Menguak Cara Kerja dan Kemanjuran Obat Ejakulasi Dini Dapoxetine

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 21/05/2018 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Meski ejakulasi dini merupakan masalah seks pria yang paling umum ditemukan, kondisi ini bisa mengakibatkan seks jadi terasa tidak memuaskan bagi kedua pihak. Terlebih apabila terjadi berkali-kali, ejakulasi dini dapat menyulitkan rencana Anda dan pasangan untuk punya momongan. Sebab pada kebanyakan kasus, air mani sudah telanjur keluar sebelum penis sempat masuk ke dalam vagina. Ejakulasi dini bisa diobati dengan banyak cara. Salah satu pilihan obat ejakulasi dini adalah dapoxetine, yang sebenarnya masuk ke dalam golongan obat antidepresan. Apakah benar efektif?

Cara kerja dapoxetine untuk obat ejakulasi dini

Dapoxetine adalah obat golongan SSRI (selective serotonin reuptake inhibitor) yang bekerja memblokir serotonin agar tidak diserap kembali oleh sel saraf. Serotonin adalah zat kimia yang berfungsi mengantarkan pesan-pesan saraf untuk menciptakan ejakulasi. Di sisi lain, serotonin juga bekerja menyempitkan pembuluh darah.

Dapoxetine menghambat sel saraf mendaur ulang serotonin. Hal ini menyebabkan peningkatan konsentrasi serotonin untuk menciptakan ereksi yang lebih tahan lama dan mengulur waktu sampai ejakulasi. Sederhananya, dapoxetine membantu menunda ejakulasi.

Karena serotonin juga berfungsi sebagai mood bahagia, obat ini sekaligus dapat membantu mengurangi rasa stres, cemas, dan frustrasi tentang kekhawatiran ejakulasi dini.

Apakah benar efektif?

Bukan hal yang aneh bagi obat golongan SSRI untuk digunakan sebagai obat ejakulasi dini. Meski begitu, dapoxetin adalah sebuah terobosan baru dalam pengobatan ejakulasi dini. Dapoxetine merupakan obat SSRI pertama yang secara khusus dikembangkan dan mendapat lisensi untuk mengobati masalah seksual tersebut.

Bahkan, obat ini lebih umum diresepkan sebagai pengobatan ejakulasi dini daripada obat SSRI lain seperti fluoxetineparoxetinesertraline, dan citalopram. Pasalnya, dapoxetine diserap sangat cepat oleh tubuh untuk memunculkan efek obat yang juga cepat. Dapoxetine juga dilaporkan minim kemungkinan risiko efek samping karena zat obat akan cepat dibilas keluar dari tubuh.

Selain itu, dapoxetin digunakan apabila saat perlu saja alias Anda tidak perlu meminumnya rutin seperti kebanyakan obat resep dokter, seperti antibiotik. Dengan begitu, kemungkinan terjadinya efek buruk terkait penggunaan jangka panjang bisa diminimalisir karena zat obat hanya ada di dalam sistem untuk sebentar saja.

Penelitian dalam jurnal The Lancet melaporkan bahwa dapoxetine menunda ejakulasi hingga 3-4 menit setelah penetrasi awal pada kelompok pria yang meminumnya selama rentang 3 bulan. Kelompok pria yang diberikan pil plasebo (pil kosong) berejakulasi 1,75 menit setelah penetrasi. Penelitian ini melibatkan lebih dari 2 ribu pria yang memiliki ejakulasi dini — rata-rata waktu ejakulasi dalam satu menit setelah penetrasi.

Dapoxetine dapat digunakan pada pria berusia 18 hingga 64 tahun.

Bagaimana dosis dan cara minum dapoxetine untuk ejakulasi dini?

Dapoxetine tersedia di Indonesia dalam dua versi dosis, yaitu 30 mg dan 60 mg. Yang perlu diingat, dapoxetine adalah resep dokter. Dokter biasanyaakan meresepkan dari dosis terendah dulu pada mulanya dan mungkin menambahnya seiring waktu, jika diperlukan.

Minum satu tablet obat dengan segelas penuh air sekitar 1-3 jam sebelum berhubungan seksual. Jangan dikunyah. Obat bisa diminum sebelum atau sesudah makan.

Jangan minum lebih dari satu tablet dalam 24 jam. Dapoxetine tidak untuk digunakan setiap hari — hanya minum obat ini sebelum Anda berencana berhubungan seks.

Jangan minum alkohol dan/atau minuman keras saat mengonsumsi dapoxetine, karena dapat meningkatkan efek bius dari alkohol dan meningkatkan risiko pingsan.

Apa efek samping dapoxetine?

Seperti umumnya obat-obatan, dapoxetine juga memiliki beberapa efek samping. Beberapa efek samping tersebut terutama muncul pada dapoxetine dosis tinggi (60 mg). Efek samping yang mungkin timbul, antara lain:

Tidak semua pria boleh minum dapoxetine

Penggunaan dapoxetine tidak dianjurkan pada beberapa pria yang memiliki kondisi berikut ini.

  • Riwayat alergi dapoxetine sebelumnya.
  • Kecenderungan jatuh pingsan.
  • Penyakit jantung, seperti gangguan irama jantung dan penyakit jantung iskemik.
  • Gangguan pendarahan atau pembekuan darah.
  • Gangguan fungsi hati.
  • Gangguan ginjal.
  • Gangguan mood, seperti gangguan bipolar, depresi, atau mania.
  • Glaukoma, tekanan tinggi di bola mata Anda.
  • Epilepsi.
  • Penggunaan bersamaan dengan konsumsi alkohol atau obat penenang lainnya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Bagaimana Cara Menjaga Kesehatan Kandung Kemih bagi Pria dan Wanita?

Hati-hati, tidak menjaga kesehatan kandung kemih membuat Anda rentan kena berbagai gangguan sistem kemih seperti infeksi saluran kencing hingga kanker.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Urologi, Kandung Kemih 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit

Ginseng Korea: Benarkah Ampuh Atasi Berbagai Masalah Seksual Pria?

Ginseng Korea diyakini bisa mengatasi masalah pria, dari impotensi hingga ejakulasi dini. Tapi apakah manfaat ginseng ini sudah terbukti dan teruji klinis?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Seks & Asmara 05/08/2020 . Waktu baca 4 menit

5 Ramuan Alami Terbaik untuk Mengatasi Rambut Kering

Rambut kering memang bikin penampilan terlihat kusam. Mari simak cara mengatasi rambut kering menggunakan 5 bahan alami pada penjelasan di sini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Perawatan Rambut & Rambut Rontok, Hidup Sehat 04/08/2020 . Waktu baca 4 menit

Tips Menghadapi Kecemasan Kembali Beraktivitas di Era New Normal

Wajar jika merasa khawatir terhadap ketidakpastian di tengah pandemi COVID-19. Yuk, cari tahu solusi menghadapi kecemasan di new normal di sini.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Konten Bersponsor
menghadapi kecemasan di new normal
Hidup Sehat, Tips Sehat 03/08/2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

rileksasi tubuh

5 Cara Sederhana untuk Relaksasi Sehabis Olahraga

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 07/08/2020 . Waktu baca 4 menit
cara menghilangkan varises dengan skleroterapi

Sering Menggoyang-goyangkan Kaki Saat Tidur? Ini Penyebabnya

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 3 menit
sering kencing di malam hari

7 Cara Mengatasi Sering Buang Air Kecil yang Mengganggu

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit
nokturia adalah

Nokturia, Penyebab Sering Buang Air Kecil pada Malam Hari

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit