Hati-hati, Sabun Antibakteri Bisa Menyebabkan Kebal Antibiotik

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 29/11/2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Ketika Anda ingin membeli sabun mandi atau sabun cuci tangan, apakah Anda membeli produk yang berlabel “antibakteri” dengan harapan produk tersebut akan menjaga keluarga Anda lebih aman? Apakah menurut Anda sabun antibakteri akan menurunkan risiko Anda terinfeksi kuman?

Menurut penelitian terbaru, bahan antibakteri yang terdapat di sabun justru dapat menyebabkan bakteri menjadi resisten terhadap antibiotik.

Apa yang dimaksud sabun antibakteri?

Sabun antibakteri (terkadang disebut sabun antimikroba atau antiseptik) mengandung bahan kimia tertentu yang tidak ditemukan di sabun biasa. Bahan-bahan tersebut ditambahkan ke dalam sabun dengan tujuan untuk mengurangi atau mencegah infeksi bakteri.

Banyak sabun cair berlabel antibakteri yang mengandung triclosan, sebuah bahan yang menjadi banyak perhatian saat ini.

Apa itu triclosan?

Triclosan adalah sebuah bahan aktif yang ditambahkan kedalam berbagai jenis sabun dan produk pembersih, yang diklaim memiliki efek antibakteri dan anti jamur.

Pada 2016, badan pengawas obat dan makanan Amerika (FDA) telah melarang adanya penambahan triclosan ke dalam sabun karena alasan keamanan dan kurangnya bukti yang menunjukkan bahwa sabun dengan triclosan dapat bekerja lebih baik dibandingkan dengan sabun biasa. Tetapi, bahan ini masih dapat ditemukan di produk lain, seperti sabun yang digunakan di pelayanan kesehatan atau rumah sakit.

Triclosan juga banyak ditambahkan ke produk lain seperti mainan, furnitur, dan pakaian untuk mencegah kontaminasi bakteri. FDA telah memperingatkan bahwa triclosan dapat menyebabkan resistensi terhadap antibiotik, suatu keadaan di mana bakteri berevolusi dan mengembangkan cara untuk menghindari obat antibiotik, sehingga akhirnya membuat obat antibiotik tidak efektif lagi.

Bagaimana triclosan menyebabkan resisten antibiotik?

Sebuah studi terbaru yang diterbitkan di Journal of Antimicrobial Chemotherapy, menjelaskan kemungkinan bagaimana triclosan dapat menyebabkan resistensi antibiotik.

Peneliti fokus pada sebuah fenomena yang disebut resistensi silang (cross-resistance), yaitu keadaan yang terjadi ketika paparan suatu bahan antibakteri dapat menyebabkan bakteri menjadi resisten terhadap agen antibakteri lainnya yang mirip, meskipun belum pernah terpapar sebelumnya. Studi ini mendapati bahwa beberapa jenis bakteri yang resisten tehadap antibiotik golongan  kuinolon, mereka juga resisten  terhadap triclosan.

Kuinolon membunuh bakteri dengan cara menghancurkan enzim untuk replikasi DNA bakteri, sehingga bakteri tidak dapat bereplikasi dan mati. Namun, bakteri dapat mengembangkan mekanisme pertahanan mereka dengan cara bermutasi, yang dapat menghentikan efek kuinolon dalam menghancurkan DNA bakteri, sehingga bakteri tersebut menjadi resisten terhadap kuinolon.

Peneliti menemukan bahwa mutasi tersebut juga dapat menyebabkan bakteri menjadi resisten terhadap triclosan, dan para peneliti mencurigai bahwa fenomena tersebut dapat terjadi secara berkebalikan, di mana paparan triclosan dapat membuat bakteri berevolusi dan menyebabkan mereka resisten terhadap kuinolon.

Triclosan dan masalah kesehatan

Triclosan dapat ditemukan di berbagai produk saat ini, seperti sabun, mainan, furnitur, dan pakaian dengan tujuan untuk mencegah kontaminasi bakteri. Oleh karena itu, paparan jangka panjang terhadap triclosan ternyata lebih tinggi daripada yang dibayangkan, dan menyebabkan peningkatan kekhawatiran akan potensi risiko yang dapat ditimbulkan dari bahan tersebut.

Berbagai penelitian telah menemukan bahwa triclosan dapat berkontribusi dalam membuat bakteri menjadi resisten terhadap antibiotik, sehingga mempengaruhi efektivitas dalam pengobatan medis. Hal ini dapat berdampak buruk bagi masalah kesehatan karena semakin terbatasnya jumlah obat yang masih efektif dalam pengobatan.

Organisasi kesehatan dunia (WHO) sebelumnya telah memperingatkan bahwa resistensi antibiotik merupakan salah satu ancaman terbesar terhadap kesehatan global.

Apa yang harus Anda lakukan?

Lalu, apa yang harus Anda lakukan untuk mencegah hal ini. Cucilah tangan Anda dengan sabun biasa dan air. Ini merupakan salah satu langkah penting yang dapat Anda lakukan untuk menghindari penyakit serta mencegah risiko terjadinya resistensi antibiotik.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Cepat-Tanggap Difteri, Ini Langkah Pengobatan Penyakit Difteri yang Tepat

Untuk menghindari komplikasi serius, difteri membutuhkan penanganan medis yang tepat. Seperti apa pengobatan difteri dan obat difteri apa yang efektif?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Hidup Sehat, Tips Sehat 18/12/2019 . Waktu baca 7 menit

5 Kiat Memilih Sabun Cuci Muka yang Cocok untuk Kulit Kombinasi

Memilih sabun cuci muka untuk kulit kombinasi memang tidak mudah. Supaya tidak salah pilih, yuk, intip tipsnya berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Perawatan Kulit, Hidup Sehat 03/12/2019 . Waktu baca 4 menit

4 Tips Memilih Sabun untuk Orang dengan Kulit Alergi

Memiliki alergi pada kulit mengharuskan Anda berhati-hati ketika memakai sabun. Jangan cemas, simak tips memilih sabun untuk kulit alergi berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Penyakit Kulit, Health Centers 13/09/2019 . Waktu baca 4 menit

Minum Antibiotik Kok Malah Demam, Apakah Ini Bahaya?

Anda mungkin mengalami demam saat minum antibiotik. Apakah kondisi ini berbahaya? Apa saja penyebabnya? Cari tahu jawabannya di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Hidup Sehat, Tips Sehat 08/07/2019 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara cuci tangan dengan benar

Sudah Benarkah Cara Cuci Tangan Anda?

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 22/06/2020 . Waktu baca 4 menit
gonta-ganti sabun mandi

Efek Sering Gonta-Ganti Sabun Mandi Terhadap Kesehatan Kulit

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 24/05/2020 . Waktu baca 4 menit
penyebab resistensi antibiotik

Resistensi Antibiotik: Apa Penyebab dan Bagaimana Cara Mencegahnya?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 07/04/2020 . Waktu baca 4 menit
antibiotik untuk jerawat

Daftar Antibiotik yang Ampuh untuk Mengobati Jerawat

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 24/01/2020 . Waktu baca 6 menit