backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan

Jangan Minum Air Laut, Ini 5 Bahaya yang Bisa Terjadi

Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto · General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


Ditulis oleh Indah Fitrah Yani · Tanggal diperbarui 13/07/2023

Jangan Minum Air Laut, Ini 5 Bahaya yang Bisa Terjadi

Bahaya minum air laut sangat penting Anda ketahui. Pasalnya, air tersebut mengandung banyak garam dan telah terkontaminasi dengan berbagai bahan kimia yang bersifat racun.

Oleh sebab itu, minum air laut sangat tidak diperbolehkan, bahkan ketika berada dalam kondisi darurat sekalipun. Simak artikel berikut untuk mengetahui alasan-alasan lain kenapa tidak boleh minum air laut

Kenapa tidak boleh minum air laut?

mata air mineral yang sehat

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, air laut mengandung garam yang tinggi. Melansir situs Science for a Changing World, sekitar 3,5% air laut mengandung garam. 

Oleh sebab itu, bukannya meredakan haus, bahaya minum air laut justru akan membuat Anda semakin kehausan karena garam dapat membuat tubuh menjadi dehidrasi.

Selain itu, mengutip situs Ocean Health Index, air laut telah terkontaminasi bahan kimia yang bersifat racun seperti merkuri, kadmium, timbal, arsenik, timah, tembaga, nikel, selenium, dan seng.

Bahan kimia tersebut dapat menimbulkan penyakit bagi tubuh. Apalagi bila konsumsinya melebihi ambang batas yang aman.

Itulah beberapa alasan kenapa tidak boleh minum air laut. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang bahaya minum air laut bagi kesehatan, simak penjelasan berikut ini.

Sejumlah bahaya minum air laut bagi kesehatan

Perut begah kekenyangan

Berikut ini sejumlah hal yang dapat terjadi pada tubuh Anda bila minum air laut.

1. Kehilangan cairan tubuh

Garam dapat membuat tubuh dehidrasi. Jadi, semakin banyak air garam yang Anda minum akan semakin banyak cairan tubuh Anda yang hilang. 

Menurut National Ocean Service, ginjal hanya dapat memproses air yang mengandung sedikit garam.

Bila minum air laut atau air asin lainnya, ginjal akan membuang lebih banyak cairan daripada yang bisa diserap oleh tubuh.

Ketika minum air laut, air yang sudah ada di tubuh Anda akan dialihkan untuk membantu tubuh mencairkan kelebihan garam. 

Itulah sebabnya Anda justru akan merasa semakin haus setelah minum air laut. Anda pun akan lebih sering buang air kecil karena tubuh berusaha menyingkirkan kelebihan garam.

Dengan kekurangan cairan dan pengeluaran urine berlebih, maka masalah dehidrasi yang Anda alami akan semakin memburuk.

2. Kerusakan ginjal

Ginjal Anda bertanggung jawab untuk menyaring kelebihan bahan kimia dari darah Anda.

Bahaya minum air laut adalah karena dapat meningkatkan jumlah garam pada ginjal yang menyaring darah. 

Dengan begitu, ginjal harus membuang garam dengan bantuan air dalam jumlah besar. Air dan garam kemudian disaring dan dibuang melalui urine Anda.

Tingginya garam yang dikonsumsi dapat menyebabkan kelebihan kalsium dalam ginjal sehingga memungkinkan terbentuknya batu ginjal.

Bahkan bila konsumsi air laut dalam waktu yang lama, kelebihan air akan membanjiri ginjal dan merusaknya. Hal ini dapat menyebabkan komplikasi serius dan bahkan kematian.

3. Masalah pencernaan

Bahaya minum air laut juga dapat terlihat beberapa jam setelahnya. Tubuh Anda akan mengalami masalah pencernaan karena kelebihan asupan garam.

Sebuah studi dari International Journal of Environmental Research and Public Health dilakukan pada masyarakat Bangladesh yang tinggal di pesisir pantai dan minum air laut yang sudah disaring.

Mereka menunjukkan berbagai masalah pada pencernaannya, seperti diare, sakit perut, tukak lambung, disentri, dan tifoid.

Bahkan dalam kasus yang parah, sejumlah orang mengalami masalah kardiovaskuler, seperti serangan jantung, stroke, gagal jantung, aritmia, dan penyakit jantung lainnya.

Masih menurut penelitian yang sama, pada masyarakat yang rutin mengonsumsi air laut memiliki kasus kematian anak dan bayi yang tinggi.

Itulah kenapa sangat tidak boleh minum air laut, meskipun Anda kehausan. Bila berada di daerah pantai, Anda dianjurkan untuk mencari sumber air lainnya yang lebih aman.

4. Peningkatan tekanan darah

Bahaya minum air laut serupa halnya dengan bahaya asupan garam yang berlebih. Garam atau natrium yang berlebihan dapat memicu kenaikan tekanan darah.

Tekanan darah tinggi adalah faktor risiko sejumlah penyakit kardiovaskuler, seperti penyakit jantung dan stroke. 

Bahkan, menurut Center for Disease Control and Prevention (CDC), sekitar 500.000 orang meninggal setiap tahunnya karena tekanan darah tinggi.

Lebih lanjut, Dietary Guidelines for American menganjurkan konsumsi garam dalam sehari pada orang dewasa adalah maksimal 2.300 mg atau setara dengan ½ sendok teh.

Sementara kandungan garam pada air laut sangat tinggi. Bahkan meminumnya sedikit saja sudah melewati batas maksimal yang dianjurkan.

5. Gangguan psikologis

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, bahaya minum air laut dapat menyebabkan dehidrasi berat. Kondisi ini dapat memicu berbagai masalah pada sistem saraf.

Tidak hanya menyebabkan stroke, kondisi ini juga dapat memicu gangguan psikologis seperti halusinasi, mengigau, dan hilang kesadaran.

Bahkan menurut U.S. National Library of Medicine, dehidrasi parah yang tidak segera diatasi dapat menyebabkan kerusakan otak permanen, kejang, sesak napas, koma, hingga kematian.

Perhatian!

Jadi, sebaiknya Anda menghindari konsumsi air laut untuk mencegah risiko di atas. Jika gejala terjadi setelah Anda terlanjur meminumnya, segera konsultasikan kepada dokter.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Carla Pramudita Susanto

General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


Ditulis oleh Indah Fitrah Yani · Tanggal diperbarui 13/07/2023

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan