Penyebab PMS dan Cara Mengatasinya

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 3 Juni 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Sering kali menstruasi terasa sangat meresahkan karena kebanyakan perempuan diharuskan menghadapi PMS, kram perut, atau sakit kepala tak terbendung menjelang periode menstruasinya. Masalah ini sebenarnya umum terjadi dan tidak perlu dikhawatirkan.

Di bawah ini kami rangkum sejumlah fakta menarik mengapa masalah menstruasi ini umum terjadi, dan normal, serta tanda dan gejala yang seperti apa yang mengindikasikan adanya masalah lain.

Apa itu PMS atau sindrom premenstrual?

Sindrom prapemnstrual, atau lebih dikenal dengan PMS, adalah istilah yang berkaitan dengan gejala fisik dan emosional yang dialami oleh banyak perempuan, baik dewasa maupun remaja, menjelang masa menstruasi mereka setiap bulannya. Saat PMS, Anda akan merasakan:

  • Jerawat
  • Rasa begah atau kembung
  • Kecapekan
  • Sakit punggung
  • Nyeri pada payudara
  • Sakit kepala
  • Sembelit
  • Diare
  • ‘Ngidam’ makanan
  • Depresi atau merasa sedih
  • Mudah marah
  • Perubahan mood
  • Sulit fokus
  • Rentan stres
  • Merasa tegang
  • Bermasalah saat tidur

PMS biasanya dialami paling buruk 1-2 minggu sebelum periode menstruasi, dan biasanya menghilang dengan sendirinya saat menstruasi dimulai.

Apa penyebab PMS?

Dokter belum bisa mengetahui penyebab pasti dari PMS, namun banyak yang percaya bahwa PMS berkaitan erat dengan perubahan kadar hormon dalam tubuh. Saat menstruasi, jumlah estrogen dan progesteron (hormon seks wanita) akan mengalami peningkatan. Seminggu sebelum periode menstruasi dimulai, kadar kedua hormon tersebut mulai mengalami penurunan secara drastis. Perubahan hormon inilah yang menjadi akar keterkaitan dengan terjadinya PMS.

Masih belum diketahui pasti mengapa PMS hanya dialami oleh sebagian wanita saja, bukan secara keseluruhan. Ada kemungkinan bahwa golongan perempuan yang rutin mengalami PMS sebenarnya lebih sensitif terhadap perubahan hormon yang terjadi dalam dirinya. Tidak hanya itu. Beberapa ahli percaya bahwa apa yang Anda makan dapat memengaruhi perasaan Anda, khususnya selama beberapa minggu sebelum PMS.

Untungnya, gejala PMS mudah untuk diatasi. Salah satunya dengan pola makan yang baik. Makan sayur dan buah-buahan, dan kurangi makanan cepat saji, seperti kentang goreng dan kerupuk. Kurangi pula asupan garam dalam tubuh (garam dapat menyimpan air dan membuat Anda merasa begah atau kembung). Dan, minum banyak air.

Hindari kafein, karena minuman berkafein akan membuat Anda mudah cemas dan waspada berlebihan. Perbanyak tidur dan istirahat. Cukupi asupan kalsium dan rutin minum multivitamin juga dapat membantu Anda menghadapi PMS. Jangan lupa untuk selalu rutin berolahraga dan lakukan latihan mengurangi stres, seperti meditasi atau yoga.

Obat penghilang rasa sakit, seperti ibuprofen, dapat meringankan rasa nyeri punggung dan sakit kepala. Tetapi, untuk kasus PMS yang lebih serius, konsultasikan dengan dokter Anda. Ia mungkin akan meresepkan obat khusus atau pil KB untuk membantu meringankan keluhan Anda.

Segera beri tahu dokter Anda saat Anda merasa depresi atau memiliki keinginan bunuh diri atau menyakiti diri sendiri.

Apa yang harus dilakukan saat PMS menyerang?

Diskusikan dengan dokter mengenai kekhawatiran dan pertanyaan seputar tubuh Anda, terutama jika Anda menyadari adanya perbedaan dalam siklus menstruasi Anda. Meski kebanyakan masalah menstruasi bukanlah masalah besar, selalu lebih baik mencegah daripada mengobati.

Hubungi dokter, jika:

  • Anda merasa depresi atau tidak bersemangat, atau berpikir untuk melukai diri sendiri. Efek terburuk dari PMS dapat menimbulkan masalah ini, dan Anda harus segera mendapatkan pertolongan.
  • Anda belum memulai siklus menstruasi saat berusia 15 tahun. Dokter dapat memeriksa Anda untuk mengetahui alasan di balik keterlambatan menstruasi.
  • Siklus menstruasi Anda berhenti mendadak, atau periodenya menjadi tidak beraturan setelah beberapa siklus yang terjadwal. Ini menandakan bahwa Anda mungkin memiliki ketidakseimbangan hormon atau masalah dengan asupan nutrisi.
  • Periode menstruasi Anda berjalan lama, atau terjadi perdarahan berat, dalam satu siklus. Atau, siklus periode Anda muncul kurang dari 21 hari setiap bulannya. Kehilangan darah dalam jumlah banyak dapat menyebabkan anemia (darah rendah) yang membuat Anda mudah lelah dan lesu.
  • Menstruasi Anda selalu sakit. Dokter dapat membantu mencari tahu alasan mengapa menstruasi Anda dapat menyakitkan dan menangani keluhan Anda agar Anda bisa lebih nyaman menjalankan rutinitas harian selama menstruasi.

Sebenarnya, menstruasi yang sakit atau tidak teratur bukanlah hal yang perlu untuk dikhawatirkan. Tetapi jika terjadi sesuatu, semakin cepat Anda menangani masalah tersebut, akan lebih cepat bagi Anda untuk merasa lebih baik.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"

Yang juga perlu Anda baca

Awas, Pria yang Kecanduan Pornografi Malah Berisiko Alami Impotensi

Berapa kali Anda menonton pornografi dalam seminggu? Hati-hati, lho. Para ahli menguak kalau kecanduan pornografi berdampak pada risiko disfungsi ereksi.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Seks & Asmara 11 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Manfaat Senam Kegel untuk Stamina Seks Pria dan Cara Melakukannya

Meski senam kegel sudah lama dikenal efektif untuk mengencangkan vagin.Namun, ternyata senam kegel juga memiliki manfaat untuk stamina seks pria.

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Seks & Asmara 9 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Gejala Penyakit Urologi, Dari Nyeri Buang Air Kecil Hingga Impotensi

Gejala penyakit urologi kerap berhubungan dengan proses kencing yang tidak normal seperti kesulitan atau malah terlalu sering. Apa gejala lainnya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Urologi 7 September 2020 . Waktu baca 10 menit

Apa Akibatnya Jika Melakukan Seks Terlalu Sering?

Hubungan seks adalah salah satu faktor terpenting dalam keharmonisan rumah tangga. Namun apakah ada risikonya jika melakukan seks terlalu sering?

Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Hidup Sehat, Seks & Asmara 2 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Seks dengan Lampu Menyala

6 Alasan Seks Lebih Menyenangkan dengan Lampu Menyala

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit
pasangan malu berhubungan intim

6 Tips Membantu Pasangan yang Malu Berhubungan Intim

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Alergi Sperma

Memiliki Alergi Terhadap Sperma, Mitos atau Fakta?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 21 September 2020 . Waktu baca 8 menit
Suami Istri Jarang Berhubungan Intim

Lakukan Hal Ini Saat Pasangan Menolak Berhubungan Seks

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 16 September 2020 . Waktu baca 4 menit