4 Penyebab Kenapa Anda Berpikir Melakukan Tindak Kekerasan

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 10 Maret 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Apakah Anda pernah memiliki pengalaman melakukan tindakan kekerasan terhadap orang yang Anda cintai atau kepada orang lain? Bila Anda pernah berpikir atau berniat melakukan kekerasan pada orang lain, Anda mungkin takut untuk berbagi perasaan ini dengan teman-teman atau keluarga. Namun, Anda juga mungkin takut jika ini adalah tanda dari penyakit kejiwaan. Pikiran buruk Anda adalah cara mengekspresikan kemarahan Anda. Meskipun pemikiran ini mungkin merupakan reaksi alami, Anda harus mengenali tanda-tanda untuk mencegah niat buruk tersebut jadi kenyataan. 

Dengan mengetahui tanda-tanda dan alasan mengapa Anda memiliki pikiran terhadap tindak kekerasan, Anda dapat menghentikan diri sendiri agar tidak membahayakan orang lain.

Bagaimana cara mengenali saat niat dan pikiran kekerasan muncul?

Untuk benar-benar mengenali pikiran akan tindak kekerasan, Anda harus berusaha mengevaluasi diri Anda sendiri.  Apa yang sedang Anda rasakan? Bagaimana Anda bereaksi? Apakah Anda benar-benar ingin menyakiti orang tersebut?

Pikiran akan tindak kekerasan dianggap sebagai jenis stres dan cukup umum. Menakutkan jika harus memikirkan apa yang mungkin terjadi pada Anda atau seseorang yang Anda pedulikan, atau apa yang mungkin Anda lakukan untuk diri sendiri atau kepada orang lain.

Hal pertama yang harus disadari adalah bahwa pikiran akan tindak kekerasan hanyalah sebatas pikiran yang dialami kebanyakan orang dan mudah dilupakan. Orang yang mengalami gangguan obsesif kompulsif (OCD) lebih berisiko berpikir akan tindak kekerasan. Mereka tidak mudah melupakan sesuatu dan lebih terobsesi terhadap pemikiran tersebut dengan memikirkannya secara berulang-ulang.

Pikiran buruk akan tindak kekerasan mungkin melibatkan penggambaran mental dan impuls. Anda dapat melihat diri Anda memukul, menusuk, mencekik, memutilasi, atau melukai orang lain atau kadang-kadang diri sendiri, menggunakan benda tajam atau runcing, atau melemparkan diri ke dalam jalur kereta api atau mobil, melompat keluar dari jendela, atau balkon, bangunan, atau tempat-tempat tinggi lainnya.

Mengapa saya memiliki pikiran dan niat tersebut?

Anda mungkin memiliki pikiran akan tindak kekerasan tetapi tidak tahu apa penyebabnya. Berikut adalah beberapa alasan mengapa Anda mungkin memiliki pikiran tersebut:

1. Panik atau kecemasan yang intens

Dalam beberapa kasus, pikiran akan tindak kekerasan adalah bagian dari rasa panik atau kecemasan yang intens. Pikiran tersebut terjadi sebagai bantuan bagi Anda untuk lepas dari rasa cemas. Namun, dalam beberapa kasus, pikiran akan tindak kekerasan bisa menambah rasa takut terhadap kecemasan yang sudah Anda alami. Pikiran-pikiran tersebut akan terus memunculkan kecemasan dan membuat rasa takut semakin bertambah.

2. Imajinasi murni

Imajinasi Anda adalah salah satu alasan dari pikiran akan tindak kekerasan. Hampir semua orang sekilas memiliki pikiran tersebut, tapi mereka melupakannya secepat saat mereka muncul. Ini bisa berbeda pada orang-orang yang diselimut rasa cemas karena mereka sering memikirkan pikiran-pikiran buruk. Selama Anda tidak menghubungkan pikiran-pikiran ini dengan rasa cemas dan bertahan terhadap prinsip moral Anda, maka hal ini sebenarnya tidak berbahaya.

