Menciptakan suasana intim antar pasangan bisa dilakukan dengan fingering vagina. Aktivitas seks ini dilakukan dengan memasukkan jari ke vagina. Namun, amankah jika Anda menggunakan metode ini sebelum atau saat seks? Cari tahu apa saja risikonya memasukkan jari ke vagina saat seks berikut ini.

Bahaya memasukkan jari ke vagina saat berhubungan seks

Ada banyak penyakit yang bisa menular melalui hubungan seksual, seperti HIV atau gonore (kencing nanah). Penyakit tersebut menular ketika cairan tubuh atau darah orang yang terinfeksi masuk ke dalam tubuh orang yang sehat. Nah, salah satu kegiatan seks yang berisiko rendah dengan penyakit menular seksual adalah fingering vagina atau memainkan jari di dalam vagina.

Walaupun penyebaran infeksi jauh lebih rendah dan jarang terjadi, bukan berarti fingering vagina itu bebas dari risiko. Beberapa risiko dan penyakit yang mungkin terjadi saat Anda memasukkan jari ke vagina, antara lain:

  • Iritasi vagina. Gesekan dan tekanan dari jari yang masuk ke vagina bisa menyebabkan iritasi. Jari yang masuk menyebabkan gesekan dan memberi tekanan pada vagina. Jari yang masuk juga bisa menyalurkan bakteri lain pada vagina. Kondisi tersebut bisa membuat vagina terasa gatal, kemerahan, dan membengkak selama beberapa hari.
  • Luka dan pendarahan. Vagina memiliki kulit yang lebih tipis dibandingkan kulit pada tangan Anda. Saat jari masuk ke vagina, kuku jari bisa menggores kulit vagina. Kondisi ini tentu bisa menyebabkan Anda meringis karena perih.
  • HIV dan hepatitis B atau hepatitis C. Penyakit HIV, hepatitis B, atau hepatitis C bisa menular jika pasangan Anda yang terinfeksi dan memiliki luka pada jari yang dimasukkan ke dalam vagina.

Yang harus diperhatikan saat pakai jari untuk rangsang vagina

Kebersihan tangan adalah kunci untuk mencegah risiko luka, iritasi, dan penyakit pada vagina. Jadi, pastikan pasangan Anda membersihkan tubuh dan mencuci tangannya sebelum melakukan seks.

Jika Anda merasakan ketidaknyamanan saat pasangan melakukan fingering vagina, sebaiknya hentikan kegiatan tersebut. Jika Anda merasakan tanda-tanda iritasi kulit, seperti gatal dan kemerahan pada vagina yang tidak hilang lebih dari seminggu, sebaiknya lakukan pemeriksaan ke dokter.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca