5 Metode Kontrasepsi yang Paling Umum Digunakan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 6 November 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Kontrasepsi adalah metode yang digunakan untuk mencegah kehamilan dan melindungi dari infeksi seksual yang menular. Ada banyak sekali pilihan metode kontrasepsi yang bisa Anda gunakan, namun ada beberapa metode kontrasepsi yang paling umum atau banyak digunakan di Indonesia.

Metode kontrasepsi yang banyak digunakan

Di antara banyaknya pilihan kontrasepsi, sebenarnya ada lima jenis metode yang paling banyak digunakan. khususnya oleh para wanita di Indonesia. Simak penjelasan berikut ini, ya.

1. Kondom

Salah satu metode kontrasepsi yang paling umum digunakan adalah penggunaan kondom. Ada dua tipe kondom yang bisa Anda pilih, yaitu kondom pria maupun kondom wanita. Sesuai dengan namanya, kondom pria digunakan oleh pria pada penisnya. Sementara itu, kondom wanita yang juga dikenal sebagai dental dam, digunakan pada vagina.

Metode kontrasepsi yang digunakan hanya pada saat Anda berhubungan seks ini terbuat dari bahan lateks yang sangat tipis, dan dirancang untuk mencegah sperma masuk ke dalam rahim Anda dan membuahi sel telur. Jika Anda memasang kondom dengan benar, metode kontrasepsi ini memiliki tingkat efektivitas hingga 98 persen.

Di samping itu, menurut Center of Disease Control and Prevention, kondom tidak hanya membantu Anda mencegah kehamilan. Alat kontrasepsi ini juga dapat melindungi Anda dari penyakit menular seksual. Selama Anda menggunakannya dengan benar dan tidak melakukan kesalahan saat memakai kondom, Anda bisa mendapatkan manfaatnya secara maksimal.

2. Pil KB kombinasi

Ada beberapa jenis pil KB yang bisa Anda gunakan sebagai metode kontrasepsi. Namun, di samping kondom, metode kontrasepsi yang juga banyak digunakan untuk mencegah kehamilan adalah pil KB kombinasi. Disebut pil KB kombinasi, pil kontrasepsi ini memiliki kandungan hormon sintetis seperti estrogen dan progesteron yang secara alami diproduksi pada indung telur wanita.

Metode kontrasepsi berupa pil hormon ini akan mencegah indung telur melepaskan sel telur (ovulasi) sekaligus membuat sperma sulit mencapai sel telur. Pil KB kombinasi juga bisa mempersulit sel telur untuk menempel di dinding rahim.

Selama pil KB diminum sesuai dengan aturan, pil ini memiliki tingkat efektivitas hingga 99% dalam membantu Anda menunda kehamilan. Oleh sebab itu, hindari kesalahan minum pil KB yang mungkin Anda lakukan. Salah satunya adalah lupa minum pil KB.

Anda perlu menggunakan pil KB setiap hari selama 21 hari dan berhenti selama tujuh hari. Anda mungkin akan mengalami menstruasi setelahnya. Setelah lewat tujuh hari, Anda harus mengonsumsi pil KB tersebut kembali. Risiko Anda mengalami kehamilan akan lebih tinggi jika Anda tidak mematuhi aturan pakai ini.

Namun, Anda juga perlu memerhatikan efek samping pil KB yang mungkin Anda alami. Anda tidak perlu khawatir karena pil KB tidak memiliki dampak khusus pada perubahan berat badan Anda. Bahkan, pil KB juga memiliki beberapa manfaat kesehatan lain yang mungkin Anda rasakan saat menggunakannya.

Salah satunya adalah pil KB bisa digunakan sebagai obat jerawat dan membantu mengurangi gejala PMS. Sayangnya, penggunaan metode kontrasepsi yang satu ini tidak disarankan bagi wanita perokok yang berusia 35 tahun ke atas. Jika Anda termasuk golongan ini, lebih baik berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

3. KB spiral

Metode lain yang juga banyak digunakan adalah IUD atau KB spiral. IUD yang merupakan singkatan dari intrauterine device memiliki dua jenis, yaitu IUD tembaga dan IUD hormonal. IUD adalah alat kontrasepsi yang terbuat dari plastik dan berbentuk huruf T.

Metode kontrasepsi ini digunakan dengan cara dimasukkan ke dalam rahim melalui vagina. IUD tembaga akan melepaskan tembaga sebagai pencegah kehamilan. Sementara itu, IUD hormonal akan melepaskan hormon progestin sintetis dengan cara mengentalkan lendir serviks untuk membuat sel sperma yang masuk kesulitan berenang dan meraih sel telur.

Selain itu, metode kontrasepsi ini juga menipiskan dinding rahim sekaligus mencegah terjadinya ovulasi. Anda bisa menggunakan IUD atau KB spiral sebagai metode kontrasepsi karena tingkat efektivitasnya yang tinggi. Tak hanya itu, metode ini juga tergolong mudah dilakukan. Pasalnya, Anda tidak perlu mengingat penggunaannya setiap hari. Anda hanya perlu memasangnya satu kali dan alat ini akan melindungi Anda dari kehamilan hingga kurang lebih lima tahun lamanya.

Anda hanya perlu memeriksa apakah KB IUD yang Anda gunakan bergeser posisi atau tidak. Caranya, Anda bisa memeriksa posisi benang IUD secara berkala. Pasalnya, jika posisinya berubah di dalam rahim, Anda mungkin saja mengalami kebobolan meski telah menggunakan IUD. Bahkan, Anda juga perlu berhati-hati karena ada kalanya IUD terlepas sendiri.

4. KB suntik

Ada lagi metode kontrasepsi lain yang juga banyak digunakan, yaitu suntik KB yang tergolong sebagai metode kontrasepsi hormonal. Metode kontrasepsi ini disuntikkan ke dalam tubuh Anda ini mengandung hormon. Jika suntik KB 3 bulan mengandung hormon progestin, KB suntik 1 bulan mengandung campuran hormon progestin dan estrogen.

Metode kontrasepsi yang satu ini mencegah kehamilan dengan cara mencegah terjadinya ovulasi. Artinya, indung telur tidak melepaskan sel telur. Jika tidak ada sel telur pada tuba fallopi, kehamilan pun hampir tidak mungkin terjadi.

Metode ini juga bekerja dengan cara mengentalkan lendir serviks. Saat lendir serviks mengental, sel sperma tidak bisa masuk lebih dalam ke rahim, dan pembuahan pun tidak bisa terjadi.

5. KB alami

Ada pula metode kontrasepsi yang tidak membutuhkan bantuan alat, yaitu KB alami. Sebenarnya ada beberapa cara jika Anda ingin menggunakan metode ini sebagai cara mencegah kehamilan. Cara ini tergolong mudah karena Anda tidak perlu menggunakan bantuan alat apapun untuk melakukan metode kontrasepsi alami.

Anda hanya perlu fokus dengan hal yang Anda lakukan. Sebagai contoh, Anda bisa melakukan senggama terputus sebagai salah satu metode yang Anda lakukan. Senggama terputus adalah ejakulasi di luar vagina, sehingga Anda tidak mengeluarkan cairan sperma saat penis Anda masih berada di dalam vagina pasangan.

Sayangnya, Anda perlu sangat cermat dan penuh konsentrasi saat melakukannya. Jika tidak, bisa saja ada cairan yang tidak sengaja terlepas dari penis yang mengandung sel sperma.

Selain senggama terputus, metode ini juga bisa Anda wujudkan dengan KB kalender yaitu dengan menghitung masa subur. Jika Anda bisa teliti menandai kapan Anda memasuki masa subur, Anda mungkin bisa menggunakan metode ini untuk mencegah kehamilan.

Disamping itu, Anda juga dapat menggunakan Metode Amenore Laktasi (MAL) yaitu KB alami yang terjadi jika Anda sedang menyusui bayi secara eksklusif. Produksi hormon saat menyusui ini akan mencegah pelepasan sel telur Anda.

Kalkulator Masa Subur

Ingin Cepat Hamil? Cari tahu waktu terbaik untuk bercinta dengan suami lewat kalkulator berikut.

Kapan Ya?
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apa Akibatnya Jika Ibu Mengandung Bayi Besar?

Tak ada ibu yang ingin bayinya lahir dengan berat rendah. Tapi, tahukah Anda bahwa bayi yang terlalu besar dalam kandungan juga bisa menimbulkan bahaya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Masalah Kehamilan, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 25 November 2020 . Waktu baca 5 menit

Berapa Kali Hamil dan Melahirkan yang Aman Bagi Kesehatan?

Untuk wanita, adakah batasan maksimal berapa kali hamil dan melahirkan? Apa ada dampak tertentu jika hamil dan melahirkan hingga lebih dari 5 kali?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Melahirkan, Kehamilan 25 November 2020 . Waktu baca 4 menit

10 Ide Resep Makan Siang Gluten Free

Baik karena Anda memiliki penyakit Celiac, atau hanya ingin mencoba diet baru, berikut ini 10 resep gluten free yang sehat dan mengenyangkan.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Nutrisi, Hidup Sehat 24 November 2020 . Waktu baca 12 menit

Kenapa Orangtua Wajib Rutin Berkomunikasi Dengan Anak?

Komunikasi dengan anak bukan hanya berbasa-basi dan berbicara, tetapi juga mendengarkan keluh kesah anak. Ini adalah kunci penting kualitas hubungan Anda.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Anak 6-9 tahun, Perkembangan Anak, Parenting 24 November 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

hamil di usia 20-an

Kelebihan dan Kekurangan Hamil di Usia 20-an

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 2 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit
bersepeda saat hamil

Apakah Bersepeda Saat Hamil Aman Bagi Janin?

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 2 Desember 2020 . Waktu baca 3 menit
waktu bermain video game

Berapa Lama Waktu Bermain Video Game yang Pas untuk Anak?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 26 November 2020 . Waktu baca 4 menit
nutrisi trimester ketiga

Nutrisi yang Harus Dipenuhi Ibu Hamil di Trimester Ketiga

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 26 November 2020 . Waktu baca 4 menit