Benarkah Pil KB Bisa Mengubah Bentuk Otak?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro

Menurut penelitian terbaru yang ditampilkan dalam pertemuan tahunan Radiological Society of North America (RSNA), wanita yang rutin meminum pil KB ternyata memiliki bentuk otak agak berbeda dibandingkan wanita yang tidak meminumnya. Benarkah?

Jenis pil KB yang diteliti dalam studi tersebut adalah pil kombinasi berisikan hormon progesteron dan estrogen buatan. Pil KB ini merupakan salah satu metode kontrasepsi yang paling umum digunakan sebagai upaya menunda kehamilan.

Lantas, seperti apa perubahan bentuk otak yang dimaksud dalam penelitian tersebut dan adakah pengaruhnya bagi kemampuan mental ibu?

Apakah pil KB memengaruhi bentuk otak?

Penelitian mengenai hubungan antara pil KB dan struktur otak dilakukan terhadap 50 orang wanita, dengan 21 orang di antaranya meminum pil KB secara rutin. Mereka menjalani pemeriksaan MRI untuk memperoleh gambaran struktur otak secara lengkap.

Rata-rata, wanita yang meminum pil KB memiliki hipotalamus berukuran 6 persen lebih kecil dibanding wanita yang tidak meminumnya.

Dr. Michael Lipton, pimpinan penelitian sekaligus profesor radiologi di Albert Einstein College of Medicine, Amerika Serikat, menyatakan bahwa perbedaan ini bisa dibilang cukup besar.

Hipotalamus adalah bagian otak yang mengatur beberapa fungsi normal tubuh seperti suhu, mood, nafsu makan, gairah seksual, siklus tidur, dan denyut jantung.

Bagian otak ini juga mengatur produksi berbagai hormon yang diperlukan dalam reproduksi.

Sebagai tambahan, penelitian lain dalam jurnal Scientific Reports turut menemukan bahwa wanita yang meminum pil KB memiliki bentuk hippocampus, cerebellum (otak kecil), dan fusiform gyrus dengan ukuran sedikit lebih besar.

Sementara itu, penelitian oleh University of Salzburg, Austria, pada tahun yang sama menemukan adanya perubahan pada bagian otak yang disebut korteks prefrontal dan amigdala. Keduanya berperan dalam proses perilaku dan pengenalan emosi.

Secara umum, berbagai penelitian mengenai pil KB dan struktur otak menghasilkan temuan yang beragam.

Meski keduanya berkaitan, belum ada penelitian yang membuktikan bahwa minum pil KB memang secara langsung mengubah struktur otak.

Apakah konsumsi pil KB berpengaruh bagi fungsi otak?

Provera
Sumber: Healthline

Jika pil KB memang betul-betul mengubah bentuk hipotalamus pada otak, maka temuan ini sebetulnya tidak terlalu mengherankan.

Pil KB mengandung hormon reproduksi berupa progesteron dan estrogen. Ketika diminum, hormon-hormon tersebut mungkin memberikan sinyal bagi hipotalamus untuk berhenti memproduksi hormon yang sama.

Dr. Lipton menyatakan bahwa hormon-hormon reproduksi yang dihasilkan hipotalamus sebenarnya penting bagi pertumbuhan sel saraf pada otak.

Ia menduga, hormon pada pil KB akan menghambat proses tersebut dan memperlambat pertumbuhan sel saraf otak.

Walau demikian, para peneliti belum mengetahui secara pasti apa dampak yang terjadi apabila ukuran hipotalamus mengecil. Menurut penelitian yang sama, pil KB juga tidak mengurangi ukuran ataupun fungsi otak secara keseluruhan.

Para peneliti menemukan bahwa ukuran hipotalamus yang mengecil memang berkaitan dengan sifat mudah marah dan munculnya gejala depresi.

Namun, tidak ada penelitian yang membuktikan bahwa hal ini disebabkan karena Anda meminum pil KB.

Konsumsi pil KB mungkin berkaitan dengan perubahan bentuk hipotalamus pada otak. Akan tetapi, perlu diingat bahwa berbagai penelitian yang membahas tentang hal ini selalu menghasilkan temuan yang beragam.

Pengaruh konsumsi pil KB terhadap struktur otak masih perlu dikaji lebih lanjut. Selama menunggu hasil penelitian terbaru yang lebih akurat, pil KB masih bisa menjadi pilihan metode kontrasepsi yang cukup aman dan efektif.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Desember 23, 2019 | Terakhir Diedit: Desember 23, 2019

Sumber
Yang juga perlu Anda baca