Ketika patah hati ditinggalkan pasangan atau bertengkar besar dengan orang tua, dunia terasa runtuh luluh lantak. Menangis seharusnya baik untuk Anda — membuat kita merasa lebih enakan karena air mata membilas racun yang menumpuk selama Anda stres berat. Dan pada akhirnya, menangis dapat meningkatkan suasana hati Anda dengan melepaskan hormon kebahagiaan.

Tapi sebaiknya jangan nangis sampai ketiduran, apalagi tidur saat emosian membara kalau tidak mau emosi mengeras jadi dendam kesumat. Kenapa?

Tidur membuat otak sulit melupakan hal-hal yang tidak ingin diingat

Normalnya, tidur membantu kita untuk mengatur ulang informasi yang kita peroleh selama seharian dan menyimpannya dalam ingatan. Proses ini disebut sebagai konsolidasi, alias penguatan memori.

Nah, tim peneliti dari Beijing Normal University menemukan bahwa tidur saat emosian ternyata justru mengubah cara kerja otak dalam menyimpan kenangan negatif, sehingga bahkan setelah bangun tidur pun emosi tersebut masih berkerak dalam hati yang bikin Anda tambah uring-uringan menjalani hari. Dan ternyata, temuan ini lebih terlihat jelas pada laki-laki.

Peneliti melakukan serangkaian penelitian ekstensif pada 73 pria anak kuliahan. Pertama, partisipan diminta untuk menghafal sejumlah gambar yang terdiri dari pasangan gambar netral dan gambar mengerikan, seperti foto mayat, anak-anak menangis, dan tubuh yang penuh luka berdarah. Dengan cara ini, orang-orang belajar untuk mengasosiasikan setiap wajah dengan gambar menjengkelkan. Setelah break sebentar, mereka ditunjukkan koleksi gambar wajah netral dan diminta untuk mengubur ingatan yang buruk dari gambar-gambar mengerikan yang sudah dipasangkan sebelumnya.

Para peneliti mengulangi tugas penekanan memori ini pada hari berikutnya, setelah peserta mendapat cukup tidur malam, dan menemukan bahwa tidur saat emosian justru memperkuat ingatan buruk yang membuat peserta lebih sulit untuk melupakan kenangan negatif, yang mungkin tidak ingin diingat-ingat.

Tidur saat emosian mengubah cara kerja otak menyimpan memori

Kemampuan mengubur ingatan negatif adalah kunci utama dan bagian penting dari kesejahteraan mental. Dengan mengolah informasi dan menyimpannya dalam jangka panjang, hal ini membantu kita untuk belajar dari kesalahan dan menghindari terlalu lama terperangkap dalam penyesalan. Pasalnya, dalam keadaan sadar, otak dapat menekan memori secara aktif dengan berusaha melupakannya saat itu juga sehingga lebih kecil kemungkinannya untuk mengingat memori yang menjengkelkan.

Ketika orang mencoba untuk menekan kenangan buruk, ada kenaikan aliran darah ke hippocampus — area otak terkait dengan pembentukan memori baru. Tapi setelah melihat hasil scan MRI dari para partisipan, peneliti menemukan bahwa setelah tidur saat emosian, aktivitas aliran darah justru membelok menuju neokorteks, daerah luar otak yang terkait dengan persepsi sensorik dan pikiran sadar. Aliran darah yang menuju neokorteks jadi memicu otak untuk mencampuradukkan sisi emosi dan nilai informasi mentah dari kenangan tersebut.

Peneliti mengatakan, temuan ini menunjukkan bahwa kenangan buruk telah diatur ulang untuk berpindah dari daerah sementara di hippocampus menuju markas penyimpanan ingatan jangka panjang di korteks, yang membuat kenangan buruk lebih sulit untuk dilupakan setelah bangun tidur malam yang diselimuti perasaan negatif.

Jadi, harus bagaimana jika merasa kesal, marah, atau galau di malam hari?

Hasil penelitian menunjukkan bahwa jika ingin tidur nyenyak dan bangun pagi dengan hati yang lebih enteng, Anda harus mencoba untuk menyelesaikan argumen sebelum tidur dan jangan tidur saat hati masih panas, kata rekan penulis studi Yunzhe Liu, Ph.D. mahasiswa dalam ilmu saraf di University College London, dilansir dari Live Science.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca