5 Dampak Memiliki Kecerdasan Emosional yang Terlalu Tinggi

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 06/06/2020 . 5 mins read
Bagikan sekarang

Kecerdasan emosional (EQ) merupakan kemampuan untuk memahami serta mengelola emosi diri sendiri dan orang lain. Orang-orang yang cerdas secara emosional jago soal berempati kepada orang lain dan menghadapi konflik. Namun, kecerdasan emosional terlalu tinggi ternyata juga memiliki kekurangan.

Dalam menjalani keseharian dan pekerjaan, kecerdasan emosional sama pentingnya dengan kecerdasan intelektual (IQ). Bahkan, kebanyakan orang sukses dan bahagia adalah mereka yang mempunyai kecerdasan emosional tinggi. Jika demikian, mengapa kecerdasan emosional yang terlalu tinggi malah dinilai merugikan?

Dampak dari kecerdasan emosional yang terlalu tinggi

mengkritik anak

Kecerdasan emosional berpengaruh terhadap produktivitas di tempat kerja, hubungan asmara, interaksi dengan orang lain, serta kesehatan fisik dan psikis. Jika kemampuan ini terlalu tinggi dan tidak dikelola dengan baik, ada dampak yang mungkin terjadi sebagai berikut.

1. Menurunkan kreativitas dan kemampuan berinovasi

Uniknya, orang-orang yang mempunyai kecerdasan emosional rendah cenderung lebih kreatif, artistik, dan beda dari yang lain. Mood yang sering naik-turun dan sikap yang menggebu-gebu juga membantu mereka dalam menciptakan sesuatu.

Sebaliknya, banyak orang dengan kecerdasan emosional yang tinggi justru mempunyai sifat-sifat yang menandakan kreativitas rendah. Mereka memang pandai bekerja sama dengan orang lain, tapi mereka jadi kesulitan untuk menonjolkan keunikannya.

Namun, jangan khawatir. Hal ini tidak selalu mutlak karena setiap orang mengalami kondisi yang berbeda. Orang yang memiliki kecerdasan emosional tinggi tetap dapat menjadi orang yang kreatif selama ia tekun berlatih, begitu pun sebaliknya.

2. Sulit memberi dan menerima kritik negatif

Agar bisa berkembang menjadi lebih baik, Anda tidak hanya membutuhkan masukan positif, tapi juga kritik negatif yang membangun. Namun, kecerdasan emosional yang terlalu tinggi terkadang menjadi penghalang dalam memberikan kritik seperti ini.

Orang-orang dengan kecerdasan emosional yang tinggi memiliki empati besar kepada orang lain dan biasanya lebih perasa. Sayangnya, ini pula yang membuat mereka sulit memberikan komentar negatif kepada orang lain.

Saat menghadapi kritik, mereka yang mempunyai kecerdasan emosional tinggi mungkin tidak akan mengenalinya sebagai komentar negatif. Mereka kadang terlalu tenang dan positif, tanpa menyadari bahwa orang lain mengharapkan perubahan dari dirinya.

3. Menghindari risiko

kesehatan mental kehilangan pekerjaan

Mereka yang mempunyai kecerdasan emosional terlalu tinggi biasanya lebih suka bermain aman tanpa banyak mengambil risiko. Ini disebabkan karena mereka memiliki kendali diri yang besar. Mereka memastikan segalanya teratur dan tidak ingin terburu-buru.

Semakin tinggi kecerdasan emosional Anda, semakin besar pula keinginan Anda untuk mengontrol diri. Sikap seperti ini dapat menguntungkan dalam beberapa situasi, tetapi ada kondisi ketika Anda harus keluar dari zona nyaman.

Kendali diri yang berlebihan terkadang bisa membuat Anda takut mengambil risiko yang penting. Padahal, ini merupakan perilaku yang membuat Anda sulit berkembang dalam pekerjaan, hubungan sosial, dan aspek kehidupan lainnya.

4. Sulit mengambil keputusan penting

Salah satu tanda cerdas secara emosional adalah Anda lihai berinteraksi dengan orang lain. Anda dapat memahami kebutuhan orang lain, mengerti apa yang mereka rasakan, serta mampu menanggapi emosi mereka dengan baik.

Meski demikian, kemampuan ini mungkin hanya berlaku saat Anda berhadapan dengan sedikit orang. Ketika menjadi pemimpin dan dihadapkan pada keinginan banyak orang sekaligus, Anda malah kesulitan untuk mengambil keputusan yang tepat.

Keputusan yang baik bagi kelompok kadang belum tentu diterima oleh beberapa orang, dan ini memicu konflik pada orang dengan kecerdasan emosional yang terlalu tinggi. Mereka merasa tidak enak kepada orang lain, tapi mereka juga yang menanggung bebannya.

5. Mampu memanipulasi orang lain

Kemampuan berempati yang dimiliki orang-orang dengan kecerdasan emosional tinggi terkadang berkembang menjadi kemampuan manipulasi. Sadar maupun tidak, mereka mungkin menggunakan kemampuan ini untuk memengaruhi perilaku orang lain.

Manipulasi tidak selalu berarti buruk. Malah, Anda dapat memanfaatkan kemampuan ini ketika menghadapi karakter orang tertentu. Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan di luar sana ada pula orang yang menggunakan manipulasi demi kepentingannya sendiri.

Anda dapat menghindari sikap manipulasi dengan meminta pendapat dan masukan dari orang lain. Setiap kali Anda mengusulkan solusi, tanyakan pula opini mereka. Dengan begitu, Anda tahu bahwa Anda tidak sedang memengaruhi tindakan orang lain.

Kecerdasan emosional yang tinggi tidaklah buruk. Kemampuan ini justru membantu Anda dalam meraih kesuksesan dan menjalin koneksi. Kini, yang perlu Anda lakukan adalah menyeimbangkan kecerdasan emosional tersebut agar tidak terlalu dominan.

Cobalah untuk lebih banyak mendengarkan orang-orang di sekitar Anda. Jangan ragu menunjukkan rasa peduli, termasuk dengan memberikan kritik membangun lewat cara yang baik. Orang-orang akan melihat Anda sebagai sosok yang penuh empati dan rasa tanggung jawab.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

3 Dampak Merugikan yang Muncul Saat Anda Benci Kepada Diri Sendiri

Perasaan benci kepada diri sendiri tentu akan menimbulkan berbagai dampak yang bisa merusak kualitas hidup Anda. Apa saja dampak tersebut?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Hidup Sehat, Psikologi 11/12/2019 . 4 menit baca

Perkembangan Emosional dan Sosial Anak Usia Dini 1-5 Tahun

Perkembangan emosional anak balita penting dipahami orangtua. Hal ini dapat membantu memahami dan mengendalikan kondisi emosi si kecil.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Anak 1-5 Tahun, Parenting, Perkembangan Balita 02/12/2019 . 9 menit baca

Mengapa Ada Orang yang Membenci Dirinya Sendiri? Plus Cara Menghentikannya

Membenci diri sendiri adalah sebuah perasaan yang berpengaruh cukup besar terhadap hidup seseorang. Segera cari tahu penyebab dan cara atasinya.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Hidup Sehat, Psikologi 30/11/2019 . 6 menit baca

Perkembangan Balita 54 Bulan atau 4 Tahun 6 Bulan

Perkembangan balita 54 bulan atau 4 tahun 6 bulan yang penting termasuk memahami posisi dan tempat. Ketahui perkembangan lengkap di sini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Anak 1-5 Tahun, Parenting, Perkembangan Balita 22/11/2019 . 1 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

sifat sensitif genetik

Anda Sering Dibilang Sensitif? Bisa Jadi Ini Bawaan Genetik

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 17/06/2020 . 4 menit baca
pentingnya kecerdasan emosional

Pentingnya Kecerdasan Emosional di Tempat Kerja

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 26/03/2020 . 4 menit baca
membentuk jiwa sosial anak

Liburan untuk Latih Jiwa Sosial Anak: Camping hingga ke Panti Asuhan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 17/12/2019 . 5 menit baca
alexithymia adalah

Mengenal Alexithymia, Kondisi yang Bikin Anda Susah Ungkapkan Emosi

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 16/12/2019 . 4 menit baca