Hati-hati, Penggunaan Smartphone Berlebihan Bisa Bikin Gangguan Mental

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 6 September 2017 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Berbagai kemudahan bertukar informasi atau bersosialisasi menjadikan smartphone sebagai perangkat wajib dalam kehidupan generasi milenial. Namun, penggunaan smartphone yang berlebihan ternyata dapat membuat kita rentan mengalami gangguan mental. Tidak ingin bukan bahaya smartphone mengintai Anda dan keluarga?

Bahaya smartphone untuk kesehatan mental

Sudah banyak penelitian yang menyebutkan bahwa menggunakan smartphone terlalu berlebihan bisa membahayakan kesehatan, baik secara fisik maupun mental. Sebuah penelitian terbaru menambahkan satu lagi efek buruk dari bahaya smartphone karena penggunaannya yang berlebihan.

Menurut penelitian dari Duke University, North Carolina, Amerika Serika, para remaja yang menghabiskan waktu lebih banyak untuk bersentuhan dengan teknologi atau smartphone akan mengalami masalah perilaku dan gejala dari ADHD atau attention-deficit hyperactivity disorder.

Penelitian yang melibatkan 151 remaja ini meneliti kaitan antara kesehatan mental dengan berapa banyaknya waktu yang dihabiskan para remaja untuk bersosial media dan melakukan obrolan dalam sehari. Hasilnya, mereka yang menghabiskan banyak waktu dengan smartphone yang dimiliki cenderung mudah berbohong, berkelahi, dan perilaku buruk lainnya.

Lalu, apa yang membuat smartphone berdampak buruk pada gangguan mental? Tanpa disadari terlalu sering memegang smartphone akan membuat masing-masing individu kehilangan kontrol diri dengan baik. Mereka jadi kesulitan untuk mengendalikan perilaku dan emosi yang kemudian memberikan efek buruk pada kesehatan mental.

Gejala gangguan mental karena kecanduan smartphone akut

Berdasarkan hasil studi yang dilakukan oleh Pew Research Center, 92 persen orang dewasa di Amerika Serikat memiliki ponsel dan 90 persen di antaranya tidak pernah berada jauh dari ponsel mereka, sementara sepertiga dari angka tersebut, tidak pernah mematikan ponselnya.

Semua ini tidak terlepas dari perkembangan teknologi yang seolah tanpa henti, yang kemudian merubah bagaimana hidup ini kini berjalan. Alhasil, semua manusia di bumi, terlebih yang terkoneksi dengan internet, menjadi masyarakat yang sulit terlepas dari smartphone-nya masing-masing. Padahal, sudah banyak penelitian yang membahas mengenai bahaya smartphone tidak membuat seseorang yang kecanduan menjadi kapok.

Pada mereka yang sudah dalam tahap mengkhawatirkan, biasanya akan cenderung mengalami kegelisahan, kurang produktif dan sulit untuk fokus dengan hal penting karena teralihkan perhatiannya pada layar ponsel. Nah, ada tiga gejala gangguan mental pada mereka yang kecanduan smartphone akut, seperti apa? Ini penjelasannya.

1. Low bat anxiety atau gelisah ketika ponsel low bat

Menurut survei yang dilakukan perusahaan elektronik LG, 90 persen dari 2000 orang mengalami hal ini. Survei tersebut menemukan bahwa baterai low bat memberikan ancaman tersendiri bagi mereka yang kecanduan smartphone. Mereka yang menderita LBA sering kali mengalami serangan panik ketika baterai ponsel mereka menunjukan angka kritis.

2. Phantom vibration syndrome

Di saat tubuh Anda gatal dan butuh untuk digaruk, Anda justru mengira ponsel Anda tengah bergetar dan berusaha meraihnya. Waktu Anda sadari, apa yang Anda pikir adalah getaran notifikasi, namun ternyata itu semua adalah perasaan Anda. Gangguan ini juga disebut dengan nama ringxeity.

3. Nomophobia

Anda takut berada jauh dari ponsel Anda? Itu berarti Anda seorang nomophobia. Anda merasa terganggu atau gelisah ketika ponsel Anda tidak berada di dekat atau dalam genggaman dengan alasan tidak dapat berkomunikasi dengan para sahabat atau kerabat atau hanya sekadar mengecek ponsel.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Keluar dari Lubang Hitam Anda Lewat Psikoterapi

Sedang mengalami masa sulit yang seakan mengisap energi dan pikiran Anda ke dalam lubang hitam? Psikoterapi bisa membantu Anda mencari solusinya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Psikologi 20 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

6 Sumber Stres Utama dalam Pernikahan

Tanpa Anda sadari, pernikahan mungkin menjadi penyebab Anda stres dan tertekan. Ayo cari tahu berbagai sumber stres dalam pernikahan dan cegah dampaknya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Psikologi 19 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

Memanfaatkan Hipnoterapi untuk Menyembuhkan Trauma Psikologis

Bagi orang yang memendam trauma psikologis yang serius, dampaknya begitu terasa dalam hidup sehari-hari. Untungnya, metode hipnoterapi bisa membantu Anda.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Psikologi 18 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

Pro dan Kontra Mengonsumsi Obat Antidepresan

Antidepresan bisa membantu penderita depresi agar pulih, tapi ada efek samping yang perlu diwaspadai. Pahami pro dan kontra antidepresan berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Psikologi 18 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

melihat bullying

5 Hal yang Harus Anda Lakukan Ketika Menyaksikan Bullying

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 5 menit
apa itu depresi

Penyakit Mental

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 17 September 2020 . Waktu baca 9 menit
melatih otak agar percaya diri

3 Cara Melatih Otak Supaya Lebih Percaya Diri

Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Dipublikasikan tanggal: 20 Juli 2020 . Waktu baca 5 menit
Berpikir negatif demensia

Sering Berpikir Negatif Bisa Tingkatkan Risiko Demensia

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 20 Juni 2020 . Waktu baca 4 menit