3. Adanya masalah dalam otak Anda

Pasca stroke, cedera kepala, atau infeksi dan penyakit tertentu, otak Anda bisa rusak. Menyebabkan masalah dalam komunikasi antara bagian depan otak dan struktur yang lebih dalam dari otak. Struktur otak ini menggunakan neurotransmitter, pembawa zat kimia yang disebut serotonin, bertanggung jawab untuk mengirimkan pesan di antara sel-sel otak. Neurotransmiter ini terlibat dalam mengatur segala sesuatu dari rasa cemas, memori, hingga tidur. Jika serotonin membuat kesalahan dalam mengatur tingkat kecemasan, hal ini dapat menyebabkan pikiran akan tindak kekerasan. Ini juga berarti bahwa kemampuan Anda dalam membatasi pikiran akan tindak kekerasan dan melakukan kekerasan akan menurun.

4. Stres

Stres tidak menyebabkan pikiran akan tindak kekerasan. Namun, jika Anda tidak mengobati stres Anda dengan benar, ini dapat memperburuk pikiran Anda. Masalah di sekolah atau pekerjaan, stress akan ujian universitas dan masalah sehari-hari yang normal merupakan faktor-faktor yang meningkatkan frekuensi dan tingkat keparahan pikiran buruk Anda.

Ini bukan tugas yang mudah bagi mereka yang sering menderita pikiran-pikiran buruk ini dan mengalami kecemasan. Kadang-kadang Anda mungkin memerlukan bantuan seorang psikolog yang berpengalaman. Namun, cara terbaik yang bisa kita lakukan untuk menjaga pikiran kita adalah dengan memikirkan emosi dan pikiran positif. Hal ini akan membantu Anda melawan pikiran-pikiran negatif.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Crab Mentality, Sindrom Psikologis yang Menghambat Orang Lain untuk Sukses

    Crab mentality adalah sindrom yang menginginkan orang lain tidak mencapai kesuksesan yang lebih besar dari diri sendiri. Ini penjelasannya.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Hidup Sehat, Psikologi 22 November 2020 . Waktu baca 6 menit

    Kenapa Berat Badan Turun Drastis Saat Sedang Depresi?

    Salah satu tanda seseorang sedang depresi biasanya adalah berat turun drastis. Tapi berat badan turun saat depresi ini bukan hanya karena tak nafsu makan.

    Ditulis oleh: Theresia Evelyn
    Hidup Sehat, Psikologi 22 November 2020 . Waktu baca 4 menit

    Mengenali Ciri-Ciri Psikopat di Sekitar Anda

    Pada kesan pertama, psikopat umumnya terlihat menawan, senang bersosialisasi, peduli, dan ramah pada orang lain. Apa lagi ciri-ciri psikopat pada umumnya?

    Ditulis oleh: Adinda Rudystina
    Hidup Sehat, Psikologi, Fakta Unik 10 November 2020 . Waktu baca 7 menit

    4 Tips Menahan Diri untuk Tidak Berlebihan Memikirkan Sesuatu

    Apakah Anda salah satu orang yang sering berlebihan memikirkan sesuatu? Hal ini dapat menghambat aktivitas. Lalu, bagaimana cara mengatasi overthinking?

    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Hidup Sehat, Psikologi, Tips Sehat 10 November 2020 . Waktu baca 4 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    memiliki alter ego

    Apa Itu Alter Ego? Apakah Sama Dengan Kepribadian Ganda?

    Ditulis oleh: Theresia Evelyn
    Dipublikasikan tanggal: 29 November 2020 . Waktu baca 4 menit
    akibat sering main hp

    4 Jenis Gangguan Kesehatan Akibat Terlalu Sering Bermain Smartphone

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
    Dipublikasikan tanggal: 26 November 2020 . Waktu baca 4 menit
    makanan terbaik untuk kesehatan jiwa

    5 Makanan Terbaik untuk Menjaga Kesehatan Jiwa

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Dipublikasikan tanggal: 26 November 2020 . Waktu baca 4 menit
    komunikasi dengan anak

    Kenapa Orangtua Wajib Rutin Berkomunikasi Dengan Anak?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Dipublikasikan tanggal: 24 November 2020 . Waktu baca 4 menit