Banyak petuah dan kata-kata mutiara yang menekankan pentingnya menjadi orang yang optimis sepanjang waktu. Namun, tidak selamanya juga sikap pesimis harus dihindari. Faktanya, periset dari Jerman yang bernama Frieder Lang mengatakan kalau sikap pesimis atau negative thinking bisa membawa keuntungan sendiri buat hidup. Katanya, salah satu manfaat jadi orang pesimis adalah punya umur panjang. Lho, bagaimana bisa? 

Apa saja manfaat jadi orang pesimis?

Pesimis merupakan sikap, pikiran, ekspektasi, dan pandangan yang negatif atau tidak baik terhadap suatu hal atau hasil dari sebuah proses. Banyak penelitian yang mengaitkan pemikiran negatif dengan masalah kesehatan seperti stress, kecemasan dan bahkan sampai depresi.

Namun, periset dari Jerman malah menemukan bahwa ada segelintir manfaat jadi orang pesimis. Sikap pesimis yang masih dalam batas wajar sangat berguna bagi banyak aspek hidup, bahkan jika dibandingkan dengan orang optimis yang suka berharap positif di segala situasi. Berikut adalah beberapa keuntungan yang bisa didapat dari orang yang punya sikap pesimis:

1. Lebih panjang umur

Sebuah studi menemukan bahwa orang dewasa yang punya harapan rendah di masa depan, berpotensi untuk bisa menikmati hidup mereka lebih lama dan lebih bahagia pula. Bahkan, Lang mengatakan kalau orang yang terlalu optimis dalam memprediksi masa depan cenderung berisiko mengalami risiko sakit hati akibat realitas yang tidak berjalan sesuai harapan mereka.

Meskipun penelitian ini belum menghasilkan sebab dan akibat yang jelas, namun Lang memperkirakan kalau sikap pesimis bisa membuat orang untuk hidup lebih waspada dan berhati-hati. Hal ini juga termasuk dalam upaya mengambil tindak pencegahan dan keselamatan yang menyangkut hidup mereka.

2. Hubungan asmaranya lebih tahan lama

Dalam beberapa tahun terakhir, beberapa penelitian menyarankan bahwa negative thinking kadang diperlukan, khususnya ketika Anda sedang menjalani hubungan jangka panjang. Penelitian yang diterbitkan pada bulan Juli di Journal of Personality and Social Psychology, mengatakan kalau sikap optimis berlebihan bisa berisiko buruk pada hubungan pernikahan.

Ini disebabkan karena sikap optimistis yang dimiliki oleh kedua belah pihak membuat mereka cenderung cuek dalam memecahkan masalah yang dalam rumah tangga. Optimisme berlebihan membuat keduanya sama-sama berpikiran kalau semua hal akan baik-baik saja seiring berjalannya waktu. Padahal, tidak akan sealu demikian. Periset juga menemukan bahwa pasangan yang mencoba memaksa diri untuk tetap bersikap dan berpikir positif ketika dihadapi sebuah masalah, malah menyebabkan sakit hati antara satu sama lain.

Sebaliknya, peneliti mengatakan bahwa pasangan yang pesimis lebih mungkin untuk hidup harmonis karena mereka tidak memiliki ekspektasi dan harapan yang terlalu tinggi dari hubungan tersebut.

3. Orang pesimis juga bisa sukses

Meskipun banyak motivator yang sering menyuruh Anda untuk selalu berpikir positif. Nyatanya, sukses tidak hanya dimiliki oleh orang yang optimis saja, orang pesimis juga sama-sama bisa hidup sukses.

Mengapa demikian? Orang yang punya sikap pesimis cenderung punya bayangan yang buruk tentang hal-hal yang akan mereka mulai. Ini membuat mereka akan semakin termotivasi untuk selalu berusaha lebih keras daripada usaha orang yang terlalu percaya diri. Maka dari itu, mereka akan lebih banyak melakukan beragam hal dan ide yang bisa memicu kesukesan mereka.

4. Tidak gampang cemas

Julie Norem, seorang profesor psikologi dari Wellesley University, menunjukkan bahwa manfaat jadi orang pesimis bisa membuat orang jadi tidak mudah cemas. Sikap ini menunjukan, kalau hasil buruk yang mereka pikirkan dapat melindungi mereka dari rasa cemas.

Contoh, jika Anda punya pikiran buruk seperti akan jatuh kepleset atau tersandung di depan umum. Orang yang pesimis cenderung malah memikirkan hal-hal apa yang bisa mencegah hal buruk itu terjadi. Sikap pesimis dapat mengalihkan rasa cemas dan khawatir yang berlebihan, maka tak jarang mereka yang pesimis cenderung akan baik-baik saja di akhir.

Jadi orang pesimis itu sah-sah saja, tapi jangan berlebihan

Sikap pesimis tidak selalu berakhir dengan hasil buruk, begitupun dengan optimis. Sikap optimis dan pesimis wajib diperlukan untuk keseimbangan hidup. Keduanya bisa dikombinasikan guna menimbang-nimbang dan memberi Anda alasan yang realistis saat berharap untuk sesuatu. Setidaknya, melalui kedua sikap tersebut, Anda dapat melihat potensi masalah dan bisa belajar juga untuk menikmati hasil akhir dari sikap yang Anda ambil.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca