5 Cara Jitu Menghilangkan Trauma yang Bisa Anda Coba

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 3 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Mengalami peristiwa traumatis bisa terjadi pada siapapun. Pengalaman ini bisa berupa mengalami kekerasan, cedera serius, kehilangan seseorang yang sangat berarti, pelecehan seksual, bencana alam, dan masih banyak lagi. Bahkan, Anda bisa ikut merasakan trauma hanya dengan menyaksikan orang terdekat tertimpa musibah. Kemudian, bagaimana cara menghilangkan trauma yang dapat dilakukan? Temukan jawabannya di bawah ini.

Apa yang dimaksud dengan trauma?

Trauma sebenarnya adalah respons emosional terhadap berbagai kejadian buruk yang menimpa diri Anda maupun orang terdekat. Biasanya, tepat setelah mengalami pengalaman yang kurang menyenangkan tersebut, Anda merasakan shock atau terkejut, maupun perasaan denial atau penolakan.

Namun, setelah waktu berlalu, reaksi yang Anda alami terhadap kejadian tersebut bisa lebih bermacam-macam. Sebagai contoh, muncul emosi-emosi yang tidak bisa diprediksi sebelumnya, hingga respons fisik seperti sakit kepala dan mual.

Hal tersebut terhitung normal, tapi ada pula yang justru menjadi stres jika teringat dengan kejadian di masa lampau tersebut. Khususnya, jika Anda masih belum bisa berdamai dengan peristiwa di masa lalu tersebut. Maka itu, lakukan berbagai cara untuk menghilangkan trauma agar terbebas dari stres berkepanjangan.

Berbagai cara menghilangkan trauma yang perlu dicoba

Jika Anda terus-menerus dihantui oleh kejadian traumatis di masa lalu hingga merasa stres dan depresi, ada beberapa cara mengatasi trauma yang bisa dipraktekkan, seperti berikut ini.

1. Berusaha menerima perasaan yang muncul

Jika sudah merasa stres karena tidak bisa berhenti memikirkan kejadian traumatis di masa lampau, Anda mungkin merasakan emosi-emosi negatif seperti marah, merasa bersalah, dan masih banyak lagi. Tentu saja hal tersebut tidak akan memberikan dampak positif kepada diri Anda.

Akan tetapi, perlu diingat bahwa memiliki perasaan-perasaan tersebut adalah reaksi yang wajar. Apalagi, jika baru saja merasakan pengalaman yang begitu menakutkan atau menyakitkan bagi Anda. Maka itu, cara terbaik untuk menghilangkan trauma adalah dengan menerima perasaan-perasaan tersebut terlebih dahulu.

Pasalnya, tidak sedikit yang justru menolak perasaan-perasaan tersebut tanpa berusaha berdamai dengan kejadian traumatis di masa lalu itu. Tak heran jika hal tersebut justru menyebabkan trauma berkepanjangan.

Padahal, berusaha menerima perasaan tersebut termasuk bagian penting dari proses healing atau penyembuhan dari trauma itu sendiri. Oleh karena itu, cobalah beri diri Anda waktu untuk merasakan perasaan marah, takut, sedih, kecewa, dan sebagainya.

Setiap orang memiliki waktu dan prosesnya masing-masing. Jadi, jangan memaksakan diri untuk segera melalui masa-masa penyembuhan ini. Jika dirasa sudah cukup meluapkan perasaan-perasaan tersebut, mulailah secara perlahan untuk berdamai dengan kenangan tersebut dan menjalani hari baru dengan semangat yang baru.

2. Rutin berolahraga sebagai cara menghilangkan trauma

Cara berikutnya yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi trauma adalah rutin berolahraga. Saat berolahraga, tubuh Anda akan memproduksi hormon endorfin yang lebih banyak untuk mengembalikan suasana hati menjadi lebih baik.

Tak hanya itu, rutin berolahraga juga dapat membantu memperbaiki sistem saraf Anda, sehingga Anda bisa terbebas dari perasaan trauma yang selama ini menghantui. Untuk mewujudkan cara menghilangkan trauma yang satu ini, Anda bisa mencoba berolahraga setidaknya selama 30 menit setiap harinya.

Pilihan jenis olahraga yang bisa Anda lakukan pun sebenarnya beragam, mulai dari berjalan kaki, berlari, berenang, bermain basket, hingga menari. Selama berolahraga, pastikan untuk selalu fokus pada tubuh dan apa yang Anda rasakan saat tubuh bergerak. Hal ini penting untuk membantu Anda agar tidak mudah cedera saat berolahraga.

3. Jangan terlalu sering menyendiri

Saat merasa stres, sedih, marah, dan kecewa, Anda mungkin lebih memilih untuk sendiri daripada harus berinteraksi dengan orang lain. Namun, di saat-saat seperti ini, menghabiskan waktu sendirian terlalu lama justru dapat memperharah kondisi Anda.

Oleh sebab itu, cara menghilangkan trauma yang bisa Anda lakukan adalah sebisa mungkin menghabiskan waktu dengan orang lain. Anda tidak harus membicarakan mengenai trauma yang Anda rasakan jika merasa tak nyaman. Ada banyak hal yang bisa Anda bicarakan dengan orang lain yang dapat membantu Anda merasa lebih nyaman.

Selain itu, jangan ragu untuk berpartisipasi di dalam berbagai kegiatan atau melakukan aktivitas di luar rumah bersama dengan orang lain. Sebagai contoh, bertemu dengan kawan lama, menjadi sukarelawan, atau berkenalan dengan orang baru. Lakukan berbagai aktivitas yang tidak ada kaitannya dengan trauma yang Anda alami.

4. Makan dan tidur teratur sebagai cara menghilangkan trauma

Salah satu cara yang perlu Anda lakukan untuk mengatasi trauma adalah menjaga kesehatan diri sendiri dengan menjalani pola hidup sehat. Menurut HelpGuide, Anda tetap harus memerhatikan pola makan dan pola tidur meski sedang mengalami post-traumatic stress disorder (PTSD) atas suatu hal buruk yang terjadi di dalam hidup.

Pasalnya, makanan yang Anda konsumsi sangat berpengaruh terhadap suasana hati. Oleh sebab itu, makanan juga menjadi penentu apakah Anda mampu atau tidak menghadapi stres yang melanda akibat trauma.

Pilihlah makanan yang sehat, hindari makanan cepat saji, makanan manis, dan berbagai makanan tak sehat lainnya karena dapat memperparah gejala PTSD. Lebih baik, tingkatkan konsumsi buah dan sayuran segar, protein, dan makanan yang mengandung lemak sehat.

Hal ini disebabkan makanan tersebut dapat membantu membantu Anda menghadapi trauma. Tak hanya itu saja, memiliki kebiasaan mengonsumsi makanan sehat juga dapat meningkatkan kesehatan tubuh Anda secara menyeluruh.

Sementara itu, pola tidur yang buruk, apalagi jika Anda kurang tidur, dapat memperparah gejala trauma yang Anda alami. Bahkan, kebiasaan tak sehat ini juga akan mempersulit Anda dalam mengendalikan keseimbangan emosional yang ada pada diri.

5. Cari bantuan medis jika perlu

Jika hal-hal tersebut ternyata masih belum cukup untuk membantu Anda menghilangkan trauma, cobalah cara yang satu ini. Ya, tidak ada salahnya mencari pertolongan kepada orang lain, khususnya pada para ahli, jika merasa Anda tidak bisa membantu diri sendiri.

Sebenarnya, perasaan cemas, bingung, merasa bersalah, hingga seolah hidup sudah hancur berantakan adalah perasaan yang masih tergolong wajar, khususnya jika baru saja mengalami kejadian buruk pada diri sendiri. Bahkan, perasaan-perasaan tersebut akan hilang dengan sendirinya.

Namun, jika perasaan yang dimiliki sudah cukup intens hingga mengganggu aktivitas sehari-hari, lebih baik segera cari pertolongan medis untuk mengatasi kondisi kesehatan Anda.

Beberapa pertanda yang perlu Anda perhatikan termasuk:

  • Perasaan tersebut sudah bertahan lebih dari enam minggu dan Anda tidak merasa lebih baik.
  • Tidak bisa menjalankan aktivitas seperti hari-hari biasanya.
  • Sering kali mengalami mimpi buruk, atau ingatan-ingatan yang berkaitan dengan penyebab trauma.
  • Semakin kesulitan atau tidak bisa berkomunikasi dengan orang lain.
  • Munculnya keinginan untuk bunuh diri.
  • Terus-menerus menghindari berbagai hal yang mengingatkan pada penyebab trauma.

Jika gejala-gejala tersebut muncul, lebih baik segera periksakan kondisi Anda ke dokter untuk penanganan lebih lanjut.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mengenal Khasiat Adaptogen, Zat Penangkal Stres di Dalam Tanaman Herbal

Adaptogen adalah zat dalam kandungan obat herbal. Katanya sih, obat herbal dengan adaptogen punya khasiat yang banyak. Sebenarnya apa sih adaptogen itu?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Pengobatan Herbal dan Alternatif, Herbal A-Z 22 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

Serba-Serbi Membesarkan Anak Dengan Kepribadian Introvert

Cari tahu apa itu introvert, apa tanda-tandanya jika si kecil memiliki kepribadian introvert, dan apa yang perlu Anda lakukan sebagai orangtua.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Monika Nanda
Anak 6-9 tahun, Perkembangan Anak, Parenting 20 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

Serangan Panik

Panik adalah insting alamiah manusia yang mendeteksi datangnya bahaya. Namun, serangan panik adalah kondisi lain yang disebabkan oleh gangguan klinis.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Mental, Gangguan Kecemasan 18 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit

Apakah Anda Yakin Ditaksir Orang yang Anda Cintai? Bisa Jadi Itu Tanda Erotomania

Terlalu yakin ditaksir selebriti atau orang terkenal adalah tanda khas dari erotomania syndrome. Yuk, kenali lebih dalam kondisi ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Mental, Gangguan Mental Lainnya 17 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

sedang stres

Mengapa Susah Berpikir Jernih Saat Stres Melanda?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
patah hati menyebabkan kematian

Benarkah Patah Hati Dapat Sebabkan Kematian?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
self esteem adalah

Pentingnya Punya Self Esteem (Harga Diri) yang Baik dan Cara Meningkatkannya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 23 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
menghadapi orangtua

Kesal Menghadapai Orangtua yang Memojokkan Anda? Hadapi dengan 3 Langkah Bijak Ini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 22 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit