Ini Alasannya Kenapa Kita Tak Boleh Pergi Tidur Dalam Keadaan Emosi

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 06/09/2017 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Ketika patah hati ditinggalkan pasangan atau bertengkar besar dengan orang tua, dunia terasa runtuh luluh lantak. Menangis seharusnya baik untuk Anda — membuat kita merasa lebih enakan karena air mata membilas racun yang menumpuk selama Anda stres berat. Dan pada akhirnya, menangis dapat meningkatkan suasana hati Anda dengan melepaskan hormon kebahagiaan.

Tapi sebaiknya jangan nangis sampai ketiduran, apalagi tidur saat emosian membara kalau tidak mau emosi mengeras jadi dendam kesumat. Kenapa?

Tidur membuat otak sulit melupakan hal-hal yang tidak ingin diingat

Normalnya, tidur membantu kita untuk mengatur ulang informasi yang kita peroleh selama seharian dan menyimpannya dalam ingatan. Proses ini disebut sebagai konsolidasi, alias penguatan memori.

Nah, tim peneliti dari Beijing Normal University menemukan bahwa tidur saat emosian ternyata justru mengubah cara kerja otak dalam menyimpan kenangan negatif, sehingga bahkan setelah bangun tidur pun emosi tersebut masih berkerak dalam hati yang bikin Anda tambah uring-uringan menjalani hari. Dan ternyata, temuan ini lebih terlihat jelas pada laki-laki.

Peneliti melakukan serangkaian penelitian ekstensif pada 73 pria anak kuliahan. Pertama, partisipan diminta untuk menghafal sejumlah gambar yang terdiri dari pasangan gambar netral dan gambar mengerikan, seperti foto mayat, anak-anak menangis, dan tubuh yang penuh luka berdarah. Dengan cara ini, orang-orang belajar untuk mengasosiasikan setiap wajah dengan gambar menjengkelkan. Setelah break sebentar, mereka ditunjukkan koleksi gambar wajah netral dan diminta untuk mengubur ingatan yang buruk dari gambar-gambar mengerikan yang sudah dipasangkan sebelumnya.

Para peneliti mengulangi tugas penekanan memori ini pada hari berikutnya, setelah peserta mendapat cukup tidur malam, dan menemukan bahwa tidur saat emosian justru memperkuat ingatan buruk yang membuat peserta lebih sulit untuk melupakan kenangan negatif, yang mungkin tidak ingin diingat-ingat.

Tidur saat emosian mengubah cara kerja otak menyimpan memori

Kemampuan mengubur ingatan negatif adalah kunci utama dan bagian penting dari kesejahteraan mental. Dengan mengolah informasi dan menyimpannya dalam jangka panjang, hal ini membantu kita untuk belajar dari kesalahan dan menghindari terlalu lama terperangkap dalam penyesalan. Pasalnya, dalam keadaan sadar, otak dapat menekan memori secara aktif dengan berusaha melupakannya saat itu juga sehingga lebih kecil kemungkinannya untuk mengingat memori yang menjengkelkan.

Ketika orang mencoba untuk menekan kenangan buruk, ada kenaikan aliran darah ke hippocampus — area otak terkait dengan pembentukan memori baru. Tapi setelah melihat hasil scan MRI dari para partisipan, peneliti menemukan bahwa setelah tidur saat emosian, aktivitas aliran darah justru membelok menuju neokorteks, daerah luar otak yang terkait dengan persepsi sensorik dan pikiran sadar. Aliran darah yang menuju neokorteks jadi memicu otak untuk mencampuradukkan sisi emosi dan nilai informasi mentah dari kenangan tersebut.

Peneliti mengatakan, temuan ini menunjukkan bahwa kenangan buruk telah diatur ulang untuk berpindah dari daerah sementara di hippocampus menuju markas penyimpanan ingatan jangka panjang di korteks, yang membuat kenangan buruk lebih sulit untuk dilupakan setelah bangun tidur malam yang diselimuti perasaan negatif.

Jadi, harus bagaimana jika merasa kesal, marah, atau galau di malam hari?

Hasil penelitian menunjukkan bahwa jika ingin tidur nyenyak dan bangun pagi dengan hati yang lebih enteng, Anda harus mencoba untuk menyelesaikan argumen sebelum tidur dan jangan tidur saat hati masih panas, kata rekan penulis studi Yunzhe Liu, Ph.D. mahasiswa dalam ilmu saraf di University College London, dilansir dari Live Science.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Sering Berpikir Negatif Bisa Tingkatkan Risiko Demensia

Selain itu studi terbaru menunjukkan bahwa berpikir negatif (negative thinking) terus menerus bisa meningkatkan risiko demensia. Apa bisa dicegah?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Hidup Sehat, Fakta Unik 20/06/2020 . Waktu baca 4 menit

Keluar dari Lubang Hitam Anda Lewat Psikoterapi

Sedang mengalami masa sulit yang seakan mengisap energi dan pikiran Anda ke dalam lubang hitam? Psikoterapi bisa membantu Anda mencari solusinya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Psikologi 20/06/2020 . Waktu baca 5 menit

6 Sumber Stres Utama dalam Pernikahan

Tanpa Anda sadari, pernikahan mungkin menjadi penyebab Anda stres dan tertekan. Ayo cari tahu berbagai sumber stres dalam pernikahan dan cegah dampaknya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Psikologi 19/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Memanfaatkan Hipnoterapi untuk Menyembuhkan Trauma Psikologis

Bagi orang yang memendam trauma psikologis yang serius, dampaknya begitu terasa dalam hidup sehari-hari. Untungnya, metode hipnoterapi bisa membantu Anda.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Psikologi 18/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

obat prostat di apotek

Obat-obatan yang Bisa Digunakan untuk Mengatasi Penyakit Prostat

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 05/08/2020 . Waktu baca 8 menit
melatih otak agar percaya diri

3 Cara Melatih Otak Supaya Lebih Percaya Diri

Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Dipublikasikan tanggal: 20/07/2020 . Waktu baca 5 menit
penyebab cantengan; kuku cantengan

Mengapa Kuku Bisa Cantengan dan Bagaimana Mengobatinya?

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 08/07/2020 . Waktu baca 5 menit
akibat anak terlalu sering dibentak

Apa Akibat Anak Sering Dibentak? Orangtua Perlu Tahu Ini

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 22/06/2020 . Waktu baca 8 menit