Mengapa Susah Berpikir Jernih Saat Stres Melanda?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 26 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Tidak dapat dipungkiri, efek stres bisa dengan mudah meresap masuk ke dalam tubuh dan otak hingga mengacaukan pikiran Anda. Tidak percaya? Coba ingat-ingat lagi, sudah berapa banyak rencana yang terbengkalai akibat Anda sedang stres berat dihampiri masalah yang datang bertubi-tubi, baik yang sepele sampai berat sekali pun.

Ya, stres memang membawa konsekuensi berupa tekanan berat pada tubuh dan pikiran Anda. Sampai akhirnya berujung pada kesulitan untuk berpikir jernih dan merencakan berbagai hal-hal penting di kemudian hari. Kok bisa, ya?

Gagal merencanakan hal penting saat sedang stres, apa sebabnya?

tubuh sakit setelah stres

Sebelum melakukan hal penting, Anda tentu akan membuat perencanaan yang matang terlebih dahulu, bukan? Sejatinya proses perencanaan tersebut tidak hanya melibatkan pemikiran di masa depan saja, tapi juga pemikiran dan keputusan Anda saat ini. Tujuannya tentu agar dapat mengatasi segala rintangan yang hadir sekaligus menerima hasil yang sesuai, bahkan lebih baik dari harapan.

Namun, kadang rasanya sulit minta ampun bagi Anda untuk merencanakan sesuatu dengan optimal ketika pikiran sedang dipenuhi oleh hal-hal lain. Entah itu karena tekanan di tempat kerja, hubungan dengan pasangan sedang tidak harmonis, atau kondisi keuangan yang kian memburuk. Akibatnya, otak Anda mungkin akan lebih memilih untuk memikirkan masalah yang ada saat ini daripada rencana-rencana Anda ke depannya.

Dengan kata lain, stres yang Anda hadapi saat ini mengacaukan pengendalian diri yang Anda miliki sehingga menyulitkan Anda untuk berpikir jernih dan melakukan planning. Berawal dari hal inilah, para peneliti tertarik untuk mencari tahu hubungan antara pengendalian diri seseorang dengan kemampuannya dalam merencakan sesuatu, dilansir dari laman Psychology Today.

Penelitian yang melibatkan 200 peserta ini membuktikan bahwa mereka yang mampu mengendalikan dirinya dengan baik, nyatanya lebih mampu untuk merencakan berbagai hal-hal positif meskipun sedang stres berat. Sebaliknya, peserta yang terlalu fokus dalam pikiran negatifnya sendiri akibat stres akan terus merasa terjebak dan kesulitan untuk keluar dari masalah sehingga enggan untuk memikirkan rencana penting di kemudian hari.

Apa pemicunya?

atrofi otak

Sebenarnya, semua keputusan yang Anda lakukan melibatkan fungsi kognitif otak. Itulah mengapa proses perencanaan, kemampuan untuk mengendalikan diri, hingga kemampuan mengelola pikiran saat sedang stres, dilakukan secara bersamaan oleh otak.

Jadi, ketika otak telah diforsir hebat untuk menyelesaikan masalah yang sedang Anda hadapai saat ini, lama-lama konsentrasi otak akan berangsur habis. Anda pun jadi malas untuk harus berpikir lebih keras demi merencakan hal-hal lainnya, karena tahu bahwa proses berpikir ini akan menyita banyak waktu dan tenaga.

Singkatnya, Anda akan berpikir “Satu masalah saja belum selesai, kenapa harus memikirkan hal lain yang belum pasti terjadi?”. Mungkin ini yang jadi penyebab mengapa Anda sering melewatkan membuat rencana yang menyenangkan di akhir pekan, setelah dihujani tugas yang bertubi-tubi dari atasan di kantor.

Jangan biarkan stres melanda, atasi dengan cara ini

Pada dasarnya sah-sah saja bila Anda ingin mengesampingkan suatu hal dan mendahului hal yang lain. Dengan catatan, selama hal itu tidak mengacaukan pikiran Anda karena stres. Sayangnya, kebanyakan orang tidak mampu untuk merencanakan suatu hal karena memang terganggu oleh masalah yang tak kunjung selesai.

Maka itu, jangan buang waktu untuk segera benahi diri dan pikiran Anda dengan cara berikut ini:

1. Tulis kesulitan yang sedang dihadapi dan cari solusinya

menulis tangan vs mengetik

Masalah yang sedang Anda alami tidak akan selesai kalau hanya dipikirkan terus sepanjang hari. Coba tulis apa saja kesulitan yang menggangu konsentrasi Anda, lalu cari jalan keluarnya satu per satu. Alangkah lebih baik bila Anda mulai memperbaiki dari hal yang terkecil terlebih dahulu, dengan begitu Anda tidak akan terlalu merasa dibebani oleh kondisi saat ini.

2. Terima hal-hal di luar batas kemampuan Anda

senyum bikin bahagia

Stres umumnya berangkat dari ketidakmampuan diri untuk melakukan suatu hal. Memang, banyak yang beranggapan kalau tidak ada salahnya untuk mencoba tantangan baru. Namun, jangan terlalu memaksakan kemampuan diri Anda jika dirasa tidak memungkinkan.

Sebab beberapa hal memang berada di luar kendali, dan Anda harus belajar untuk menerima itu semua. Kuncinya, tetap tenang dan terima kemampuan diri sendiri.

3. Cerita pada orang terdekat

sedang bersedih

Cerita pada orang terdekat yang dipercaya bisa jadi pilihan yang tepat untuk mencurahkan isi hati Anda saat sedang stres. Meskipun kadang mereka tidak mampu memberi saran yang sesuai, tapi setidaknya ada beban yang sedikit berkurang karena berhasil membaginya dengan orang lain.

4. Istirahatkan tubuh dan pikiran

efek lembur kerja di rumah

Hindari terlalu tubuh dan pikiran Anda untuk bekerja keras sepanjang waktu. Tidak ada salahnya, kok, sesekali memanjakan diri sendiri dengan meluangkan waktu untuk melakukan kegiatan sederhana yang bisa membuat tubuh dan pikiran jauh lebih rileks. Mulai dari berendam air hangat, menulis cerita harian, hingga meditasi di alam terbuka.

Atau bila ingin istirahat sungguhan, Anda bisa meluangkan cukup waktu untuk tidur lebih awal di malam hari demi mengganti lelahnya setelah seharian beraktivitas. Sebenarnya apa pun kegiatan yang Anda lakukan, coba sebisa mungkin untuk mengistirahatkan tubuh dan pikiran sepenuhnya, sampai Anda merasa telah kembali bersemangat untuk menghadapi hari esok.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

10 Penyebab Maag, dari Penyakit Hingga Kebiasaan Sehari-hari

Maag adalah masalah pencernaan yang dialami siapa saja. Selain pola makan yang buruk, apa lagi yang biasa jadi penyebab maag?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Kesehatan Pencernaan, Gastritis dan Maag 26 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Stress

Stress adalah kondisi tekana pada psikologis maupun fisik Anda. Cari tahu gejala, penyebab, diagnosis, serta cara mencegah stres.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Mental, Stres dan Depresi 12 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit

5 Tips Menahan Diri untuk Tidak Berlebihan Memikirkan Sesuatu (Overthinking)

Berpikir berlebihan bisa membuang-buang waktu dan menimbulkan stres. Yuk, contek cara berikut ini untuk mengatasi sikap overthinking.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Mental, Stres dan Depresi 10 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

9 Makanan yang Membantu Menghilangkan Stres

Apakah nafsu makan Anda bertambah saat stres? Berikut makanan sehat yang dapat membantu Anda menghilangkan stres dan penatnya pikiran.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Kesehatan Mental, Stres dan Depresi 7 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

akibat stres dan makanan

Mengapa Stres Bisa Bikin Nafsu Makan Naik Turun?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dipublikasikan tanggal: 25 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
adaptogen adalah

Mengenal Khasiat Adaptogen, Zat Penangkal Stres di Dalam Tanaman Herbal

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dipublikasikan tanggal: 22 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

Post Traumatic Stress Disorder (PTSD)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 14 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit
mengatasi trauma ptsd

5 Cara Jitu Menghilangkan Trauma yang Bisa Anda Coba

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 1 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit