5 Penyebab Sperma Tidak Keluar Saat Ejakulasi (Bahaya Apa Tidak?)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Saat pria mencapai orgasme, seharusnya tubuh mengeluarkan air mani yang mengandung sperma melalui penis. Namun, ternyata ada sebagian orang yang mengalami masalah ejakulasi hingga menyebabkan sperma tidak keluar. Padahal, tubuh sudah menunjukkan tanda-tanda orgasme lain seperti kontraksi otot. Wah, berbahaya atau tidak, ya? Berikut adalah penjelasan beberapa kondisi yang mungkin membuat sperma tidak keluar.

1. Ejakulasi tertunda (delayed ejaculation)

Delayed ejaculation atau ejakulasi tertunda adalah kondisi saat pria memerlukan rangsangan seksual yang lebih lama dari biasanya (lebih dari 30 menit) untuk dapat mencapai klimaks dan mengeluarkan air mani berisi sel sperma. Bahkan, beberapa orang yang mengalami kondisi ejakulasi tertunda tidak dapat berejakulasi sama sekali. Ini berarti tak bisa mengeluarkan sperma saat berhubungan seksual dengan pasangannya.

Kondisi ini biasanya disebabkan oleh masalah kesehatan tertentu, konsumsi obat-obatan, hingga gangguan mental. Ejakulasi tertunda bisa menjadi masalah kesehatan jangka panjang yang terjadi seumur hidup atau terjadi dalam beberapa waktu tertentu saja dan bersifat sementara.

2. Ejakulasi retrograde

Ejakulasi retrograde atau ejakulasi terbalik terjadi ketika air mani yang seharusnya dikeluarkan melalui penis saat orgasme justru masuk ke kandung kemih. Selama orgasme, otot leher kandung kemih tidak dapat mengencang dan menutup dengan baik. Akibatnya, saat akan ejakulasi, sperma yang tadinya akan dikeluarkan melalui penis malah mengalir dan masuk ke kandung kemih.

Walaupun tidak berbahaya, ejakulasi retrograde bisa menyebabkan pria tidak subur dan sulit memiliki keturunan. Selain sperma tidak keluar, kondisi ini ditandai dengan urine yang berwarna lebih pucat dan agak kental karena mengandung air mani yang seharusnya dikeluarkan saat orgasme.

3. Operasi prostat dengan laser

Bedah prostat dengan teknologi laser biasanya dilakukan karena adanya pembesaran prostat alias benign prostatic hyperplasia (BPH). Laser akan membantu mengecilkan atau mengangkat jaringan berlebih pada prostat.

Dengan prosedur pembedahan, gejala yang berkaitan dengan masalah kandung kemih akibat pembesaran prostat bisa teratasi. Misalnya saja infeksi saluran kemih, sering buang air kecil, laju air kencing lambat, dan serangkaian gejala lainnya.

Sayangnya, efek samping umum yang biasanya dirasakan dari prosedur ini yaitu orgasme kering. Orgasme kering adalah kondisi ketika tubuh tidak mampu mengeluarkan sperma saat mencapai puncak kenikmatan seksual.

4. Hipogonadisme

Hipogonadisme adalah kondisi saat tubuh tidak menghasilkan cukup testosteron. Pada pria, hormon testosteron adalah kunci dari pertumbuhan dan kematangan seksual. Salah satu fungsi testosteron yaitu memproduksi sperma. Jika seorang pria mengalami hipogonadisme, ada kemungkinan masa pubertasnya terlambat atau pertumbuhan organ seksualnya tidak sempurna. Salah satunya yakni gangguan pertumbuhan pada penis dan buah zakar atau testis.

Bila pertumbuhan penis dan testis terganggu, bukan tidak mungkin produksi sperma pun akan terganggu. Pasalnya, sperma dihasilkan di testis dan tubuh memerlukan testosteron yang cukup untuk dapat memproduksi sperma secara normal.

Maka, jika Anda mengalami kondisi ini Anda berisiko mengalami impotensi, yaitu ketika penis tidak mampu mencapai ereksi dan sperma tidak keluar seperti pada ejakulasi umumnya.

5. Penyumbatan saluran sperma

Adanya penyumbatan di epididimis serta vas deferens dapat menganggu proses pengangkutan sperma untuk kemudian dikeluarkan melalui penis. Epididimis merupakan tempat untuk menyimpan dan mematangkan sperma. Sedangkan vas deferens merupakan saluran berbentuk tabung yang menyalurkan sperma untuk dapat keluar saat ejakulasi terjadi.

Penyumbatan di kedua bagian ini dapat menyebabkan pria tidak mampu mengeluarkan sperma saat ejakulasi. Infeksi, vasektomi (KB steril pria), dan juga permasalahan pada prostat bisa menjadi penyebab saluran sperma tersumbat.

Dalam beberapa kasus, kondisi ini tidak menunjukkan gejala yang pasti. Namun, jika penyumbatan disebabkan oleh infeksi, biasanya muncul cairan berwarna keputihan yang keluar dari penis tanpa sengaja, terasa sakit saat buang air kecil, serta terjadi peradangan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Bisakah Wanita Orgasme Hanya dengan Merangsang Payudara?

Sudah tahu caranya bikin wanita orgasme dengan stimulasi klitoris? Apakah orgasme pada wanita juga bisa dipicu dengan merangsang payudara?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Seks & Asmara 18 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit

Mengenal Prostatektomi, Operasi untuk Masalah Penyakit Prostat

Kanker prostat dan BPH dapat disembuhkan dengan melakukan prostatektomi. Apa itu prostatektomi? Simak penjelasannya berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Urologi, Prostat 5 Agustus 2020 . Waktu baca 7 menit

Pembesaran Prostat Jinak (BPH)

Pembesaran prostat jinak adalah kondisi di mana kelenjar prostat pria membesar tetapi bukan karena kanker. Bagaimana mengatasi kondisi ini?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Urologi, Prostat 5 Agustus 2020 . Waktu baca 11 menit

Mencegah Penyakit Prostat dengan Perubahan Gaya Hidup

Siapa bilang penderita kelainan prostat tidak bisa olahraga? Faktanya, ada beberapa jenis olahraga yang cocok untuk penyakit prostat. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Urologi, Prostat 5 Agustus 2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Alergi Sperma

Memiliki Alergi Terhadap Sperma, Mitos atau Fakta?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 21 September 2020 . Waktu baca 8 menit

Bukan Hanya Terasa Nikmat, Ini 3 Manfaat Orgasme untuk Kesehatan Kulit

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 17 September 2020 . Waktu baca 3 menit
makan toge

Makan Taoge Bikin Pria Lebih Subur, Fakta atau Mitos?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 3 September 2020 . Waktu baca 3 menit
afterplay setelah seks

Bukan Hanya Foreplay, Afterplay Setelah Seks Juga Tak Kalah Penting

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 25 Agustus 2020 . Waktu baca 3 menit