Ketidakpastian Seputar Pandemi Dapat Memicu Stres, Begini Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 10/06/2020 . 6 mins read
Bagikan sekarang

Baca semua artikel tentang coronavirus (COVID-19) di sini.

Pandemi COVID-19 yang tak kunjung usai mulai membuat banyak orang merasa terkuras secara emosional. Setelah dihantui oleh rasa takut dan was-was, rasa jenuh (cabin fever) mulai melanda sebagai dampak dari terlalu lama tinggal di rumah.

Sayangnya, tak ada satu pun yang tahu pasti kapan pandemi akan berakhir. Ketidakpastian inilah yang kerap menyebabkan stres dan bila tak terkendali sewaktu-waktu dapat mempengaruhi keadaan psikis seseorang.

Dampak ketidakpastian akan pandemi

berpikir positif pandemi covid-19

Pandemi yang terjadi selama beberapa bulan terakhir telah memberikan perubahan yang sangat signifikan pada cara manusia dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Anjuran untuk karantina di rumah, berbagai fasilitas umum yang ditutup, serta sejumlah protokol kesehatan yang harus dituruti merupakan sesuatu yang sangat baru bagi hampir seluruh masyarakat.

Merebaknya COVID-19 seakan kembali mengingatkan bahwa hidup tak selalu bisa diprediksi. Tanpa disadari, kita sudah sering dihadapkan pada ketidakpastian dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari cuaca yang berubah-ubah, rencana yang tiba-tiba gagal, sampai masalah keuangan.

Meski terkadang ada segenap langkah antisipasi yang bisa dilakukan, tetap saja akan selalu ada rencana atau peristiwa yang tak diharapkan atau tak pernah dibayangkan terjadi.

Begitu juga dengan pandemi COVID-19 yang masih berlangsung saat ini. Banyak para ilmuwan dan tenaga ahli kesehatan yang telah membuat perkiraan seperti apa akhir dari pandemi, tapi tetap tak ada yang bisa menjamin bahwa perkiraan tersebut tepat terjadi.

Tak satupun dapat memberi kepastian kapan pandemi mereda, kapan vaksin untuk penyakit bisa tersedia, dan kapan masyarakat bisa kembali menjalani kegiatan sehari-hari seperti sedia kala. Ketidaktahuan akan sesuatu membuat orang-orang stres dan cemas.

Update Jumlah Sebaran COVID-19
Negara: Indonesia
Data Harian

63,749

Terkonfirmasi

29,105

Sembuh

3,171

Meninggal Dunia
Peta Penyebaran

Bagaimana ketidakpastian berpengaruh pada psikis seseorang?

self diagnosis kesehatan mental

Terkadang, kekhawatiran yang muncul karena ketidakpastian tidak bisa benar-benar dicegah. Pasalnya, otak bekerja dalam mode bertahan hidup dengan terus mencerna berbagai hal baru di sekeliling Anda untuk membuat penilaian tentang mana yang aman dan mana yang tidak.

Ketidakpastian dianggap berbahaya bagi pikiran. Ketidaktahuan dapat menempatkan Anda pada situasi mengancam. Otak melakukan segala cara demi mendapatkan kepastian, seperti dengan membuat berbagai skenario “bagaimana kalau” dan memikirkan langkah selanjutnya.

Seorang asisten profesor psikologi di Universitas Pittsburgh Lauren Hallion juga menekankan hal yang sama. Otak manusia berevolusi dari waktu ke waktu untuk memperhatikan perubahan mendadak yang bisa menandakan ancaman.

Hal ini terlihat sejak zaman prasejarah di mana manusia harus selalu berada pada mode awas terhadap predator demi bertahan hidup. Bila dikaitkan dengan masa sekarang, manusia bertahan hidup dengan menghindari segala pemicu yang dapat membuat mereka tertular penyakit.

Di tengah situasi serba tak pasti, lebih mudah bagi tubuh untuk berada pada kondisi “flight or fight”. Kondisi ini merupakan proses di mana tubuh menjadi lebih siaga akan adanya sesuatu yang dapat membahayakan hidupnya.

Bila tak kunjung diatasi, respons ini dapat berujung pada stres berkepanjangan. Dampak ini tentu berbahaya untuk kesehatan mental, terutama jika Anda memiliki beberapa kondisi gangguan kecemasan atau serangan panik. Tak hanya secara psikis, efeknya juga dirasakan pada imunitas tubuh yang memburuk.

Tips menghadapi ketidakpastian di tengah pandemi

menjaga stamina saat puasa

Persiapan dapat membantu menemukan solusi yang sekiranya dapat menghindari Anda dari masalah. Sayangnya, Anda tetap tidak bisa mengendalikan semua hal yang akan terjadi di hidup Anda. Terlalu larut memikirkan ketidakpastian malah semakin menguras energi dan membuat tidak bahagia.

Untungnya, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk menghadapinya. Berikut beberapa tipsnya.

1. Perhatikan hal-hal yang bisa Anda kendalikan

Ketidakpastian selama pandemi membuat banyak hal terjadi tanpa bisa diperkirakan. Selama ini, Anda mungkin cemas memikirkan virus COVID-19 yang kian merebak serta dampaknya pada ekonomi atau sektor kehidupan lainnya.

Meski demikian, pandemi sudah terjadi. Daripada memikirkan hal-hal yang tak bisa Anda kendali, cobalah untuk lebih fokus pada sesuatu yang bisa Anda lakukan.

Contoh, jika dampak pandemi membuat keadaan keuangan terhambat, Anda mungkin bisa mencari cara untuk tetap mendapat pemasukan dengan mulai membuat usaha atau mengirimkan CV untuk melamar kerja.

Bila yang Anda khawatirkan adalah kesehatan tubuh Anda, lakukan berbagai cara mencegah COVID-19 dan menerapkan pola hidup sehat dengan mencuci tangan dengan sabun, memakai masker saat bepergian, makan makanan yang bergizi, dan olahraga.

2. Fokus pada masa sekarang

Alih-alih membiarkan pikiran Anda melayang ke masa depan, fokuslah untuk jalani hidup di masa sekarang atau pada yang sedang Anda jalani. Lakukan sesuatu yang sekiranya dapat membantu Anda dan orang-orang terdekat tetap sehat dan aman.

Pusatkan perhatian pada kegiatan yang sedang Anda lakukan. Seperti saat sedang berolahraga, tempatkan konsentrasi untuk melalui segala latihan rutin dengan lancar. Atau ketika sedang memasak, ikutilah resep dengan teliti tanpa membiarkan pikiran terbang ke hal lain.

Dengan memfokuskan pikiran Anda pada masa kini, Anda dapat mengalihkan pikiran-pikiran negatif yang selama ini menghantui Anda. Selain itu, Anda juga dapat meningkatkan suasana hati secara keseluruhan.

5 Langkah Berpikir Positif Selama Menghadapi Pandemi COVID-19

3. Jaga hubungan baik dengan orang-orang terdekat

Pada dasarnya, manusia itu makhluk sosial yang hidup berdampingan dengan orang lain. Termasuk pada masa-masa sekarang, jadikan waktu karantina di rumah sebagai kesempatan untuk lebih bercengkerama dengan orang-orang terdekat.

Sempatkan waktu juga untuk menjalin silaturahmi dengan kerabat atau teman-teman lama lewat aplikasi pesan, telepon video, atau media sosial. Hal ini membantu Anda seimbangkan keadaan emosional dan mengalihkan perhatian dari cemas akan ketidakpastian saat pandemi.

Coba juga untuk menceritakan keluhan yang Anda rasakan selama ini agar bisa mengurangi beban di hati. Siapa tahu, mereka juga mengalami hal yang sama dan berniat untuk mencari solusi bersama-sama.

Bantu dokter dan tenaga medis lain mendapatkan alat pelindung diri (APD) dan ventilator untuk melawan COVID-19 dengan berdonasi melalui tautan berikut.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber