4 Penyakit yang Gejalanya Bisa Disertai Rasa Cemas Berlebihan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 12/11/2017 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Setiap orang pasti pernah merasa cemas dalam hidupnya. Rasa cemas dan khawatir adalah hal yang wajar, karena ini merupakan respon alami tubuh terhadap ancaman dari lingkungan luar. Namun tanpa disadari, rasa cemas berlebihan harus diwaspadai karena mungkin saja menandakan suatu penyakit yang mungkin saja berbahaya jika tidak segera ditangani.

Penyakit yang gejalanya suka disalahartikan sebagai cemas

Berikut beberapa penyakit yang mungkin disertai sensasi mirip kecemasan berlebihan sebagai salah satu gejalanya.

Hipertiroidisme

Hipertiroidisme adalah kumpulan gejala yang diakibatkan produksi hormon tiroid yang berlebihan. Hipertiroidisme tidak berkaitan langsung dengan timbulnya gangguan kecemasan, namun penyakit ini umumnya menimbulkan serangkaian gejala yang mirip seperti apa yang Anda rasakan ketika cemas — detak jantung yang cepat atau tidak beraturan (dada terasa berdebar), penurunan berat badan yang cepat, banyak berkeringat, tangan gemetar, dan suasana hati yang cepat berubah.

Hipertiroidisme lebih sering terjadi pada wanita, terutama yang berusia di atas 35 tahun. Gejala hipertiroidisme pada perempuan terkadang sulit dibedakan dengan pramenopause dan menopause. Jika Anda mengalami gejala seperti yang telah disebutkan, ada baiknya segera periksakan ke dokter.

Penyakit jantung

Penyakit jantung pada umumnya ditandai dengan rasa sesak napas dan kelelahan berlebih, yang juga dapat disertai oleh sensasi cemas dan gelisah. Jika Anda menunjukkan gejala-gejala ini, sangat disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter.

Cemas berlebihan memang tidak bisa dikategorikan sebagai gejala dari penyakit jantung itu sendiri, namun gejala yang dirasakan sebelum serangan jantung (seperti mual, pusing, dada terasa tak enak, hingga keringat dingin) membuat Anda seperti sedang dilanda cemas berat tanpa alasan. Dilansir di Women’s Health, sebuah penelitian menunjukkan bahwa 35 persen wanita yang terkena serangan jantung sebelumnya mengalami rasa cemas dan stres yang tidak seperti biasanya.

Penyakit yang gejalanya ditandai dengan cemas berlebihan

Berbeda dengan dua penyakit di atas, beberapa kondisi kesehatan di bawah ini benar-benar dapat menimbulkan rasa cemas berlebihan.

Anemia

Anemia adalah suatu kondisi di mana jumlah sel darah merah Anda lebih rendah dari jumlah normalnya. Anemia juga bisa terjadi jika sel-sel darah merah Anda tidak mengandung cukup hemoglobin, sebuah protein kaya zat besi yang memberikan darah warna merah khasnya, sekaligus membantu sel-sel darah merah membawa oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh.

Wanita yang sedang menstruasi atau hamil dan seseorang dengan kondisi medis seperti rematik, penyakit ginjal, kanker, penyakit hati, penyakit tiroid, dan penyakit radang usus paling rentan mengalami anemia defisiensi besi.

Gejala umum dari anemia defisiensi besi adalah 3L — lelah, letih, lesu. Anemia juga dapat menyebabkan kulit terlihat pucat atau kekuningan, detak jantung tidak beraturan, napas pendek, pusing dan berkunang-kunang, nyeri dada, tangan dan kaki terasa dingin, sakit kepala, dan sulit berkonsentrasi. Kesemua rangkaian gejala ini menyertai rasa cemas yang berlebihan.

Kanker pankreas

Menurut sebuah penelitian, banyak orang yang telah didiagnosis kanker pankreas sebelumnya mengalami depresi, kegelisahan, dan sensasi cemas berlebihan meski tidak diketahui pasti apa penyebabnya. Setidaknya, ada dua kasus orang yang mengalami serangan panik sebelum mereka diketahui memiliki penyakit kanker pankreas.

Kanker pankreas bisa dialami oleh pria maupun wanita. Selain itu, kanker pankreas pada tahap awal biasanya tidak menimbulkan gejala dan oleh karena itu diagnosis mungkin lebih sulit untuk dilakukan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Endokarditis

Endokarditis adalah infeksi bakteri yang menyerang endokardium, bagian dari organ jantung. Ketahui lebih lanjut gejala, penyebab, dan pengobatannya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Jantung, Penyakit Jantung Lainnya 30/06/2020 . Waktu baca 11 menit

Hal yang Perlu Anda Ketahui Mengenai Anemia Rash

Anemia rash adalah ruam yang terjadi pada pengidap anemia. Namun, apakah semua pengidap anemia akan mengalami anemia rash? Apa saja penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Anemia, Health Centers 29/06/2020 . Waktu baca 4 menit

Apakah Seseorang yang Mengalami Aritmia Jantung Bisa Sembuh?

Aritmia merupakan jenis penyakit kardiovaskuler yang mempengaruhi denyut jantung. Lantas, apakah Aritmia Jantung Bisa Sembuh?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Jantung, Aritmia 24/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Hati-hati Serangan Jantung Saat Bersepeda Terutama untuk Pemula

Bersepeda memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Tapi sebaiknya lebih berhati-hati karena bersepeda berlebihan bisa berisiko terkena serangan jantung.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Kebugaran, Hidup Sehat 24/06/2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

gejala penyakit yang diacuhkan

8 Gejala Penyakit Berbahaya yang Sering Anda Abaikan

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 03/07/2020 . Waktu baca 4 menit
kelainan katup jantung bawaan pada bayi

Mengenal Kelainan Katup Jantung Bawaan dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 01/07/2020 . Waktu baca 7 menit
menjaga kesehatan anak dengan penyakit jantung bawaan

Panduan Menjaga Kesehatan Anak dengan Penyakit Jantung Bawaan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 01/07/2020 . Waktu baca 10 menit
gagal jantung akut

Gagal Jantung Akut, Apa Bedanya dengan Gagal Jantung Kronis?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 01/07/2020 . Waktu baca 5 menit