Agar Hasilnya Maksimal, Baiknya Minum Obat Antidepresan di Malam Atau Pagi Hari, Ya?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15 November 2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Antidepresan sering kali menjadi pilihan pengobatan lini pertama untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan jiwa. Mulai dari depresi ringan hingga berat, cemas berlebihan, dan kadang untuk kondisi lainnya. Selain harus diminum sesuai dosis yang dianjurkan, obat antidepresan juga harus diminum di waktu yang tepat supaya efeknya maksimal. Lantas, kapan waktu terbaik minum obat antidepresan, pagi atau malam hari, ya?

Kapan obat antidepresan harus diminum?

pria minum pil kb

Secara umum, obat antidepresan cenderung aman dikonsumsi jika Anda mengikuti saran dan dosis yang diberikan oleh dokter maupun psikiater Anda. Minum obat rutin akan mengurangi gejala dan meningkatkan peluang sembuh, meski depresi yang Anda alami cukup parah.

Itulah alasannya penting untuk mengikuti aturan minum obat apa pun yang diberikan dokter, termasuk juga obat antidepresan. Lantas, kapan sebaiknya minum obat antidepresan supaya bisa cepat sembuh, pagi atau malam hari?

Sebetulnya, tidak semua jenis obat antidepresan bisa diminum di waktu yang sama. Ada obat antidepresan yang harus diminum di pagi hari, tapi ada obat yang efeknya lebih maksimal jika diminum saat malam hari.

Sederhananya, waktu terbaik minum obat antidepresan itu tergantung dari jenis obat dan masalah yang dialami oleh masing-masing pasien. Supaya lebih jelas, berikut selengkapnya.

1. Insomnia

Selective Serotonin Re-uptake Inhibitors (SSRIs) adalah obat yang sering digunakan untuk mengurangi gejala depresi sedang sampai berat. Jenis obat antidepresan ini bekerja dengan memblokir serotonin supaya tidak diserap kembali oleh sel saraf. Akibatnya, konsentrasi serotonin dalam tubuh jadi meningkat dan membuat suasana hati penderita jadi lebih baik.

Sayangnya, minum SSRI di malam hari kadang bikin penderita jadi terjaga dan malah susah tidur. Itulah kenapa obat antidepresan jenis ini sebaiknya diminum di pagi hari.

Efek yang sama juga sering dirasakan pada pasien yang mendapatkan obat paroxetine (Paxil®) dan bupropion (Wellbutrin®). Jika Anda mendapatkan obat antidepresan tersebut, sebaiknya diminum di pagi hari untuk mencegah insomnia di malam hari.

2. Mengantuk

Berkebalikan dengan sebelumnya, ada beberapa jenis obat antidepresan yang memberikan efek samping mengantuk setelah diminum. Contohnya fluoxetine (Prozac®) yang dikombinasikan dengan olanzapine (Zyprexa®).

Kombinasi obat tersebut seringnya digunakan sebagai terapi untuk depresi yang ‘kebal’ terhadap pengobatan. Karena menyebabkan kantuk, Anda dianjurkan untuk minum obat antidepresan tersebut pada malam hari agar tidak mengganggu aktivitas di pagi hari.

Hal ini berlaku juga bagi Anda yang minum obat antidepresan jenis berikut:

Yang harus diperhatikan saat minum obat antidepresan

obat aborsi

Kunci terpentingnya adalah selalu diskusikan dengan dokter mengenai waktu terbaik minum obat antidepresan yang diberikan untuk Anda. Selain itu, ada beberapa hal lain yang juga harus Anda perhatikan ketika minum obat antidepresan, yaitu:

1. Bersabar

Anda mungkin ingin cepat-cepat mengembalikan suasana hati yang kacau akibat depresi. Akibatnya, Anda jadi berharap obat antidepresan yang Anda minum bisa memberikan efek penyembuhan yang cepat.

Sama seperti obat lainnya, obat antidepresan juga membutuhkan waktu untuk bekerja dalam tubuh. Dilansir dari Very Well Mind, obat antidepresan biasanya memberikan hasil yang maksimal setelah diminum selama 6-12 minggu. Walaupun memang kebanyakan pasien juga bisa merasakan manfaatnya 1-2 minggu setelah minum obat antidepresan secara rutin.

2. Minum obat secara konsisten

Lagi-lagi, setiap pasien akan merasakan manfaat obat antidepresan di waktu yang berbeda. Maka itu, jangan buru-buru berhenti minum obat hanya karena Anda tidak merasakan manfaatnya dalam mengobati depresi Anda.

Tetaplah minum obat antidepresan sesuai aturan dan di waktu yang sama setiap hari. Jangan ragu bertanya pada dokter kalau Anda masih bingung dengan dosis maupun waktu minum obatnya.

3. Perhatikan efek samping obat

Heidi Combs, MD, seorang psikiater sekaligus dosen psikiatri dan ilmu perilaku dari University of Washington di Seattle, mengungkapkan bahwa beberapa orang sangat sensitif terhadap efek samping antidepresan. Namun jangan khawatir. Efek samping tersebut biasanya hanya bersifat sementara dan akan menghilang seiring berjalannya waktu.

Akan tetapi, jika efek sampingnya mulai mengganggu, segera konsultasikan pada dokter atau psikiater Anda. Dokter mungkin akan mengurangi dosis, mengganti obat, atau memberikan obat tambahan untuk meredakan efek samping tersebut.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kleptomania

Kleptomania atau klepto adalah kondisi gangguan perilaku yang dilakukan dengan mencuri atau mengutil. Apa saja Penyebab dan Gejalanya? Simak Selengkapnya di Hello Sehat

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Mental, Gangguan Mental Lainnya 8 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit

Kenapa Penderita Depresi Harus Banyak Konsumsi Probiotik?

Makanan probiotik memang baik untuk sistem pencernaan Anda. Namun siapa sangka probiotik ternyata juga bisa meredakan gejala depresi? Ini dia penjelasannya.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Mental, Gangguan Mood 7 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Batasan Wajar Menggunakan Media Sosial Dalam Sehari, Menurut Psikolog

Anda tak bisa lepas dari akun media sosial setiap harinya? Awas, Anda mungkin sudah melewati batas wajar menggunakan media sosial sehari-hari.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Mental, Kecanduan 7 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Rasa Malas Ternyata Disebabkan Gangguan di Otak. Bagaimana Mengatasinya?

Anda mungkin mengira rasa malas hanyalah kebiasaan buruk saja. Ternyata, gangguan di otaklah yang menyebabkan Anda malas. Bagaimana mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Kesehatan, Informasi Kesehatan 4 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mengatasi kesepian

5 Langkah Mengatasi Kesepian, Agar Hidup Lebih Semangat

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
serangan panik atau panic attack

Mengenal Perbedaan Panic Attack dan Anxiety Attack

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
depresi pagi hari

Gejala Depresi Suka Muncul di Pagi Hari? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Dipublikasikan tanggal: 13 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
membangun kepercayaan diri

7 Siasat Ini Bisa Jadi Senjata Anda untuk Membangun Kepercayaan Diri

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 11 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit