7 Cara Efektif Mengatasi Gejala OCD yang Kambuh

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 6 September 2017 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Gangguan obsesif-kompulsif (OCD) adalah satu jenis gangguan kecemasan yang ditandai dengan obsesi atau pikiran yang mengesalkan dan merembet, dan dorongan kuat, ritual yang digunakan untuk membantu mengatasi obsesi. Pengobatan untuk OCD sering terdiri dari obat-obatan, psikoterapi atau keduanya.

Namun ada juga sejumlah cara self-help yang dapat Anda gunakan dalam kehidupan sehari-hari untuk membantu mengatasi OCD.

Bagaimana cara mengatasi gejala OCD?

Berikut adalah beberapa tips yang berguna bagi Anda untuk mengatasi gejala OCD yang kambuh

1. Pelajari fakta-fakta OCD

Menyadari bahwa OCD adalah satu jenis gangguan medis yang terkait kecemasan adalah langkah besar pertama untuk memahami bagaimana cara mengatasinya. Penelitian telah menunjukkan bahwa lebih dari 2 persen orang dewasa di seluruh menderita OCD di suatu titik dalam kehidupan mereka. Dan gejala biasanya muncul di sekitar usia 19 tahun, dan dapat sangat mengganggu kehidupan dalam berbagai cara.

2. Pahami apa yang membuat Anda cemas

Pikirkan mengenai situasi apa yang membuat Anda merasa cemas. Biasanya, Anda tahu bahwa ketakutan Anda tidaklah realistis tetapi merasa tidak berdaya untuk berhenti untuk mencemaskannya. Tuangkan segala kekhawatiran Anda dan atasi satu persatu, catat apakah masalah tersebut realistis atau tidak dapat membantu. Pastikan untuk memasukkan apa yang telah terjadi sebelumnya sehingga Anda dapat mulai mengidentifikasi pemicu kecemasan Anda.

3. Tantang penafsiran Anda mengenai situasi tersebut

Pikirkan mengenai ketakutan Anda dan tanyakan pada diri sendiri apakah ketakutan tersebut benar adanya atau apakah Anda keliru menganggap pemikiran tersebut sebagai sebuah kenyataan. Selebihnya, Anda harus mempertimbangkan apakah penafsiran Anda akurat, apa sisi negatif dari pola pikir seperti itu. Ketika Anda menantang ketakutan Anda, Anda dapat lebih terbuka untuk mencari strategi pemikiran yang baru.

4. Terima bahwa OCD Anda mengganggu kehidupan Anda

Penerimaan selalu merupakan langkah pertama untuk mengatasi kecemasan.

5. Tulislah jurnal

Tuliskan pemikiran yang tidak diinginkan dan mengganggu yang membuat Anda cemas dan sadari ritual atau dorongan apa yang Anda lakukan untuk mencoba melawan pikiran-pikiran tersebut.

6. Cobalah untuk perlahan mengurangi perilaku kompulsif Anda

Misalnya, jika Anda harus memeriksa apakah mesin cuci sudah mati sebanyak 10 kali, biarkan diri Anda untuk memeriksanya hanya sebanyak 8 kali, kemudian 6, 4, 2 kali hingga Anda mampu untuk memeriksanya hanya sebanyak satu kali.

Jika Anda mengalami kesulitan dengan OCD, konsultasikan pada profesional medis mengenai jenis pengobatan lainnya dan buatlah janji dengan seorang psikolog untuk menemukan strategi self-help tambahan untuk situasi spesifik Anda.

7. Tunda melakukan ritual Anda

Jika Anda harus dengan segera melakukan suatu ritual, misalnya, jika Anda menyentuh sesuatu Anda harus mencuci tangan dengan segera, cobalah untuk menunda mencuci tangan selama 1 menit, 3 menit, 5 menit, dll. Cobalah untuk meneruskan penundaan di antara insiden dan ritual hingga Anda merasa nyaman untuk tidak melakukan dorongan tersebut.

Individu yang memiliki OCD dapat merasa tidak nyaman dengan kehidupan sehari-hari mereka. Terlepas dari apa yang Anda lakukan, tampaknya Anda tidak bisa lepas darinya. Tetapi selalu ada bantuan untuk Anda. Dengan pengobatan dan strategi self-help, Anda dapat terlepas dari gejala OCD dan mengambil kembali kendali hidup Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Crab Mentality, Sindrom Psikologis yang Menghambat Orang Lain untuk Sukses

Crab mentality adalah sindrom yang menginginkan orang lain tidak mencapai kesuksesan yang lebih besar dari diri sendiri. Ini penjelasannya.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Hidup Sehat, Psikologi 22 November 2020 . Waktu baca 6 menit

Kenapa Berat Badan Turun Drastis Saat Sedang Depresi?

Salah satu tanda seseorang sedang depresi biasanya adalah berat turun drastis. Tapi berat badan turun saat depresi ini bukan hanya karena tak nafsu makan.

Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Hidup Sehat, Psikologi 22 November 2020 . Waktu baca 4 menit

Tiba-tiba Keluar Air Mani Padahal Tidak Terangsang, Kok Bisa?

Sedang berada di tempat umum, tiba-tiba keluar air mani? Padahal Anda tidak sedang bergairah atau berpikiran mesum. Nah, ini dia penjelasan dari para ahli.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Seks & Asmara, Fakta Unik 17 November 2020 . Waktu baca 4 menit

Mengenali Ciri-Ciri Psikopat di Sekitar Anda

Pada kesan pertama, psikopat umumnya terlihat menawan, senang bersosialisasi, peduli, dan ramah pada orang lain. Apa lagi ciri-ciri psikopat pada umumnya?

Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Hidup Sehat, Psikologi, Fakta Unik 10 November 2020 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

memiliki alter ego

Apa Itu Alter Ego? Apakah Sama Dengan Kepribadian Ganda?

Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Dipublikasikan tanggal: 29 November 2020 . Waktu baca 4 menit
akibat sering main hp

4 Jenis Gangguan Kesehatan Akibat Terlalu Sering Bermain Smartphone

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 26 November 2020 . Waktu baca 4 menit
makanan terbaik untuk kesehatan jiwa

5 Makanan Terbaik untuk Menjaga Kesehatan Jiwa

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 26 November 2020 . Waktu baca 4 menit
komunikasi dengan anak

Kenapa Orangtua Wajib Rutin Berkomunikasi Dengan Anak?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 24 November 2020 . Waktu baca 4 menit