Apa Itu Douche untuk Vagina dan Kenapa Berbahaya Bagi Wanita?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 10 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Merawat dan menjaga kesehatan vagina tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Wanita harus tahu betul apa saja manfaat dan risiko setiap bentuk perawatan. Lalu bagaimana dengan douching vagina? Apakah Anda sering melakukannya atau Anda belum pernah dengar metode ini?

Apa itu douche untuk vagina?

Douching berarti membersihkan vagina dengan cairan yang terdiri dari campuran berbagai bahan kimia. Biasanya cairan douching mengandung air, baking soda, cuka, pewangi, dan antiseptik. Cairan tersebut dikemas dalam sebuah douche, yaitu kantong dengan selang atau semprotan yang berfungsi untuk menyemprotkan cairan pada area kewanitaan.

kantong douching vagina
Alat douching vagina

Kebiasaan douching pertama kali diperkenalkan di Perancis. Arti kata douching sendiri diambil dari bahasa Perancis, artinya membasuh atau mengairi. Berikut adalah serba-serbi douching yang perlu dipahami setiap wanita.

BACA JUGA: Berbagai Penyebab Keputihan dan Gatal Pada Vagina

Mengapa orang melakukan douching?

Pada dasarnya, Anda tidak perlu melakukan douching vagina. Vagina Anda memiliki cara sendiri untuk membersihkan diri dan menangkal bakteri. Namun, kira-kira satu dari setiap 5 orang wanita melakukan douching. Ini karena douching bisa memberikan sugesti seolah-olah vagina Anda jadi terasa lebih bersih dan segar. Selain itu, cairan pembersih kewanitaan juga biasanya mengandung pewangi sehingga vagina pun jadi harum setelah douching.

Risiko dan bahaya douching vagina

Tidak ada bukti ilmiah soal manfaat douching bagi kesehatan reproduksi wanita. Douching justru bisa menimbulkan risiko dan bahaya yang tidak setimpal dengan rasa segar sesaat setelah melakukan douching. Tak ada dokter atau tenaga kesehatan yang menyarankan douching vagina.

BACA JUGA: 5 Cara Terbaik untuk Menjaga Kesehatan Vagina

Pada vagina yang sehat, terdapat bakteri baik dan bakteri jahat dalam jumlah yang seimbang. Keseimbangan bakteri inilah yang akan menjaga tingkat keasaman normal vagina. Area kewanitaan memang harus cukup asam guna mencegah iritasi dan infeksi. Kondisi yang ideal bagi vagina ini akan terganggu jika Anda melakukan douching vagina. Berikut adalah empat risiko terbesar douching bagi organ intim Anda.

1. Infeksi bakteri vagina

Douching merusak keseimbangan bakteri pada vagina. Douching vagina justru akan memicu pertumbuhan bakteri jahat. Bila jumlah bakteri jahat pada area kewanitaan jauh lebih banyak dari bakteri baik, Anda berisiko mengidap infeksi bakteri vagina. Survei yang dilakukan oleh American Academy of Obstetrics and Gynaecology menunjukkan bahwa wanita yang sering melakukan douching vagina (seminggu sekali) lima kali lebih rentan mengidap infeksi bakteri vagina dibandingkan wanita yang tidak douching.

2. Penyakit radang panggul

Jika pada area kewanitaan Anda bakteri jahat sudah tumbuh cukup banyak, douching vagina justru akan mendorong bakteri-bakteri tersebut masuk ke organ dalam. Bakteri bisa masuk ke dalam vagina menuju rahim, saluran tuba falopi, dan indung telur. Hal ini memicu penyakit radang panggul. Rutin melakukan douching meningkatkan peluang Anda mengidap radang panggul hingga 73%.

BACA JUGA: 7 Gejala Anda Mungkin Mengidap Penyakit Kelamin

3. Masalah kehamilan

Douching bisa membuat Anda lebih sulit hamil. Selain itu, douching vagina juga berisiko menyebabkan kehamilan ektopik (janin tumbuh di luar rahim). Kemungkinannya mencapai 76% jika Anda rutin douching vagina. Ini karena kondisi ideal bagi sistem reproduksi Anda sudah terganggu. Lebih jauh, penelitian membuktikan wanita yang rajin douching berisiko melahirkan bayi di bawah berat badan normal.

BACA JUGA: Pentingnya Berat Badan Normal pada Bayi Baru Lahir

4. Kanker serviks

Wanita yang melakukan douching vagina lebih dari sekali seminggu ternyata empat kali lebih rentan diserang kanker serviks (leher rahim). Pasalnya, douching bisa meningkatkan risiko infeksi HPV genital pada vagina. HPV telah diketahui sebagai salah satu pemicu kanker serviks.  

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mengenal Berbagai Efek Samping Imunisasi: Bahaya Atau Tidak?

Jangan sampai berbagai efek samping imunisasi (vaksin) bikin Anda takut apalagi ragu diimunisasi. Pelajari dulu seluk-beluknya di sini, yuk.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Imunisasi, Kesehatan Anak, Parenting 16 Oktober 2020 . Waktu baca 12 menit

Pilihan Obat Sakit Gigi Antibiotik dan Apotek yang Ampuh untuk Anda

Obat apa yang Anda andalkan ketika sakit gigi menyerang? Berikut adalah obat sakit gigi paling ampuh yang bisa dijadikan pilihan!

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 16 Oktober 2020 . Waktu baca 13 menit

Alergi Binatang Kucing dan Anjing: Penyebab dan Cara Mengatasinya

Suka gatal dan bersin saat di dekat hewan berbulu? Bisa jadi itu pertanda Anda alergi binatang seperti kucing atau anjing. Cari tahu di sini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Alergi, Penyakit Alergi Lainnya 15 Oktober 2020 . Waktu baca 8 menit

Berapa Lama Telat Datang Bulan Dapat Menjadi Pertanda Kehamilan?

Telat haid memang bisa jadi ciri hamil, tapi bisa juga tidak. Jadi berapa lama sejak telat datang bulan bisa menjadi pertanda kehamilan. Cek di sini ya!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Hidup Sehat, Seks & Asmara 14 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

pekerjaan rumah tangga saat hamil

Pekerjaan Rumah Tangga Ini Dilarang Bagi Ibu Hamil

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit
bikin kopi yang sehat

6 Cara Praktis Membuat Kopi Anda Lebih Sehat dan Nikmat

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit
daging ayam belum matang

4 Penyakit Akibat Makan Daging Ayam Belum Matang (Plus Ciri-cirinya)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
vaksin MMR

Vaksin MMR: Manfaat, Jadwal, dan Efek Samping

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 9 menit