Tak Hanya Sulit Terlelap, Ini Tanda Lain Anda Mengalami Insomnia

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 12/12/2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Banyak yang menganggap gejala insomnia adalah susah tidur malam. Namun, nyatanya banyak hal yang menandakan bahwa Anda mengalami insomnia. Ya, insomnia tak hanya terjadi pada Anda yang susah terlelap di malam hari, lho. Orang yang tiba-tiba terbangun di tengah tidur dan tak bisa melanjutkannya lagi bisa disebut insomnia. Jadi, apa saja sih jenis insomnia yang ada?

Susah tidur malam bukan satu-satunya tanda insomnia

Sebenarnya, insomnia adalah  gangguan tidur yang ditandai dengan kesulitan memulai tidur dan mempertahankannya. Jadi, ada tiga jenis insomnia, yaitu:

  • Early insomnia alias insomnia datang ketika Anda hendak tidur. Ya, karena insomnia ini Anda akan kesulitan tidur meskipun badan sangat lelah.
  • Middle insomnia atau insomnia yang terjadi di tengah tidur. Anda yang mengalami gangguan ini akan terbangun di kala tidur dan susah lagi untuk melanjutkannya. Selain itu, Anda akan juga akan sering terbangun di malam hari.
  • Late insomnia adalah insomnia yang membuat Anda terbangun lebih awal dan tidak mampu untuk melanjutkan tidur kembali.

Jadi, bukan hanya susah tidur malam saja yang termasuk ke dalam insomnia, tapi juga berbagai hal seperti terbangun terus di setiap sesi tidur juga bisa disebut gangguan tidur.

Ada juga insomnia akut dan insomnia kronik

Selain tiga tipe tersebut, insomnia juga dikelompokkan berdasarkan berapa lama gangguan ini muncul. Maka itu, ada insomnia akut dan insomnia kronik. Nah, bila Anda susah tidur malam hari ketika kondisi tertentu, misalnya saat menjelang ujian atau karena tuntutan pekerjaan kantor, maka termasuk sebagai insomnia akut. Tenang, hal ini wajar terjadi dan mungkin banyak orang yang pernah mengalaminya. Biasanya, penyebab insomnia akut seperti:

  • sedang stres dan tertekan
  • sedang flu, sakit kepala, dan demam
  • kondisi lingkungan yang tidak mendukung, seperti cahaya terlalu terang atau cuaca yang ekstrem
  • jadwal tidur terganggu, misalnya karena jet lag setelah perjalanan jauh atau sedang adaptasi dengan shift kerja malam hari

Jika kondisi tersebut bisa Anda atasi segera, biasanya insomnia akut ini tak memerlukan pengobatan khusus. Contohnya, ketika sudah menyelesaikan tuntutan kerjaan, Anda yang awalnya sulit tidur, bisa tidur dengan nyenyak tanpa gangguan.

Namun, bila situasi ini terjadi terus dalam jangka waktu yang lama, bisa jadi ini adalah insomnia kronik. Insomnia kronik adalah gangguan tidur yang terjadi 3 kali dalam seminggu dan menetap selama 3 bulan. Nah, penyebab orang susah tidur malam akibat insomnia kronik ini sangat beragam. Beberapa kondisi yang dapat menimbulkan insomnia kronik adalah:

  • Kebiasaan tidur yang buruk seperti tidak memiliki waktu tidur yang teratur
  • Stress pasca trauma yang menyebabkan sering terbangun di tengah-tengah tidur
  • Kecemasan jangka panjang yang menyebabkan banyaknya pikiran ketika akan tidur
  • Depresi dan kesedihan yang sangat mendalam
  • Kondisi kesehatan klinis lainnya seperti menderita kanker, diabetes, penyakit paru, dan lain-lain.

Gejala Lain yang Dirasakan Penderita Insomnia Kronik

Tidur merupakan kebutuhan manusia yang sangat penting. Menderita insomnia kronik dapat memengaruhi berbagai aspek kehidupan. Penderita insomnia kronik biasanya akan merasakan hal-hal berikut:

  • Kelelahan yang berlebihan
  • Kecemasan
  • Mudah emosi
  • Kesulitan fokus dan konsentrasi
  • Kesulitan bekerja
  • Kesulitan belajar

Jadi apakah Anda mengalami insomnia? Apakah insomnia yang anda alami termasuk insomnia kronik? Berbeda dengan insomnia akut, insomnia kronik ini sulit untuk sembuh tanpa penanganan khusus.

Untuk menangani insomnia kronik beberapa cara yang dapat dilakukan adalah dengan CBT-I dan menerapkan sleep hygiene. Penderita insomnia kronik sebaiknya segera mengkonsultasikan masalah tidurnya supaya kualitas hidupnya terjaga.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Atasi Susah Tidur Akibat Stres Selama Pandemi COVID-19 dengan 4 Cara Ini

Banyak orang yang mulai mengeluhkan susah tidur, terutama selama pandemi COVID-19 terjadi. Apa yang menjadi penyebabnya dan bagaimana cara mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Coronavirus, COVID-19 29/04/2020 . Waktu baca 7 menit

Masalah Tidur Lansia: Sering Mengantuk dan Banyak Tidur Siang

Lansia sering memiliki masalah tidur, terlihat mengantuk dan banyak tidur di siang hari. Kalaupun tidak tertidur, lansia sering menguap dan terlihat lesu.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Hidup Sehat, Perawatan Lansia 27/04/2020 . Waktu baca 4 menit

Benarkah Udara Kotor Bisa Bikin Susah Tidur?

Selain memberikan dampak buruk untuk kesehatan paru-paru dan jantung, udara kotor ternyata juga dapat mempengaruhi tidur Anda.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Hidup Sehat, Gangguan Tidur 01/04/2020 . Waktu baca 4 menit

Benarkah Ada Hubungan Psoriasis dengan Insomnia?

Psoriasis adalah penyakit perandangan kulit. Kondisi ini disebut-sebut dapat memicu insomnia. Bagaimana sebenarnya hubungan psoriasis dengan insomnia?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Penyakit Kulit, Health Centers 18/03/2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

sleep texting adalah

Mengulik Sleep Texting, Gangguan yang Bikin Anda Berkirim Pesan Saat Tidur

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 23/06/2020 . Waktu baca 5 menit
somniphobia

Mengenal Somniphobia, Ketika Seseorang Takut Akan Jatuh Tertidur

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 22/06/2020 . Waktu baca 7 menit

Mengapa Perlu Matikan Lampu Saat Tidur?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 29/05/2020 . Waktu baca 5 menit
diagnosis hiv

Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 26/05/2020 . Waktu baca 6 menit