Berselancar di Laut Ternyata Bermanfaat untuk Kesehatan Mental, Lho!

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 23/06/2020 . 5 menit baca
Bagikan sekarang

Surfing alias berselancar di laut memang menyenangkan dan punya manfaat. Bahkan, olahraga ini disebut memiliki manfaat untuk kesehatan mental. Yuk, kenali bagaimana berselancar di laut membantu menjaga kesehatan mental Anda.

Manfaat surfing bagi kesehatan mental

manfaat berselancar

Seperti yang Anda ketahui bahwa olahraga memiliki manfaat bagi kesehatan tubuh, termasuk kesehatan mental. Mulai dari berjalan santai hingga yoga dapat menjadi terapi fisik yang dapat meningkatkan fungsi kognitif dan kesehatan mental lainnya. 

Salah satu jenis olahraga yang populer dilakukan sebagai terapi fisik, terutama di Indonesia, adalah surfing atau berselancar di laut. Hal ini juga diperbincangkan di artikel yang dipublikasikan di Frontiers for Young Mind

Di dalam artikel tersebut ditunjukkan beberapa manfaat yang dapat diperoleh dari surfing di laut untuk kesehatan mental, terutama mereka yang mengalami PTSD. Pasien yang mengalami PTSD atau gangguan stres pasca trauma biasanya mendapatkan perawatan berupa obat-obatan dan terapi bicara. 

Walaupun demikian, keduanya tidak bekerja untuk waktu yang singkat dan pasien membutuhkan metode lain untuk membantu mengatasi masalah mental. Maka dari itu, salah satu alternatif yang dilakukan terapis adalah merekomendasikan surfing kepada pasiennya. 

Berikut ini ada beberapa alasan mengapa surfing dapat dijadikan alternatif terapi gangguan mental. 

1. Dapat berinteraksi dengan alam

Salah satu alasan mengapa surfing memiliki manfaat untuk kesehatan mental adalah olahraga ini membuat Anda berinteraksi dengan alam. Berolahraga dikelilingi dengan alam memberikan efek positif pada kesehatan fisik dan mental. 

Dilansir dari Harvard Health, terdapat sejumlah penelitian yang menunjukkan bahwa berjalan di tengah alam dapat menurunkan tingkat stres dan rasa cemas. Sejauh ini belum jelas mengapa kondisi ini terjadi. Namun, ada kemungkinan hal ini berkaitan dengan aktivitas otak. 

Begini, otak adalah salah satu pengatur suasana hati. Bagi beberapa orang yang menghabiskan waktu di tengah alam ternyata membantu meningkatkan fungsi korteks dan bagian prefrontal untuk fokus. Kedua hal tersebut ternyata berpengaruh terhadap penurunan hormon kortisol.

Sementara itu, efek dari menghabiskan waktu di tengah alam juga akan lebih besar ketika mendengarkan suara alam dan beraktivitas fisik di air, seperti berselancar. Maka itu, tingkat kelelahan mental yang dirasakan para peselancar mungkin lebih rendah.

2. Risiko yang dimiliki sepadan dengan hasilnya

manfaat surfing

Berselancar di tengah laut mungkin terlihat berbahaya karena menantang ombak besar yang dapat menenggelamkan Anda. Namun, alasan lain mengapa surfing memiliki manfaat bagi kesehatan mental adalah risiko tersebut sepadan dengan hasil yang didapat.

Pada saat seseorang berselancar, ia membutuhkan keterampilan mental dan fisik di dalam lingkungan yang terus berubah. Surfing juga memerlukan komitmen untuk menghadapi risiko ketika jatuh dari papan selancar. Namun, setelah berhasil melewati tantangan tersebut Anda akan jauh lebih gembira ketika berhasil ‘mengendarai’ ombak. 

Apabila seseorang dalam keadaan senang, tubuh mengeluarkan zat dopamin yang membantunya mengelola kesehatan mental. Pasalnya, zat kimia yang satu ini yang memungkinkan Anda merasakan kebahagiaan, kepuasan, dan semangat. 

Pengalaman yang menyenangkan ketika berselancar di laut ini akhirnya membantu menurunkan tingkat depresi dan rasa cemas dibandingkan populasi umum. Maka dari itu, berselancar dapat meningkatkan kebahagiaan bagi orang yang mengalami PTSD. 

