5 Hal yang Dipertimbangkan Dokter Sebelum Meresepkan Antidepresan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/11/2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Antidepresan termasuk salah satu obat yang tidak bisa Anda temukan bebas di pasaran. Wajar saja, antidepresan termasuk golongan obat keras dan hanya bisa didapat dengan resep dokter. Apalagi, dokter juga memiliki pertimbangan penting sebelum memilih obat antidepresan terbaik untuk Anda. Apa saja?

Pertimbangan dokter dalam memilih obat antidepresan

gangguan mata akibat obat

Beda jenis obat beda pula cara kerja dan efek sampingnya. Sebelum memilih dan meresepkan obat antidepresan terbaik, dokter biasanya mempertimbangkan berbagai hal, seperti:

1. Gejala yang dimiliki

Gejala depresi pada tiap orang berbeda-beda. Oleh sebab itu, sebelum memilih obat antidepresan terbaik untuk Anda, dokter akan menanyakan gejala khusus yang Anda rasakan.

Beberapa pertanyaan yang diajukan dapat seputar apakah Anda sulit tidur, cemas, dan lain sebagainya. Oleh karena itu, Anda wajib mengatakan semua gejala yang Anda rasakan secara rinci agar dokter.

Penjelasan yang lengkap dan detail akan membantu dokter dalam menentukan obat depresi apa yang paling cocok untuk Anda.

2. Kemungkinan efek samping

Efek samping obat antidepresan biasanya berbeda-beda bergantung jenisnya. Bahkan, jenis obat yang sama bisa memberikan efek berbeda pada tiap orang.

Mulut kering, bertambahnya berat badan, dan diare menjadi berbagai efek yang muncul dari obat antidepresan. Bahkan, dilansir dari Harvard Health Publishing, obat yang satu ini juga bisa menyebabkan disfungsi hingga menurunnya gairah seksual.

Itu sebabnya, dokter akan memilih obat antidepresan yang sesuai kondisi tubuh agar efek samping yang muncul juga tidak terlalu merugikan Anda.

Seiring berjalannya waktu, Anda juga bisa meminta dokter untuk mengganti obat jika ternyata efek samping yang dirasakan terlalu parah.

3. Interaksi dengan obat lain

Antidepresan bisa menyebabkan reaksi berbahaya jika diminum bersamaan dengan obat-obatan lain. Oleh sebab itu, sebelum memilih obat antidepresan untuk pasiennya, dokter akan bertanya terlebih dulu mengenai obat-obatan apa saja yang pernah dan sedang diminum.

Hal ini dilakukan agar dokter bisa menyesuaikan obat yang cocok dan meminimalisir interaksi obat yang mungkin berbahaya pada tubuh.

4. Sedang hamil atau menyusui

Kondisi kehamilan atau menyusui juga menjadi pertimbangan dokter dalam memilih obat antidepresan terbaik bagi pasiennya.

Pasalnya, obat depresi ini termasuk obat keras yang bisa memberikan efek buruk pada kehamilan dan bayi Anda. Salah satu jenis antidepresan paroxetine, seperti Paxil dan Pexeva, biasanya termasuk obat yang tidak dianjurkan diminum oleh ibu hamil.

Meski belum hamil, jangan lupa juga untuk memberi tahu dokter jika Anda tengah merencanakan kehamilan dalam waktu dekat. Dengan begitu, dokter bisa menyesuaikan obat dan perawatan yang cocok.

5. Masalah kesehatan lainnya

Sebagian jenis obat antidepresan biasanya bisa menyebabkan masalah jika Anda memiliki masalah mental atau fisik tertentu. Namun, sebagian lainnya juga bisa membantu mengobati masalah fisik dan mental yang biasanya muncul bersamaan dengan depresi.

Itu sebabnya, masalah kesehatan juga menjadi salah satu pertimbangan dokter dalam memilih obat antidepresan terbaik untuk Anda.

Obat antidepresi bupropion (Wellbutrin, Aplenzin, Forfivo XL) misalnya, bisa membantu meringankan gejala attention deficit hyperactivity disorder (ADHD) dan depresi.

Sementara obat golongan duloxetine (Cymbalta) bisa membantu mengatasi gejala nyeri pada fibromyalgia dan arthritis. Selain itu, obat antidepresan amitriptyline juga dapat digunakan untuk mencegah migrain.

Anda boleh meminta dokter untuk memberikan obat pengganti jika antidepresan yang diresepkan ternyata tak membawa perubahan apa pun selama empat minggu pemakaian.

Namun, jangan pernah berhenti minum obat antidepresan sebelum berkonsultasi ke dokter yang bersangkutan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Cara Membedakan Stres, Depresi, dan Gangguan Kecemasan

Setiap orang pernah mengalami stres. Tapi tidak semua orang mengalami depresi atau gangguan kecemasan. Lalu, apa bedanya stres dan depresi serta kecemasan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hidup Sehat, Psikologi 09/06/2020 . Waktu baca 6 menit

Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

Stres dan depresi tidak sama, keduanya memiliki perbedaan mendasar. Maka jika penanganannya keliru, depresi bisa berakibat fatal. Cari tahu, yuk!

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Psikologi 26/05/2020 . Waktu baca 6 menit

6 Perubahan Gaya Hidup untuk Anda yang Sering Depresi

Hidup dengan depresi memang tidak mudah, namun berikut adalah perubahan kecil untuk gaya hidup Anda yang bisa bantu mengurangi gejalanya.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Hidup Sehat, Psikologi 15/02/2020 . Waktu baca 4 menit

Komplikasi Osteoporosis yang Perlu Diwaspadai (Plus Cara Mencegahnya)

Sama seperti penyakit lainnya, osteoporosis bisa menyebabkan berbagai komplikasi. Namun, komplikasi ini bisa dicegah lho. Berikut cara-caranya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Osteoporosis, Health Centers 09/01/2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

psikoterapi

Keluar dari Lubang Hitam Anda Lewat Psikoterapi

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 20/06/2020 . Waktu baca 5 menit
sumber stres dalam pernikahan

6 Sumber Stres Utama dalam Pernikahan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 19/06/2020 . Waktu baca 5 menit
pro kontra antidepresan

Pro dan Kontra Mengonsumsi Obat Antidepresan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 18/06/2020 . Waktu baca 5 menit
depresi pasca melahirkan ayah

Ternyata Ayah Juga Bisa Kena Depresi Pasca Melahirkan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 14/06/2020 . Waktu baca 5 menit