3 Olahraga Ringan Untuk Penderita Nyeri Lutut

Oleh

Apakah Anda ingat ketika waktu kecil Anda sering terjatuh, bagian tubuh mana yang paling sering terluka atau berdarah? Pasti kebanyakan dari Anda akan menjawab lutut. Orang dewasa juga sering mengalami sakit di lutut. Sakit yang dialami tentu tidak berdarah seperti waktu Anda kecil, namun biasanya akan merasakan nyeri lutut. Hal ini bisa di karenakan oleh berbagai hal, seperti cidera atau yang lainnya.

Lutut adalah bagian yang paling sering terluka dibandingkan bagian tubuh lainnya, karena pada kenyataannya, lutut akan mengalami beban saat tubuh Anda bertambah beratnya. Menurut Willibald Nagler seorang kepala rehabilitasi medis di rumah sakit New York, olahraga adalah pengobatan terbaik untuk Anda yang menderita nyeri lutut. Namun, tentu dengan teknik yang benar. Lalu, olahraga apa yang tepat untuk penderita nyeri lutut? Simak ulasan berikut ini.

Bagaimana nyeri lutut bisa terjadi?

Nyeri lutut sangatlah umum dan biasanya akan hilang dengan sendirinya setelah faktor risiko atau penyebab dari nyeri lutut Anda ditemukan dan dihentikan. Meskipun biasanya lebih sering dialami oleh orang yang sudah lanjut usia, tidak menutup kemungkinan Anda yang masih muda bisa mengalami sakit nyeri lutut.

Sebagian besar sakit lutut yang terjadi dapat ditangani sendiri di rumah, tetapi ada beberapa kondisi yang membutuhkan penanganan medis, seperti operasi atau yang bisa menyebabkan nyeri berkepanjangan, kerusakan pada sendi, dan bahkan cacat jika tidak ditangani secara khusus. Berikut kondisi yang dapat menyebabkan Anda nyeri lutut.

  • Cedera, misalnya cedera pada tulang rawan dan kerusakan tendon atau ligamen.
  • Osteoartritis yaitu kerusakan pada persendian termasuk sendi lutut.
  • Penyakit asam urat.
  • Tendonitis yaitu kondisi yang ditandai oleh peradangan pada tendon (jaringan yang menghubungkan tulang dan otot). Peradangan terjadi ketika sistem kekebalan tubuh bereaksi terhadap cedera.
  • Pendarahan pada sendi.
  • Infeksi, misalnya artritis septik yaitu infeksi pada sendi yang disebabkan oleh kuman patogen bakteri, virus, jamur atau parasit.

Keenam hal inilah yang sering menyebabkan nyeri lutut. Konsultasikan pada dokter jika nyeri lutut datang terlalu sering, karena hal ini dapat mengganggu aktivitas Anda.

Apakah olahraga yang tepat untuk penderita nyeri lutut?

Jangan khawatir untuk berolahraga saat Anda mengalami nyeri lutut. Jika dokter Anda memperbolehkan Anda, tentu hal ini tidak akan jadi masalah. Bisa jadi olahraga dapat membantu Anda untuk memulihkan nyeri lutut. Tentu jika dilakukan dengan olahraga yang memang tepat untuk penderita nyeri lutut. Dan jangan lupa lakukan secara berlahan dengan porsi yang benar.

1. Berenang

Ikutilah latihan aerobik dalam air, seperti berenang, untuk membakar lebih banyak kalori. Menurut Dr. Andrew J. Cole dari universitas Washington, air mampu meringankan tubuh Anda hingga 90% dari total berat Anda, tergantung dari seberapa banyak tubuh Anda yang terendam pada saat latihan. Dengan berkurangnya beban tubuh Anda dalam air, berarti akan mengurangi beban yang ditumpu oleh sendi lutut Anda.

2. Sepeda statis

Berlatihlah menggunakan sepeda statis. Kursi pada sepeda statis dapat membantu mengurangi beban tubuh Anda, sedangkan gerakan melingkar dari pedal dapat mengurangi risiko nyeri pada lutut Anda. Tingkatkan intensitas latihan dengan mengatur resistensi pada pedal atau dengan meningkatkan kecepatan Anda. Agar lebih aman, gunakan semi-recumbent bike untuk membantu tumpuan punggung Anda, karena sepeda jenis ini memiliki sandaran yang mirip seperti kursi pada umumnya.

3. Jalan kaki

Tentu olahraga ini yang paling mudah. Jaga kecepatan Anda saat melakukan jalan cepat, baik di jalan maupun di treadmill. Semakin cepat Anda berjalan, semakin berat pula tumpuan beban pada lutut Anda. Jalan kaki membakar kalori sama dengan kalori yang Anda bakar ketika jogging. Namun, jalan kaki relatif lebih aman karena tumpuan beban pada lutut tidak terlalu berat. Jika memungkinkan, gunakanlah treadmill. Treadmill memiliki permukaan pijakan yang lebih rata dan nyaman sehingga baik untuk mengurangi risiko nyeri lutut Anda.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Januari 31, 2017 | Terakhir Diedit: November 15, 2019

Sumber
Yang juga perlu Anda baca