Benarkah Pil KB Bisa Mengubah Bentuk Otak?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 20/04/2020 . 4 menit baca
Bagikan sekarang

Menurut penelitian terbaru yang ditampilkan dalam pertemuan tahunan Radiological Society of North America (RSNA), wanita yang rutin meminum pil KB ternyata memiliki bentuk otak agak berbeda dibandingkan wanita yang tidak meminumnya. Benarkah?

Jenis pil KB yang diteliti dalam studi tersebut adalah pil kombinasi berisikan hormon progesteron dan estrogen buatan. Pil KB ini merupakan salah satu metode kontrasepsi yang paling umum digunakan sebagai upaya menunda kehamilan.

Lantas, seperti apa perubahan bentuk otak yang dimaksud dalam penelitian tersebut dan adakah pengaruhnya bagi kemampuan mental ibu?

Apakah pil KB memengaruhi bentuk otak?

Penelitian mengenai hubungan antara pil KB dan struktur otak dilakukan terhadap 50 orang wanita, dengan 21 orang di antaranya meminum pil KB secara rutin. Mereka menjalani pemeriksaan MRI untuk memperoleh gambaran struktur otak secara lengkap.

Rata-rata, wanita yang meminum pil KB memiliki hipotalamus berukuran 6 persen lebih kecil dibanding wanita yang tidak meminumnya.

Dr. Michael Lipton, pimpinan penelitian sekaligus profesor radiologi di Albert Einstein College of Medicine, Amerika Serikat, menyatakan bahwa perbedaan ini bisa dibilang cukup besar.

Hipotalamus adalah bagian otak yang mengatur beberapa fungsi normal tubuh seperti suhu, mood, nafsu makan, gairah seksual, siklus tidur, dan denyut jantung.

Bagian otak ini juga mengatur produksi berbagai hormon yang diperlukan dalam reproduksi.

Sebagai tambahan, penelitian lain dalam jurnal Scientific Reports turut menemukan bahwa wanita yang meminum pil KB memiliki bentuk hippocampus, cerebellum (otak kecil), dan fusiform gyrus dengan ukuran sedikit lebih besar.

Sementara itu, penelitian oleh University of Salzburg, Austria, pada tahun yang sama menemukan adanya perubahan pada bagian otak yang disebut korteks prefrontal dan amigdala. Keduanya berperan dalam proses perilaku dan pengenalan emosi.

Secara umum, berbagai penelitian mengenai pil KB dan struktur otak menghasilkan temuan yang beragam.

Meski keduanya berkaitan, belum ada penelitian yang membuktikan bahwa minum pil KB memang secara langsung mengubah struktur otak.

Apakah konsumsi pil KB berpengaruh bagi fungsi otak?

Provera
Sumber: Healthline

Jika pil KB memang betul-betul mengubah bentuk hipotalamus pada otak, maka temuan ini sebetulnya tidak terlalu mengherankan.

Pil KB mengandung hormon reproduksi berupa progesteron dan estrogen. Ketika diminum, hormon-hormon tersebut mungkin memberikan sinyal bagi hipotalamus untuk berhenti memproduksi hormon yang sama.

Dr. Lipton menyatakan bahwa hormon-hormon reproduksi yang dihasilkan hipotalamus sebenarnya penting bagi pertumbuhan sel saraf pada otak.

Ia menduga, hormon pada pil KB akan menghambat proses tersebut dan memperlambat pertumbuhan sel saraf otak.

Walau demikian, para peneliti belum mengetahui secara pasti apa dampak yang terjadi apabila ukuran hipotalamus mengecil. Menurut penelitian yang sama, pil KB juga tidak mengurangi ukuran ataupun fungsi otak secara keseluruhan.

Para peneliti menemukan bahwa ukuran hipotalamus yang mengecil memang berkaitan dengan sifat mudah marah dan munculnya gejala depresi.

Namun, tidak ada penelitian yang membuktikan bahwa hal ini disebabkan karena Anda meminum pil KB.

Konsumsi pil KB mungkin berkaitan dengan perubahan bentuk hipotalamus pada otak. Akan tetapi, perlu diingat bahwa berbagai penelitian yang membahas tentang hal ini selalu menghasilkan temuan yang beragam.

Pengaruh konsumsi pil KB terhadap struktur otak masih perlu dikaji lebih lanjut. Selama menunggu hasil penelitian terbaru yang lebih akurat, pil KB masih bisa menjadi pilihan metode kontrasepsi yang cukup aman dan efektif.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Pilihan Kontrasepsi Non Hormonal yang Bisa Anda Gunakan

Tidak hanya KB hormonal, ada berbagai pilihan KB non hormonal yang juga tak kalah efektif dalam mencegah kehamilan. Ketahui pilihannya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kontrasepsi, Hidup Sehat, Seks & Asmara 12/03/2020 . 6 menit baca

KB Alami, Mencegah Kehamilan Tanpa Alat Kontrasepsi

Pernahkah Anda mendengar istilah KB alami? Ya, Anda memang bisa mencegah kehamilan secara alami tanpa bantuan alat. Tahukah Anda bagaimana caranya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kontrasepsi, Hidup Sehat, Seks & Asmara 05/03/2020 . 8 menit baca

Apa Itu Gangguan Mental Organik? Kenali Kondisinya di Sini

Anda mungkin tahu depresi atau gangguan bipolar, namun belum sepenuhnya paham dengan gangguan mental organik. Yuk, pelajari kondisi ini lebih dalam.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Hidup Sehat, Psikologi 25/10/2019 . 3 menit baca

Kenali Lethologica, Fenomena Saat Anda Sulit Mengingat Suatu Kata Saat Berbicara

Pernahkah Anda tahu suatu kata, tapi tiba-tiba lupa saat hendak diucapkan? Fenomena ini dikenal dengan sebutan lethologica. Cari tahu lebih lanjut di sini!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Hidup Sehat, Fakta Unik 07/10/2019 . 4 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

buah untuk alzheimer

Rutin Makan Buah Bermanfaat Menurunkan Risiko Penyakit Alzheimer

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 27/05/2020 . 4 menit baca
marah saat lapar

Kenapa Kita Mudah Marah Saat Sedang Lapar?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 10/05/2020 . 4 menit baca
sakit kepala saat puasa

4 Penyebab Sakit Kepala Saat Puasa dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 27/04/2020 . 4 menit baca
meningitis adalah

Meningitis (Radang Selaput Otak)

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 09/04/2020 . 1 menit baca