Manipulasi merupakan tindakan yang bisa dilakukan siapa saja, tak terkecuali orang terdekat. Sering tidak disadari korban, tindakan ini dapat berdampak buruk bagi kesehatan mental jika dilakukan untuk alasan yang buruk. Seperti apa dampaknya?
Ditinjau secara medis oleh dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa · General Practitioner · Klinik Chika Medika
Manipulasi merupakan tindakan yang bisa dilakukan siapa saja, tak terkecuali orang terdekat. Sering tidak disadari korban, tindakan ini dapat berdampak buruk bagi kesehatan mental jika dilakukan untuk alasan yang buruk. Seperti apa dampaknya?
Manipulasi adalah cara seseorang untuk mengubah, memengaruhi, atau mengontrol orang lain agar sesuai dengan yang ia inginkan.
Manipulasi bisa dilakukan siapa saja, termasuk orang terdekat seperti pasangan, keluarga, atau sahabat. Umumnya, tindakan ini muncul sebagai bentuk ketakutan dan kecemasan pelakunya.
Berikut beberapa contoh manipulasi dalam ranah psikologi.
Bila berhadapan dengan orang yang manipulatif dan menunjukkan empati, Anda mungkin akan dimanfaatkan. Tak hanya sekali, tindakan ini dapat terjadi secara berulang.
Supaya terhindar dari perangkap para manipulator, Anda perlu mengetahui apa saja taktik manipulasi psikologi yang mereka gunakan.
Berbohong merupakan senjata ampuh yang sering kali digunakan sebagai taktik manipulasi. Tujuannya bukan untuk menyembunyikan rasa bersalah, melainkan untuk membuat Anda bingung.
Jika pelaku melihat kesempatan untuk mendapatkan sesuatu dengan berbohong, mereka bisa membuat kebohongan dengan menyembunyikan rahasia besar atau memutarbalikkan fakta.
Untuk mendeteksi kebohongan seorang manipulator, Anda perlu menggalinya dengan pertanyaan. Tidak hanya sekali, tapi beberapa kali atau bahkan berulang.
Apabila jawaban yang diberikannya tidak jelas dan tidak konsisten, hal tersebut dapat menjadi tanda adanya kebohongan.
Penyangkalan merupakan salah satu taktik manipulasi andalan yang digunakan seseorang saat melakukan kesalahan. Tujuannya tentu saja membuat Anda bersimpati.
Sebagai contoh, Anda yakin pasangan Anda melakukan kesalahan. Namun, penyangkalan membuat Anda ragu dengan diri sendiri sehingga ia termaafkan dengan begitu mudah.
Orang yang manipulatif akan berusaha untuk menghindari tanggung jawab. Biasanya, pelaku menolak untuk membicarakan masalah ketika Anda ingin mendiskusikannya.
Contohnya, Anda mungkin akan mendengar ia berkata, “Kamu nggak bosan tanya itu terus? Ganggu tahu, nggak?”
Kata-kata tersebut sengaja diucapkan untuk membuat Anda merasa bahwa tindakan yang Anda lakukan sangat mengganggu. Akhirnya, Anda pun mundur dan tidak membahasnya lagi.
Menyalahkan orang lain adalah contoh taktik manipulasi yang digunakan pelaku untuk menyerang balik Anda. Hasilnya, Anda yang akan merasa bersalah pada akhirnya.
Selain itu, pelaku manipulasi bisa membuat Anda merasa lemah dan rendah di mata orang lain. Beberapa caranya seperti menyebutkan kejelekan, ketidakmampuan, dan kekurangan Anda.
Pelaku manipulasi kerap kali mengintimidasi lawannya. Bukan dengan ancaman, tetapi dengan kata-kata yang lebih halus agar Anda merasa takut dan menyerah.
Apabila tidak berhasil, senjata yang digunakan manipulator yaitu “playing as the victim” atau menempatkan dirinya seolah-olah sebagai korban.
Seorang manipulator melakukan ini untuk menimbulkan kesan seolah-olah ialah yang paling menderita sekaligus membangun simpati lawan.
Dengan begitu, kesalahan yang dilakukannya akan semakin kabur dan pelaku dianggap juga sebagai korban. Alhasil, akan ada keringanan bagi pelaku atas kesalahan yang ia lakukan.
Pelaku manipulasi sering kali mengajak orang lain untuk memuluskan aksinya. Tujuan dari tindakan tersebut tentu saja untuk membuat Anda semakin percaya, tertekan, atau diam.
Hasilnya, pelaku dapat dengan mudah mendapatkan apa yang diinginkannya. Anda juga akan mulai berhenti mempermasalahkan kesalahan pelaku.
Ketika terlibat masalah dengan Anda, orang yang manipulatif lebih memilih untuk melakukan silent treatment. Tindakan ini dilakukan dengan cara diam dan mengabaikan Anda.
Umumnya, tujuan silent treatment yaitu untuk membuat Anda takut dan berbalik merasa bersalah. Dengan begitu, kesalahan pelaku akan dilupakan begitu saja.
Dampak manipulasi tidak hanya berpengaruh terhadap emosi korban, tetapi juga kesehatan mentalnya. Pada kasus yang parah, tindakan ini dapat mengakibatkan trauma.
Beberapa dampak manipulasi terhadap kesehatan mental korban adalah:
Jika Anda mulai merasakan atau terganggu dengan gejala-gejala di atas, Anda bisa berkonsultasi kepada psikolog. Penanganan sedini mungkin dapat mencegah kondisi Anda bertambah parah.
Manipulasi adalah perilaku yang muncul sebagai bentuk ketidakpercayaan diri pelakunya. Selain itu, tindakan ini juga dapat menjadi tanda gangguan mental.
Berikut beberapa masalah kesehatan mental yang berpotensi memunculkan tindakan manipulasi.
Tindakan manipulatif umumnya dilakukan oleh orang-orang dengan gangguan kepribadian narsistik yang kesulitan untuk membangun kedekatan dengan orang lain, khususnya pasangan.
Lewat tindakan ini, pelaku merasa bisa menjaga kedekatan dengan orang lain. Beberapa manipulasi yang bisa dilakukannya seperti gaslighting, mempermalukan, dan menyalahkan orang lain.
Pada orang dengan gangguan kepribadian ambang (borderline personality disorder), tindakan manipulasi sering muncul ketika mereka merasa tidak aman atau ditinggalkan.
Tindakan ini sering kali dijadikan sarana untuk memenuhi kebutuhan emosi orang-orang dengan BPD, seperti ditemukan dalam penelitian oleh Mandal dan Kocur pada 2013.
Selain itu, kebutuhan akan validasi juga dapat menjadi penyebab munculnya tindakan manipulatif.
Jika Anda memiliki kecenderungan untuk melakukan tindakan manipulatif, konsultasi kepada seorang terapis bisa membantu Anda.
Nantinya, terapis akan mengajak Anda menggali alasannya dan mencari cara untuk berhenti melakukannya.
https://youtu.be/2VEVIcPPjI4
Catatan
Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.
Tanya Dokter
Punya pertanyaan kesehatan?
Silakan login atau daftar untuk bertanya pada para dokter/pakar kami mengenai masalah Anda.
Ayo daftar atau Masuk untuk ikut berkomentar