Dopamin bertanggung jawab untuk memungkinkan Anda merasakan kesenangan, kepuasan, dan motivasi. Ketika Anda merasa baik bahwa Anda telah mencapai sesuatu, itu karena Anda memiliki gelombang dopamin di otak.

3. Membutuhkan intensitas tinggi untuk beraktivitas

Sebagai tambahan, berselancar adalah aktivitas yang menuntut fisik dan energi yang cukup banyak. Terlebih lagi, surfing juga menawarkan tantangan yang cukup bervariasi. sehingga membuatnya memiliki manfaat bagi kesehatan mental. 

Mulai dari membawa papan selancar, mendayung hingga ke tengah laut sambil melihat ombak, hingga menjaga keseimbangan diperlukan ketika surfing. Dilansir dari Mental Health Foundation, beraktivitas fisik dapat melepaskan zat kimia di otak yang membuat tubuh merasa lebih baik. 

Bahkan, berolahraga, seperti berselancar di laut, juga dapat meningkatkan kepercayaan diri dan membuat suasana hati lebih baik. Hal ini dikarenakan aktivitas fisik mengubah aktivitas di amigdala dan hippocampus yang terlibat dalam respons saat stres dan merasa terancam. 

Selain itu, aktivitas fisik juga dapat meningkatkan ukuran hippocampus dan memberitahu amigdala bahwa Anda sedang berada di situasi yang aman. Berbagai alasan tersebut yang membuat surfing memberikan manfaat bagi kesehatan mental karena termasuk aktivitas fisik dengan intensitas tinggi.

Tips aman saat surfing

mitos sunscreen

Bagi Anda para pemula yang ingin memaksimalkan manfaat surfing, terutama untuk kesehatan mental, sebaiknya ketahui dulu apa saja yang perlu dipersiapkan berikut. Hal ini bertujuan untuk mengurangi risiko cedera dan merasa lebih aman saat berselancar di laut.

  • Memastikan Anda tidak sendirian di pantai atau mengajak teman.
  • Memakai tali kaki yang diikat ke papan selancar jika masih pemula.
  • Menggunakan sunscreen meskipun pada saat cuaca berawan.
  • Menggunakan pakaian yang nyaman, seperti pakaian selam.
  • Melakukan pemanasan sebelum masuk ke air.

Surfing di laut memang menawarkan manfaat yang baik bagi kesehatan mental Anda. Maka itu, para peneliti sangat tertarik untuk melakukan penelitian lebih lanjut terhadap efek dari terapi berselancar terhadap kualitas hidup mereka yang mengalami PTSD.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Berapa Lama Olahraga yang Dianggap Efektif?

Berapa lama olahraga juga menentukan kesuksesan tujuan Anda. Terlalu sebentar tak akan efektif, tapi terlalu lama juga tak baik.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Kebugaran, Hidup Sehat 16/06/2020 . 5 menit baca

3 Jenis Olahraga yang Bantu Mengurangi Perasaan Cemas dan Depresi

Banyak cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi gejala depresi dan cemas yang dialami oleh seseorang, termasuk olahraga. Yuk, kenali apa saja jenisnya!

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Hidup Sehat, Psikologi 14/06/2020 . 5 menit baca

10 Jenis Cedera Olahraga yang Paling Sering Terjadi

Saat berolahraga, tubuh Anda akan bergerak dan beraktivitas lebih intens dari biasanya sehingga Anda rawan mengalami 10 cedera olahraga berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kebugaran, Hidup Sehat 11/06/2020 . 8 menit baca

Olahraga Menggunakan Masker Saat Pandemi, Begini Menurut Pakar

Penggunaan masker memang diperlukan saat bepergian ke luar di tengah pandemi COVID. Namun, amankah menggunakan masker saat olahraga?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Coronavirus, COVID-19 09/06/2020 . 7 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

mitos psikoterapi

Mitos Seputar Psikoterapi yang Salah Kaprah

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 03/07/2020 . 5 menit baca
berenang saat covid-19

Ada Rencana Berenang Saat Pandemi COVID-19? Begini Risiko Penularannya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 22/06/2020 . 5 menit baca
psikoterapi

Keluar dari Lubang Hitam Anda Lewat Psikoterapi

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 20/06/2020 . 5 menit baca

Tips Menjaga Kesehatan Kulit Sebelum dan Sesudah Berolahraga

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 18/06/2020 . 4 menit baca