backup og meta
Kategori
Cek Kondisi

6

Tanya Dokter
Simpan

9 Cara Menghilangkan Trauma, Tidak Mudah, Bukan Berarti Mustahil

Ditinjau secara medis oleh dr. Tania Savitri · General Practitioner · Integrated Therapeutic


Ditulis oleh Annisa Hapsari · Tanggal diperbarui 7 jam lalu

    9 Cara Menghilangkan Trauma, Tidak Mudah, Bukan Berarti Mustahil

    Trauma bukan hanya sekedar kenangan buruk. Jika dibiarkan, kondisi ini bisa mengganggu kesehatan mental yang mengalaminya. Oleh karena itu, meski tak mudah, cobalah berbagai cara untuk menghilangkan trauma.

    Dengan mengetahui cara keluar dari trauma, Anda akan memiliki semangat dan motivasi hidup yang lebih kuat.

    Jika sampai saat ini Anda belum juga menemukan cara menyembuhkan trauma, simak ulasan berikut

    Berbagai cara menghilangkan trauma

    Meski mengalami kenangan buruk yang sama, setiap orang bisa memberikan respon yang berbeda.

    Beberapa di antaranya mungkin bisa melupakan kenangan buruk dalam hitungan hari. Namun, tidak sedikit pula yang sampai merasakan trauma.

    Seperti halnya perbedaan respons yang diberikan setiap orang pada peristiwa buruk, cara menghilangkan trauma setiap orang pun bisa berbeda.

    Oleh karena itu, jangan ragu konsultasi ke psikolog atau psikiater demi mendapatkan penanganan terbaik.

    Selain menjalani perawatan bersama penyedia layanan kesehatan profesional, Anda bisa melakukan berbagai cara berikut untuk menghilangkan trauma.

    1. Terima perasaan yang muncul

    menangis darah

    Marah, merasa bersalah, sedih, dan gelisah merupakan bentuk emosi yang kerap muncul ketika Anda mengingat atau menemui kembali peristiwa traumatis yang serupa dengan masa lalu.

    Ketika Anda merasakan emosi tersebut, jangan berusaha melawannya. Sebaliknya, terimalah perasaan tersebut karena itu merupakan hal yang wajar.

    Meredam emosi negatif justru bisa menyebabkan trauma berkepanjangan. Sebaliknya, menerima perasaan tersebut merupakan bagian dari healing atau upaya penyembuhan diri.

    2. Rutin olahraga

    Sebuah penelitian yang diterbitkan oleh Frontiers in Psychology menunjukkan bahwa olahraga secara teratur, tiga kali dalam satu minggu selama 30–60 menit dapat menurunkan gangguan stres pascatrauma (PTSD).

    Manfaat olahraga untuk meningkatkan suasana hati bisa terjadi berkat peningkatan produksi endorfin, hormon yang berfungsi memperbaiki suasana hati.

    Dalam penelitian tersebut, olahraga yang dipilih untuk mengatasi PTSD adalah senam aerobik, yoga, dan angkat beban.

    Namun, endorfin sendiri sebenarnya bisa dihasilkan dengan melakukan olahraga lain, seperti lari, berenang, dan masih banyak lagi.

    3. Jangan terlalu sering menyendiri

    Ingin menyendiri saat dilanda emosi negatif tentu merupakan hal yang wajar. Namun, jika dilakukan terlalu lama, kebiasaan menyendiri justru bisa memperburuk kondisi Anda.

    Oleh karena itu, meski tidak mudah, berusahalah untuk keluar dari kesendirian.

    Saat bertemu orang lain, Anda tidak perlu membicarakan jenis trauma yang Anda rasakan jika memang tidak nyaman. Cobalah membicarakan hal yang lain yang membuat perasaan Anda membaik.

    Membangun hubungan dengan keluarga, sahabat, atau teman lama akan membantu Anda menyadari bahwa Anda tidak sendiri.

    Selain menemui orang terdekat, cobalah mengikuti komunitas atau menjadi sukarelawan.

    4. Terapkan pola hidup sehat

    Kesehatan fisik dan mental merupakan dua hal yang berjalan beriringan. Artinya, kondisi fisik yang buruk bisa mengganggu kesehatan mental, begitu pula sebaliknya.

    Karena itulah penerapan pola hidup sehat menjadi salah satu cara menghilangkan trauma berkepanjangan.

    Berikut ini adalah beberapa contoh gaya hidup sehat, sudahkah Anda menerapkannya?

  • Tingkatkan konsumsi buah, sayur, dan makanan tinggi protein.
  • Kurang konsumsi makanan cepat saji, makanan berpengawet, makanan terlalu manis, dan makanan tinggi lemak.
  • Istirahat yang cukup, 7–8 jam per hari.
  • Hindari alkohol dan obat-obatan terlarang.
  • 5. Tuangkan dalam tulisan

    menulis buku harian

    Menulis atau membuat jurnal merupakan salah satu cara yang banyak dipilih untuk mengelola stres, emosi yang kerap muncul saat kembali menghadapi atau mengingat trauma di masa lalu.

    Dengan menulis, Anda bisa mengetahui secara pasti kondisi seperti apa yang menyebabkan trauma.

    Jika memiliki beberapa trauma sekaligus, menulis akan memberi Anda kesempatan untuk menentukan prioritas permasalahan yang perlu diselesaikan.

    Setelah menuangkan perasaan melalui tulisan, Anda bisa menguraikan langkah-langkah penyelesaiannya secara perlahan.

    6. Belajar mencintai diri sendiri

    Peristiwa traumatis sering kali muncul kembali ketika Anda terlalu fokus atau mengasihani orang lain. Padahal, dalam tahap pemulihan trauma, Anda harus fokus pada diri sendiri.

    Salah satu cara yang bisa Anda lakukan untuk meningkatkan fokus pada diri sendiri adalah dengan belajar self-love.

    Bagi beberapa orang, mencintai diri sendiri memang tidak mudah. Untuk mencobanya, mulailah mencari hal-hal yang membuat Anda bahagia, seperti mendengarkan musik, menonton film, atau kegiatan lainnya.

    7. Berhenti menyalahkan diri sendiri

    Meski menjadi korban, seseorang yang mengalami kejadian traumatis, contohnya pelecehan seksual sering kali merasa malu atas apa yang mereka rasakan sehingga enggan bercerita pada orang lain.

    Oleh karena itu, yakinkanlah diri sendiri bahwa Anda tidak bersalah. Sebab, jika keyakinan tersebut belum muncul, akan sulit bagi Anda menerima dukungan dari orang lain.

    Selain itu, percayalah bahwa setiap orang pasti  pernah melakukan kesalahan.

    Selagi Anda menyadari kesalahan tersebut dan berusaha memperbaikinya, jangan malu untuk menunjukkan identitas Anda.

    8. Cari bantuan medis

    Trauma bukanlah kondisi yang bisa disepelekan. Maka, jika kondisi Anda tidak kunjung membaik setelah melakukan berbagai cara di atas, jangan ragu untuk mencari bantuan medis.

    Belum lagi, trauma masa lalu bisa disebabkan oleh berbagai kondisi serupa yang mungkin tidak Anda sadari.

    Artinya, Anda mungkin sudah berhasil menangani salah satu trauma tersebut, tetapi masih membutuhkan bantuan medis untuk berdamai dengan trauma lainnya.

    Tidak bisa dipungkiri bahwa berdamai dengan trauma bukanlah hal yang mudah. Proses ini bisa memakan waktu yang cukup panjang dan sesekali membuat Anda kelelahan. Meski begitu, bukan berarti hal ini mustahil dilakukan.

    Selama mengikuti petunjuk dari psikolog atau petugas kesehatan lainnya, lambat laun, Anda akan mendapatkan keberhasilan dalam menghilangkan trauma.

    Kesimpulan

    Cara terbaik untuk menghilangkan trauma adalah konsultasi ke psikolog atau psikiater. Selain itu, Anda biasanya juga disarankan untuk menerapkan gaya hidup sehat. Berdamai dengan trauma memang tidak mudah. Namun, dengan bantuan dari petugas profesional dan keinginan yang kuat, beban tersebut akan jauh berkurang.

    Catatan

    Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Ditinjau secara medis oleh

    dr. Tania Savitri

    General Practitioner · Integrated Therapeutic


    Ditulis oleh Annisa Hapsari · Tanggal diperbarui 7 jam lalu

    advertisement iconIklan

    Apakah artikel ini membantu?

    advertisement iconIklan
    advertisement iconIklan