.

Anda bisa menawarkan alternatif untuk melakukannya di waktu yang lebih tepat. Misalnya, ketika Anda dan pasangan tidak terlalu disibukan dengan pekerjaan atau urusan rumah tangga lainnya.

4. Berkompromi

Hanya karena Anda sedang tidak cukup nyaman atau bergairah untuk melakukan hubungan intim sesuai dengan fantasi seksual pasangan, bukan berarti kalian tidak bisa mencoba cara berhubungan seksual lainnya.

Mungkin fantasi seksual pasangan Anda tidak sesuai dengan harapan Anda. Namun, sebagai gantinya Anda dan pasangan bisa memilih fantasi seksual yang membuat satu sama lain merasa nyaman. Misalnya Anda tak masalah menggunakan tali pengikat yang dipakai pada hubungan seks BDSM, asalkan tidak melukai Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Punya Fantasi Seks Sesama Jenis, Apa Artinya Saya Homoseksual?

Pernah berimajinasi bercinta dengan sahabat sendiri? Anda mungkin jadi bertanya-tanya punya fantasi berhubungan seks sesama jenis itu wajar tidak sih?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Seks & Asmara 08/01/2019 . Waktu baca 5 menit

Benarkah Pria Lebih Sering Memikirkan Seks Daripada Wanita? Ini Jawabannya!

Pria sering dijuluki dengan 'si pemilik pikiran kotor' karena terlalu sering memikirkan seks, ketimbang wanita. Apa benar begitu? Cek faktanya disini!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Hidup Sehat, Seks & Asmara 30/11/2018 . Waktu baca 4 menit

Apa yang Membuat Seseorang Sama Sekali Menghindari Seks?

Kebanyakan orang akan menanti-nanti waktu yang paling tepat untuk bercinta. Namun, ada juga orang yang justru menghindarinya karena takut berhubungan intim.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Hidup Sehat, Seks & Asmara 16/11/2018 . Waktu baca 4 menit

Punya Fantasi Seksual Itu Wajar, Lalu dari Mana Asalnya?

Fantasi seksual adalah salah satu kunci agar seks bisa terasa lebih nikmat walau telah lama menikah. Sebenarnya dari mana fantasi seksua Anda muncul?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Hidup Sehat, Seks & Asmara 02/10/2018 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

bdsm dan kekerasan seksual

Seks BDSM Tidak Sama dengan Kekerasan Seksual

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 19/02/2020 . Waktu baca 6 menit
stres setelah berhubungan intim

Pria Ternyata Juga Bisa Stres Setelah Berhubungan Intim, Ini Sebabnya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 08/02/2020 . Waktu baca 4 menit
Perbedaan fetish dan fantasi seksual

Fetish vs. Fantasi Seks, Ternyata Berbeda, Lho!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 29/06/2019 . Waktu baca 5 menit
pria menolak berhubungan seks

6 Penyebab Paling Umum Kenapa Pria Menolak Berhubungan Seks

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 11/04/2019 . Waktu baca 7 menit