home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

9 Ciri Orang yang Memiliki Kecerdasan Emosional

9 Ciri Orang yang Memiliki Kecerdasan Emosional

Kecerdasan emosional adalah kemampuan untuk mengenali serta mengelola emosi atau perasaan, baik diri sendiri maupun orang lain. Sama seperti kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional juga bisa dilatih dan dikembangkan terus-menerus. Memiliki kecerdasan emosional sangat berguna untuk membangun hubungan pribadi dan karier. Maka, Anda harus tahu apakah Anda sudah memiliki kecerdasan emosional yang memadai. Perhatikan 9 ciri kecerdasan emosional berikut ini. Kalau Anda menunjukkan lebih dari 5 tanda di bawah, berarti Anda adalah orang dengan kecerdasan emosional yang cukup tinggi.

1. Mengenali perasaan Anda sendiri

Orang yang memiliki kecerdasan emosional tahu apa yang sedang ia rasakan. Anda hampir selalu tahu apa yang mengganggu pikiran Anda, tak hanya merasa bete tanpa alasan yang jelas. Entah itu cemas, gugup, sedih, kecewa, marah, kelelahan, atau jenuh, perasaan yang muncul selalu lebih dalam dari sekadar bete atau tidak mood.

BACA JUGA: Bukan Sekadar Moody: Mood Swing Bisa Jadi Gejala Gangguan Mental

2. Bisa ‘membaca’ orang lain

Anda juga peka akan emosi yang sedang dirasakan orang lain sehingga Anda mungkin bisa “membaca” orang lain. Misalnya rekan kerja Anda akhir-akhir ini Jangan Mudah Tersulut, Begini Mengendalikan Emosi di Saat Pikiran Kalut, Anda tahu bahwa ada masalah yang sedang mengganggu pikirannya. Bukan karena ia sebal pada diri Anda atau orang-orang kantor, tetapi karena ia sedang menyimpan beban tertentu.

BACA JUGA: Banting Barang Saat Marah? Mungkin Anda Punya Penyakit Ini

3. Mengetahui kekuatan dan kelemahan diri

Anda tak hanya mampu mengenali perasaan yang muncul, tapi juga siapa diri Anda sesungguhnya. Anda tahu hal-hal yang menjadi keahlian Anda, tapi juga aspek mana dalam kehidupan Anda yang masih harus diperbaiki. Misalnya, Anda sangat mudah bersosialisasi. Anda tahu bagaimana caranya memanfaatkan kemampuan ini sehari-hari. Namun, Anda tahu kalau Anda adalah orang yang sangat pelupa sehingga Anda harus selalu pakai reminder.

4. Tidak mudah tersinggung

Karena Anda memahami siapa diri Anda, perkataan orang lain tak akan membuat Anda merasa tersinggung dengan mudah. Kalau pun ada orang yang sengaja ingin menyakiti perasaan Anda, Anda mau berjuang untuk memaafkan orang tersebut. Ini karena Anda tahu apa yang orang lain lakukan terhadap Anda hanya bisa mencerminkan kepribadian orang tersebut, bukan diri Anda.

5. Bersyukur

Orang dengan kecerdasan emosional menyadari pentingnya bersyukur dan berpikiran positif setiap hari. Sebuah penelitian yang dilakukan University of California, Davis (UC Davis) bahwa orang yang terbiasa bersyukur memiliki tingkat hormon stres kortisol yang rendah. Karena rendahnya hormon kortisol, suasana hati dan kondisi kesehatan Anda secara umum pun jadi lebih baik.

BACA JUGA: Awas, Stres Karena Pekerjaan Bisa Memperpendek Usia

6. Peduli terhadap kesehatan

Salah satu ciri kecerdasan emosional adalah kesadaran untuk menjaga kesehatan. Anda memahami bahwa menjalani gaya hidup sehat adalah salah satu cara untuk meningkatkan kualitas hidup dan kebahagiaan. Maka, biasanya orang yang kecerdasan emosionalnya tinggi selalu mengusahakan istirahat yang cukup, makan dengan gizi seimbang, dan rutin beraktivitas fisik.

7. Pendengar yang baik

Pendengar yang baik memiliki kemampuan untuk berempati pada orang yang berbicara. Anda mau mendengarkan tanpa maksud menghakimi, menyalahkan, atau menguntungkan diri sendiri. Anda hanya ingin memahami orang lain dengan baik. Anda pun tidak akan memotong pembicaraan orang lain dan selalu berusaha untuk mendengarkan dan berpikir sebelum berbicara.

BACA JUGA: 9 Cara Mudah untuk Melatih Kecerdasan Emosional

8. Berpikiran terbuka

Kemampuan untuk memahami situasi serta membaca orang lain membuat orang yang punya kecerdasan emosional tinggi berpikiran terbuka. Anda mau menerima ide yang berbeda, saran atau kritik dari orang lain, dan bisa bekerja sama dengan siapa saja. Anda juga selalu menghindari berpikiran negatif soal orang lain sebelum memahami duduk perkaranya.

BACA JUGA: 6 Manfaat Kesehatan yang Bisa Didapat Dengan Berpikir Positif

9. Tidak takut minta maaf

Berani mengakui kesalahan dan meminta maaf adalah salah satu ciri kecerdasan emosional yang tinggi. Anda tahu bahwa manusia pasti membuat kesalahan, tetapi yang terpenting adalah belajar dari kesalahan tersebut. Maka, minta maaf bukanlah tanda kekalahan buat Anda. Justru sebagai pertanda bahwa Anda cukup kuat untuk bangkit dari kesalahan.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Are You Emotionally Intelligent? Here’s How to Know For Sure. http://www.inc.com/travis-bradberry/are-you-emotionally-intelligent-here-s-how-to-know-for-sure.html Diakses pada 10 Januari 2017.

5 Signs of High Emotional Intelligence. http://www.forbes.com/sites/markmurphy/2016/05/08/5-signs-of-high-emotional-intelligence/#12464ff6c539 Diakses pada 10 Januari 2017.

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh Irene Anindyaputri
Tanggal diperbarui 13/01/2017
x