Hati-hati, Sabun Antibakteri Bisa Menyebabkan Kebal Antibiotik

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Ketika Anda ingin membeli sabun mandi atau sabun cuci tangan, apakah Anda membeli produk yang berlabel “antibakteri” dengan harapan produk tersebut akan menjaga keluarga Anda lebih aman? Apakah menurut Anda sabun antibakteri akan menurunkan risiko Anda terinfeksi kuman?

Menurut penelitian terbaru, bahan antibakteri yang terdapat di sabun justru dapat menyebabkan bakteri menjadi resisten terhadap antibiotik.

Apa yang dimaksud sabun antibakteri?

Sabun antibakteri (terkadang disebut sabun antimikroba atau antiseptik) mengandung bahan kimia tertentu yang tidak ditemukan di sabun biasa. Bahan-bahan tersebut ditambahkan ke dalam sabun dengan tujuan untuk mengurangi atau mencegah infeksi bakteri.

Banyak sabun cair berlabel antibakteri yang mengandung triclosan, sebuah bahan yang menjadi banyak perhatian saat ini.

Apa itu triclosan?

Triclosan adalah sebuah bahan aktif yang ditambahkan kedalam berbagai jenis sabun dan produk pembersih, yang diklaim memiliki efek antibakteri dan anti jamur.

Pada 2016, badan pengawas obat dan makanan Amerika (FDA) telah melarang adanya penambahan triclosan ke dalam sabun karena alasan keamanan dan kurangnya bukti yang menunjukkan bahwa sabun dengan triclosan dapat bekerja lebih baik dibandingkan dengan sabun biasa. Tetapi, bahan ini masih dapat ditemukan di produk lain, seperti sabun yang digunakan di pelayanan kesehatan atau rumah sakit.

Triclosan juga banyak ditambahkan ke produk lain seperti mainan, furnitur, dan pakaian untuk mencegah kontaminasi bakteri. FDA telah memperingatkan bahwa triclosan dapat menyebabkan resistensi terhadap antibiotik, suatu keadaan di mana bakteri berevolusi dan mengembangkan cara untuk menghindari obat antibiotik, sehingga akhirnya membuat obat antibiotik tidak efektif lagi.

Bagaimana triclosan menyebabkan resisten antibiotik?

Sebuah studi terbaru yang diterbitkan di Journal of Antimicrobial Chemotherapy, menjelaskan kemungkinan bagaimana triclosan dapat menyebabkan resistensi antibiotik.

Peneliti fokus pada sebuah fenomena yang disebut resistensi silang (cross-resistance), yaitu keadaan yang terjadi ketika paparan suatu bahan antibakteri dapat menyebabkan bakteri menjadi resisten terhadap agen antibakteri lainnya yang mirip, meskipun belum pernah terpapar sebelumnya. Studi ini mendapati bahwa beberapa jenis bakteri yang resisten tehadap antibiotik golongan  kuinolon, mereka juga resisten  terhadap triclosan.

Kuinolon membunuh bakteri dengan cara menghancurkan enzim untuk replikasi DNA bakteri, sehingga bakteri tidak dapat bereplikasi dan mati. Namun, bakteri dapat mengembangkan mekanisme pertahanan mereka dengan cara bermutasi, yang dapat menghentikan efek kuinolon dalam menghancurkan DNA bakteri, sehingga bakteri tersebut menjadi resisten terhadap kuinolon.

Peneliti menemukan bahwa mutasi tersebut juga dapat menyebabkan bakteri menjadi resisten terhadap triclosan, dan para peneliti mencurigai bahwa fenomena tersebut dapat terjadi secara berkebalikan, di mana paparan triclosan dapat membuat bakteri berevolusi dan menyebabkan mereka resisten terhadap kuinolon.

Triclosan dan masalah kesehatan

Triclosan dapat ditemukan di berbagai produk saat ini, seperti sabun, mainan, furnitur, dan pakaian dengan tujuan untuk mencegah kontaminasi bakteri. Oleh karena itu, paparan jangka panjang terhadap triclosan ternyata lebih tinggi daripada yang dibayangkan, dan menyebabkan peningkatan kekhawatiran akan potensi risiko yang dapat ditimbulkan dari bahan tersebut.

Berbagai penelitian telah menemukan bahwa triclosan dapat berkontribusi dalam membuat bakteri menjadi resisten terhadap antibiotik, sehingga mempengaruhi efektivitas dalam pengobatan medis. Hal ini dapat berdampak buruk bagi masalah kesehatan karena semakin terbatasnya jumlah obat yang masih efektif dalam pengobatan.

Organisasi kesehatan dunia (WHO) sebelumnya telah memperingatkan bahwa resistensi antibiotik merupakan salah satu ancaman terbesar terhadap kesehatan global.

Apa yang harus Anda lakukan?

Lalu, apa yang harus Anda lakukan untuk mencegah hal ini. Cucilah tangan Anda dengan sabun biasa dan air. Ini merupakan salah satu langkah penting yang dapat Anda lakukan untuk menghindari penyakit serta mencegah risiko terjadinya resistensi antibiotik.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: September 4, 2017 | Terakhir Diedit: November 29, 2019

Sumber
Yang juga perlu Anda baca