Mengapa Olahraga Adalah Cara Terbaik Menghilangkan Stress

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 28 September 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Apakah Anda sering mengalami stress belakangan ini? Stress memiliki banyak dampak buruk bagi kesehatan tubuh, apalagi jika dibiarkan tanpa ada penanganan atau ‘pengobatan’. Stress berhubungan langsung dengan berbagai fungsi tubuh. Jika Anda mengalami stress, bukan tidak mungkin Anda mudah terkena sakit karena stress mengakibatkan penurunan sistem kekebalan tubuh, menyebabkan tekanan darah tinggi, masalah pada pencernaan, bahkan stress dapat menyebabkan peningkatan risiko terkena penyakit degeneratif.  

Olahraga = stress fisik untuk tubuh

Olahraga sesungguhnya merupakan bentuk ‘stress’ fisik bagi tubuh. Sederhananya, dengan kita membiasakan melakukan olahraga, tubuh belajar beradaptasi dan terbiasa menghadapi ‘stress’ fisik dengan baik. Dengan adaptasi tersebut, maka tubuh Anda dapat dengan mudah beradaptasi dan bertahan menghadapi tekanan lainnya. Penelitian menunjukkan bahwa olahraga seperti aerobik yang dilakukan rutin berhubungan dengan penurunan aktivitas saraf simpatik dan hypothalamic-pituitary-adrenal. Aktivitas saraf simpatik dan hyphothalamic-pituitari-adrenal adalah sistem tubuh yang bertanggung jawab untuk merespon stress dan menimbulkan perubahan fungsi tubuh akibat stress.

Melakukan olahraga rutin juga sama dengan melatih tubuh untuk merespon stress lebih baik, termasuk merespon dalam hal perubahan fungsi dan fisiologis tubuh. Seperti detak jantung menjadi lebih cepat, otot menegang, dan tekanan darah meningkat, maka olahraga dapat menurunkan dan membuat perubahan tersebut menjadi normal kembali. Telah disebutkan sebelumnya bahwa stress berdampak buruk bagi fungsi tubuh. Stress dapat menimbulkan perubahan fisiologis pada tubuh seperti, detak jantung lebih cepat, insomnia, peningkatan nafsu makan, dan sebagainya. Dengan melakukan olahraga secara rutin maka fungsi tubuh yang berubah akibat stress juga dapat diatasi.

Menurunkan hormon depresan pada tubuh

Ketika Anda mengalami stress, maka tubuh akan secara otomatis mengeluarkan hormon kortisol dan epineprin. Kedua hormon tersebut adalah hormon depresan yang mampu meningkatkan energi dan tekanan darah seketika saat tubuh menerima tekanan. Kortisol biasa disebut sebagai hormon fight-for-fight karena mempersiapkan tubuh untuk berada di bawah tekanan, seperti menyiapkan energi lebih dengan cara meningkatkan gula darah dan mencegah insulin mengubahnya menjadi glikogen.

Namun, ketika kortisol dan epineprin terus-menerus diproduksi akibat tubuh mengalami stress kronis, maka fungsi fisiologis tubuh pun akan terganggu. Sebagai respon untuk menahan tekanan yang datang, kortisol dan epineprin akan mempersiapkan energi lebih yang dapat dipakai tubuh, dengan cara menaikkan gula darah dan menghentikan kerja insulin. Jika hal ini berlangsung lama, maka orang yang mengalami stress berisiko terkena diabetes melitus tipe 2, obesitas, dan penurunan sistem kekebalan tubuh.

Berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa olahraga yang teratur dapat menurunkan stress seseorang. Hal ini terjadi karena dengan olahraga yang teratur dapat menurunkan hormon kortisol dan epineprin serta meningkatkan hormon norepineprin sebagai antidepresan. Sebuah penelitian yang melibatkan 49 perempuan yang sedang mengalami stress berat, yang kemudian diminta untuk melakukan olahraga yang teratur selama 8 minggu berturut-turut, menunjukkan terdapat penurunan kadar kortisol dan epineprin pada urin mereka. Selain itu, hasil tes psikologi yang dilakukan pada kelompok tersebut menunjukkan bahwa tingkat stress mereka berkurang, bahkan hilang sama sekali.

Hasil penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa terjadi peningkatan hormon serotonin dan endorfin, yang biasa disebut dengan hormon bahagia. Dengan adanya peningkatan hormon tersebut, dapat membuat tubuh merasa rileks, tenang, dan bahagia.

Meningkatkan self-efficacy

Self-efficacy adalah bentuk keyakinan atau kepercayaan diri dalam menyelesaikan dan menghadapi masalah yang ada. Self-efficacy dapat meningkatkan kepercayaan diri, sedangkan orang yang sedang stress biasanya memiliki tingkat kepercayaan diri dan self-efficacy yang rendah. Olahraga tidak hanya dapat meningkatkan daya tahan dan kemampuan tubuh untuk menghadapi tekanan, tapi juga dapat meningkatkan self-efficacy seseorang. Penelitian menyebutkan bahwa melakukan olahraga seperti bela diri efektif menimbulkan self-efficacy dalam diri. Ketika Anda memiliki kepercayaan diri yang tinggi dan self-efficacy, maka Anda akan lebih yakin dapat menyelesaikan masalah yang ada dan berusaha mencari jalan keluar terhadap tekanan.

Olahraga seperti apa yang dapat menurunkan stress?

Berbagai macam olahraga dapat membantu menurunkan stress, sehingga Anda tidak harus melakukan olahraga yang berat untuk membuat tubuh rileks. Olahraga yang mudah dan sederhana dapat Anda lakukan, seperti berjalan, berlari, bersepeda, berenang, yoga, tai chi, dan sebagainya. Namun, yang terpenting adalah melakukannya dengan rutin dan teratur, maka tubuh akan terbiasa dengan hal tersebut. Cobalah melakukan olahraga yang Anda sukai. Selain akan membuat Anda nyaman ketika melakukannya, mood dan emosi akan lebih mudah terkontrol sehingga stress pun menurun.

BACA JUGA

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    7 Hal yang Bisa Terjadi Pada Tubuh Jika Anda Berhenti Minum Pil KB

    Pil KB berhubungan dengan hormon. Itu sebabnya, saat Anda memutuskan untuk berhenti minum pil KB akan muncul berbagai efek samping. Apa saja?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Kesehatan Seksual, Kontrasepsi 4 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit

    Kenali Tanda dan Cara Mengatasi Anak Hiperaktif

    Sebagai orangtua, Anda perlu tau bedanya anak yang aktif dan hiperaktif. Yuk, kenali tanda dan cara mengatasi anak hiperaktif!

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Riska Herliafifah
    Kesehatan Anak, Parenting 4 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit

    Mengapa Sebagian Orang Mudah Dihipnotis, Sementara yang Lain Tidak?

    Anda mungkin waspada ketika berjalan sendirian, takut dihipnotis oleh orang tak dikenal. Tahukah Anda tidak semua orang mudah dihipnotis?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Penyakit Saraf Lainnya 4 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit

    7 Manfaat Kesehatan yang Bisa Anda Dapat dari Buah Mangga

    Kandungan mangga yang manis dan asam menyegarkan menjadikan buah musiman ini bintangnya rujak. Apa saja manfaat mangga untuk kesehatan?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Fakta Gizi, Nutrisi 4 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    cara pakai termometer

    Mengenal 4 Jenis Termometer yang Paling Umum, dan Cara Pakainya

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 5 Maret 2021 . Waktu baca 3 menit
    apa itu lucid dream

    Sedang Mimpi Tapi Sadar? Begini Penjelasan Fenomena Lucid Dream

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
    Dipublikasikan tanggal: 5 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit
    hormon seimbang

    6 Cara Alami untuk Menyeimbangkan Hormon dalam Tubuh

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Dipublikasikan tanggal: 5 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit

    Mata Kucing Pada Anak? Waspada Gejala Kanker Mata

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Dipublikasikan tanggal: 5 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit