Ternyata, Melihat Istri Melahirkan Bisa Pengaruhi Gairah Seks Suami

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Proses melahirkan nyatanya tidak hanya berpengaruh pada wanita, namun juga memiliki pengaruh pada pria. Hal ini sangat mungkin terjadi, khususnya bagi para suami yang menyaksikan proses melahirkan yang dijalani sang istri. Selain tidak nyaman menyaksikan sang istri merasa kesakitan, pria juga harus melihat bagaimana proses tersebut mengubah bagian tertentu dari tubuh sang istri. Namun, apakah melihat proses melahirkan dari istri juga akan mempengaruhi kehidupan seks pria?

Melihat proses melahirkan bisa turunkan gairah seks pria

Tidak selamanya melihat proses melahirkan menjadi pengalaman yang menyenangkan bagi seorang pria. Ada ‘pemandangan‘ yang mungkin tidak akan pernah bisa dilupakan oleh seorang pria saat melihat sang istri melahirkan dan hal ini sangat mungkin berpengaruh pada psikologisnya. Hal ini dapat berujung pada bagaimana melihat proses melahirkan mempengaruhi aktivitas seks pria.

Seperti saat sang pria melihat vagina sang istri terbuka lebar saat proses tersebut, serta bagaimana sang bayi keluar dari vagina yang biasanya menjadi pemicu hasrat seksual pria. Menyaksikan proses tersebut membuat para pria kesulitan mengembalikan cara pandang mereka mengenai vagina seperti sedia kala.

Selain itu, para pria yang mendampingi istri di ruangan bersalin juga harus melihat pemandangan yang tidak biasa; proses medis dan perdarahan yang keluar dari tubuh sang istri, hingga tinja sang istri yang secara normal ikut keluar sebagai hasil dari proses mengejan.

Lebih dari hanya sekedar mengurangi hasrat seksualnya, melihat segala hal yang terjadi saat proses melahirkan dapat memberikan efek trauma yang berujung mempengaruhi hasrat seks pria. Bahkan, melihat istri melahirkan dapat mempengaruhi kesehatan mental seorang pria hingga ia berpotensi mengalami Post Traumatic Stress Disorder (PTSD) sebagai salah satu akibatnya.

Seperti kata Dokter Anna Machin, ahli neurologi dan psikologi dalam hubungan sosial yang berasal dari Oxford University, pada Telegraph,  PTSD yang dialami pria dapat terjadi jika proses melahirkan yang dilalui oleh sang istri memang sangat berat.

Contohnya, saat istri dan bayi berada dalam kondisi yang membuat proses melahirkan menjadi lebih berat bagi keduanya. Sementara saat itu para pria tidak bisa melakukan apapun menjadi pemicu rasa bersalah dan rasa takut pada pria. Khususnya, para pria seolah menjadi penyebab dari rasa sakit yang dialami oleh istri selama proses melahirkan tersebut.

4 Faktor lain dari melahirkan yang dapat mempengaruhi hasrat seks pria

Tidak hanya saat melihat proses melahirkan saja hasrat seks pria dapat terpengaruh, banyak hal lain mengenai kelahiran seorang anak yang mempengaruhi hasrat seks pria. Di antaranya adalah sebagai berikut.

1. Berkurangnya hormon testosteron

Meskipun hanya bersifat sementara, saat sang istri melahirkan, pria cenderung mengalami penurunan hormon testosteron dan peningkatan hormon prolaktin. Hal ini membuat insting pria sebagai ayah baru menjadi lebih tinggi dan lebih siaga saat dibutuhkan; misalnya segera merespon saat bayi menangis dan lebih senang menghabiskan waktu dengan sang bayi. Hal ini sejenak membuat pria kehilangan hasrat untuk melakukan aktivitas seks.

Namun, hal ini mungkin terjadi jika hubungan antar pasangan suami dan istri sangat baik dan keduanya dekat secara emosional, sehingga sang suami mengalami rasa empati pada apa yang sedang dilalui sang istri, serta timbulnya kesadaran diri atas perubahan status menjadi ayah yang dialami oleh pria.

2. Merasa tubuh istrinya bukan miliknya lagi

Selain melihat proses melahirkan, melihat istri menyusui juga bisa menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi pemicu menurunnya hasrat seks pria. Karena saat berhubungan seks, ada pria yang cenderung melihat pasangannya sebagai properti, ketimbang seorang manusia.

Sehingga, saat sang pria melihat sang istri menyusui, ia seperti melihat bahwa bagian intim dari tubuh pasangannya sudah bukan miliknya lagi, karena ada orang lain, yaitu sang bayi, yang hidupnya bergantung pada bagian intim tersebut.

Hal ini tentu menggeser cara pandangnya terhadap payudara sang istri. Bagian tubuh yang sebelumnya menggugah gairah seksnya, kini dipandangnya sebagai sumber kehidupan sang bayi. Akibatnya, sang pria menjadi enggan melakukan kegiatan seks bersama istri, sebab hal itu membuatnya teringat pada kebutuhan sang bayi.

3. Rasa takut akan menyakiti istri di bagian intimnya

Melihat proses melahirkan, di mana vagina istri mengalami pembukaan dan proses tersebut menyakitkan bagi sang istri, membuat pria menyadari bahwa sang istri membutuhkan waktu untuk pulih dari kondisinya. Hal ini mempengaruhi hasrat sang pria berhubungan seks bersama istri, di mana keinginan pria untuk berhubungan seks menjadi berkurang.

Alih-alih memikirkan untuk meminta sang istri melakukan aktivitas seksual dengan dirinya, pria cenderung lebih khawatir jika memaksakan sang istri untuk berhubungan seks dengannya, akan memperparah kondisi sang istri yang belum benar-benar pulih. Oleh sebab itu, melihat proses melahirkan menjadi semakin mempengaruhi hasrat seks pria, khususnya untuk berhubungan intim yang mungkin membuat istrinya semakin kesakitan.

4. Sensitif terhadap ucapan istri saat sedang melahirkan

Saat merasa kesakitan, wanita yang sedang menjalani proses melahirkan bisa melakukan hal-hal di luar nalar. Ucapan yang keluar dari mulutnya pun bisa saja bukan sesuatu yang benar-benar ingin diucapkannya. Namun, terkadang pria tidak memahami hal tersebut sehingga menganggap serius ucapan istri tersebut.

Sayangnya, tidak semua ucapan yang keluar saat sedang kesakitan itu hal yang baik. Justru, kata-kata yang keluar cenderung hal buruk, bahkan ada juga yang mengucapkan sumpah serapah. Jika sang pria mendengarkan kata-kata yang menyakiti hatinya keluar dari mulut sang istri, tentu hal ini akan selalu terkenang.

Jika sudah begitu, proses melahirkan dapat mempengaruhi seks pria. Pasalnya, mendengarkan hal yang menyakitkan membuatnya merasa tidak dicintai seperti sebelumnya. Sehingga pria menjadi enggan berhubungan intim dengan sang istri di kemudian hari.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca