backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan
Konten

Apa Itu Kecerdasan Emosional dan Manfaatnya dalam Hidup

Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H. · General Practitioner · Medicine Sans Frontières (MSF)


Ditulis oleh Satria Aji Purwoko · Tanggal diperbarui 26/05/2023

Apa Itu Kecerdasan Emosional dan Manfaatnya dalam Hidup

Kebanyakan orang mungkin hanya membahas kecerdasan intelektual atau IQ saja. Padahal, terdapat pula kecerdasan emosional atau EQ yang berperan penting dalam terjalinnya hubungan harmonis dengan orang lain. 

Apa itu kecerdasan emosional?

cara meredam emosi

Kecerdasan emosional (emotional intelligence) adalah kemampuan seseorang untuk mengenali, memahami, mengelola, dan mengarahkan emosinya sendiri serta emosi orang lain.

Dikutip dari Psychological Today, teori kecerdasan emosional pertama kali diperkenalkan oleh Peter Salovey dan John D. Mayer pada tahun 1990-an.

Selanjutnya, teori kecerdasan manusia yang juga dikenal sebagai emotional quotient (EQ) ini dikembangkan dan dibawa ke masyarakat umum oleh Daniel Goleman.

Pada umumnya, seseorang dengan emotional intelligence yang tinggi lebih dapat mengelola stres, menyelesaikan konflik, dan membangun hubungan yang kuat.

Kecerdasan emosional penting di dalam berbagai bidang kehidupan, mulai dari ruang lingkup pendidikan, pekerjaan, hingga lingkungan masyarakat.

IQ dan EQ, manakah yang lebih penting?

IQ dianggap penting dalam bidang akademik, tetapi EQ dianggap penting untuk kesuksesan di tempat kerja dan dalam hubungan. IQ dan EQ akan efektif bila keduanya saling membangun satu sama lainnya. Jadi, meningkatkan EQ tidak kalah penting dengan IQ.

Komponen utama dalam kecerdasan emosional

Secara umum, emotional intelligence terdiri dari seperangkat keterampilan dan perilaku, yakni kesadaran diri, manajemen diri, kesadaran sosial, dan manajemen hubungan.

  • Kesadaran diri (self-awareness): kemampuan untuk mengenali emosi sendiri serta bagaimana emosi tersebut memengaruhi pikiran dan perilaku.
  • Manajemen diri (self-management): kemampuan untuk mengelola emosi dengan cara yang sehat serta mengendalikan perasaan dan perilaku impulsif.
  • Kesadaran sosial (social awareness): kemampuan untuk memahami emosi orang lain dan bagaimana perasaan mereka, yang juga dikenal sebagai empati.
  • Manajemen hubungan (relationship management): kemampuan untuk membangun dan memelihara hubungan positif dengan orang lain.

Tanda kecerdasan emosional pada diri seseorang

Terdapat berbagai contoh penerapan kecerdasan emosional (EQ) dalam kehidupan sehari-hari. 

Misalnya, rekan kerja dengan EQ tinggi yang menyadari bahwa Anda sedang merasa stres akan mengajak Anda untuk mengobrol serta menawarkan dukungan secara emosional.

Untuk mengetahui tinggi-rendahnya EQ pada diri sendiri dan orang lain, Anda bisa simak tabel perbandingan ciri-ciri kecerdasan emosional berikut ini.

Orang dengan EQ tinggi Orang dengan EQ rendah 
Memahami hubungan antara emosi dan cara berperilaku seharusnya Sering merasa salah paham dengan emosi
Tetap tenang saat menghadapi situasi yang memicu stres dan penuh tekanan Mudah marah dan tersinggung
Mampu memengaruhi orang lain untuk mencapai tujuan bersama Sering kewalahan dalam menghadapi emosi
Mampu menangani masalah dengan orang lain dengan komunikasi yang baik Kurang terampil dalam berkomunikasi dengan orang lain

Manfaat kecerdasan emosional dalam kehidupan

kecerdasan emosional terlalu tinggi

Seseorang yang memiliki emotional quotient (EQ) tinggi dapat mengendalikan emosinya dan menjaga hubungan yang positif dengan orang lain di sekitarnya.

Berikut ini adalah beberapa manfaat kecerdasan emosional dalam berbagai aspek kehidupan.

1. Memperbaiki kesadaran dan manajemen diri

Kecerdasan emosional membantu seseorang memahami dan mengelola emosi mereka sendiri.

Hal ini akan membuatnya dapat berkomunikasi dengan baik hingga membangun hubungan yang harmonis dengan teman, rekan kerja, pasangan, dan keluarga.

2. Membangun hubungan sosial yang harmonis

Kemampuan memahami emosi orang lain dan merespons dengan empati adalah kunci dalam membangun hubungan sosial yang harmonis. 

Dengan EQ yang tinggi, seseorang akan lebih mampu mendengarkan secara aktif, berempati, dan memahami perspektif yang berbeda dari orang lain.

3. Mencegah munculnya gangguan mental

Seseorang dengan EQ yang tinggi cenderung lebih mampu mengelola stres, mengatasi kecemasan, dan menjaga keseimbangan emosional dalam kehidupan sehari-hari.

Hal ini dapat mengurangi risiko gangguan mental, seperti depresi dan kecemasan, serta meningkatkan kesejahteraan hidup secara keseluruhan.

4. Meningkatkan kinerja akademik dan profesional

Kemampuan mengatur diri sendiri, memotivasi diri, beradaptasi dengan perubahan, dan bekerja secara efektif dalam tim cenderung dimiliki oleh mereka dengan EQ yang tinggi.

Kecerdasan emosional juga berperan penting dalam meningkatkan kemampuan seseorang untuk mengelola tekanan dan memecahkan masalah secara out of the box.

Cara meningkatkan kecerdasan emosional

Pada dasarnya, emotional intelligence merupakan seperangkat keterampilan dan perilaku yang mampu Anda pelajari dan kembangkan dari waktu ke waktu.

Berikut ini beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk meningkatkan kecerdasan emosional

1. Kurangi emosi negatif

Salah satu komponen penting dalam kecerdasan emosional adalah kemampuan mengenal dan mengendalikan emosi secara efektif.

Untuk mengurangi emosi negatif, cobalah untuk mengubah cara berpikir Anda mengenai hal tersebut.

Sebagai contoh, Anda bisa mencoba mengurangi prasangka buruk terhadap tindakan seseorang. Mungkin saja, ada maksud baik di balik tindakan yang mereka lakukan.

2. Tetap tenang saat menghadapi stres

Stres bisa terjadi kapan dan di mana saja. Nah, bagaimana cara Anda dalam menghadapi stres tentu akan berpengaruh pada kecerdasan emosional.

Ketika berada dalam situasi yang memicu stres, cobalah untuk tetap tenang. Hal ini akan membantu Anda untuk berpikir jernih dan mengambil keputusan yang tepat.

3. Ekspresikan emosi yang tidak mudah

Cara selanjutnya untuk meningkatkan kecerdasan EQ yakni dengan mengekspresikan emosi. Meski terdengar sederhana, tidak semua orang bisa mengungkapkan emosinya dengan mudah.

Terkadang, mungkin ada batasan yang menghalangi Anda, seperti rasa sungkan, tidak enak hati, atau takut berkata salah.

Mulai sekarang, cobalah memberanikan diri untuk tidak sependapat atau berkata tidak tanpa merasa bersalah, tapi pastikan Anda menyampaikannya dengan cara yang baik.

4. Jangan membiasakan sikap reaktif

Anda mungkin pernah berhadapan dengan orang-orang yang memicu emosi. Pada orang dengan EQ lemah, mungkin mereka akan bersikap reaktif, seperti mudah tersinggung dan marah.

Nah, ini merupakan kebiasaan negatif yang perlu diubah. Cobalah untuk menenangkan diri terlebih dahulu sebelum berbicara dengan orang yang memicu emosi Anda.

Pahami juga situasi tersebut dari sudut pandang orang lain. Mungkin saja ada perlakuan Anda atau faktor lainnya yang menyebabkan mereka bertindak demikian.

5. Berlatih untuk berpikir positif

Salah satu kunci penting untuk meningkatkan emotional quotient yakni berpikir positif.

Hal ini bisa Anda mulai dengan berbicara pada diri sendiri. Coba untuk menanamkan sugesti bernada positif dalam pikiran Anda sebelum melakukan tindakan apa pun.

Kemampuan untuk berpikir dan bersikap positif selama menghadapi situasi yang menyulitkan dapat menuntun Anda untuk menemukan penyelesaian terbaik.

Kesimpulan

  • Kecerdasan emosional adalah kemampuan untuk mengenali, memahami, mengelola, dan mengarahkan emosi sendiri serta orang lain.
  • Terdapat empat komponen utama dalam emotional intelligence, yakni kesadaran diri, manajemen diri, kesadaran sosial, dan manajemen hubungan.
  • Kecerdasan ini sangat penting untuk kesuksesan kehidupan pribadi dan profesional.
  • Dengan meningkatkan kecerdasan emosional, Anda dapat membangun karier dan hubungan sosial yang lebih baik.

Catatan

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.

General Practitioner · Medicine Sans Frontières (MSF)


Ditulis oleh Satria Aji Purwoko · Tanggal diperbarui 26/05/2023

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan