3 Cara Melatih Otak Supaya Lebih Percaya Diri

Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 20 Juli 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Apakah Anda percaya dengan diri Anda sendiri? Sejatinya, tidak ada pribadi yang terlahir dengan kepercayaan diri yang tidak terbatas. Jika seseorang terlihat memiliki kepercayaan diri yang besar, bisa jadi kepercayaan diri tersebut lahir setelah dibentuk bertahun-tahun lamanya. Beberapa literatur juga mengungkapkan dengan melatih otak agar percaya diri, kepercayaan diri Anda perlahan akan meningkat.

Apa itu kepercayaan diri?

Kepercayaan diri atau confidence berasal dari bahasa latin fidere yang berarti untuk mempercayai. Dengan kata lain, kepercayaan diri adalah kemampuan untuk mempercayai kemampuan Anda sendiri, sehingga berani untuk mengambil suatu tantangan, mampu menangani situasi yang sulit hingga bertanggungjawab terhadap keputusan yang telah Anda ambil. Singkatnya, kepercayaan diri adalah apa yang Anda rasakan dan pikirkan mengenai diri Anda sendiri.

Memiliki rasa percaya diri yang rendah, dapat memicu timbulnya karakter pemalu, kegelisahan saat bersosialisasi hingga dampak lain yang mungkin mampu mempengaruhi hubungan Anda dengan kehidupan sosial serta perkembangan karir Anda. Kepercayaan diri yang rendah bahkan mampu meningkatkan risiko Anda terserang gangguan kesehatan mental seperti depresi dan gangguan bipolar.

Kepercayaan diri bisa dimanipulasi otak

Pola aktivitas otak ternyata mampu memberikan gambaran mengenai kepercayaan diri seseorang. Dengan kata lain, memanipulasi aktivitas otak tertentu, dapat meningkatkan kadar rasa percaya diri yang Anda miliki.

Penelitian yang dilakukan oleh Dokter Aurelio Cortese ini menggunakan proses yang dikenal dengan sebutan kombinasi kecerdasan buatan dengan teknologi pemindaian otak atau decoded neurofeedback, kepada 17 partisipan. Di mana setiap partisipan mampu meningkatkan kadar kepercayaan diri dalam diri mereka yang terdeteksi dalam alat pemindai otak, para peneliti akan menimpa memori momen tersebut dengan memberikan hadiah atau sesuatu yang positif.

Bagaimana melatih otak agar percaya diri?

Namun sebenarnya, tanpa perlu alat pemindai otak maupun penimpaan dengan memori positif seperti penelitian di atas, Anda dapat melatih otak agar percaya diri sendiri. Berikut beberapa tips yang diberikan oleh seorang konsultan performa diri, Graham Young:

1. Kekuatan orang lain sebagai kesempatan mengembangkan diri

Saat Anda melihat kekuatan orang lain, Anda terbiasa untuk memberikan reaksi semacam, “Wah! Kemampuan public speakingnya lebih bagus dibandingkan dengan kemampuan saya.” Tanpa Anda sadari, Anda sering kali membandingkan kekuatan seseorang dengan kelemahan yang Anda miliki. Memberikan reaksi tersebut secara berulang kemudian justru melatih otak Anda bekerja dengan pola seperti itu. Hal itu perlahan membuat Anda mulai tidak menyadari kemampuan-kemampuan lain yang Anda miliki.

Mari nilai kondisi ini dari sudut pandang yang lain. Tenangkan pikiran, atur emosi Anda tiap kali momen ini datang. Daripada memandangnya dari sisi sebagai lawan, alangkah lebih baik bila Anda melihatnya sebagai kesempatan bahwa Anda harus lebih mengembangkan diri Anda pada kemampuan tersebut.

2. Manfaatkan perasaan tidak nyaman Anda

Menganalisis perasaan tidak nyaman mungkin tidak menyenangkan, namun menyadari saat-saat kapan Anda merasa tidak nyaman hingga mengetahui penyebabnya, tanpa Anda sadari dapat meningkatkan kadar kepercayaan diri Anda. Dengan menata pikiran, perasaan dan tindakan yang Anda lakukan saat Anda merasakan ketidaknyamanan tersebut, Anda dapat mengidentifikasi penyebab ketidakpercayaan diri Anda. Anda dapat memulai petualangan pencarian penyebab ini dengan beberapa pertanyaan seperti:

  • Kapan Anda tahu Anda telah melakukan suatu pekerjaan dengan baik?
  • Apa yang harus dilakukan agar Anda merasa dihargai, dicintai, dan bahagia?
  • Apakah kondisi-kondisi seperti beberapa pertanyaan di atas pernah terjadi dalam hidup Anda?

3. Jangan bentuk perasaan Anda berdasarkan bagaimana Anda diperlakukan

Peduli dengan apa yang orang lain pikirkan tentang diri Anda memang baik, namun kondisi tersebut justru dapat berakhir buruk bila Anda menilai diri Anda sendiri dari pikiran orang-orang tersebut. Dalam mengatasi kondisi ini, pertama-tama Anda dapat menanamkan dalam diri bila Anda memang telah memberikan sikap yang terbaik dalam memperlakukan orang lain dan pastikan tujuan Anda baik saat memperlakukan mereka. Selebihnya, merupakan hak mereka dan di luar tanggungjawab Anda. Sehingga bukan merupakan suatu kewajiban untuk Anda pikirkan terlebih khawatirkan.

Setelah itu, tiap kali Anda mulai merasa tidak nyaman dengan penilaian orang lain terhadap diri Anda, tanamkan dalam diri Anda bahwa tak ada yang lebih mengenal diri Anda selain diri Anda sendiri.

Setelah Anda mengetahui apa saja yang memicu rasa tidak percaya diri yang Anda miliki, bahkan bagaimana seharusnya Anda melatih otak agar percaya diri dan memberikan reaksi terhadap semua pemicu tersebut, jangan lupa tersenyum! Tindakan sederhana ini juga dapat memicu rasa percaya diri Anda bahkan mungkin orang lain yang melihatnya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?

Yang juga perlu Anda baca

Berbagai Pilihan Pengobatan untuk Atasi Tipes

Gejala tipes umumnya dapat diobati di rumah. Selain minum obat dari dokter, apa saja cara mengobati tipes lainnya di rumah?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Penyakit Infeksi, Demam Tifoid (Tifus) 20 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit

6 Cara Menghangatkan Tubuh Saat Sedang Kedinginan

Mengenakan selimut dan pakaian tebal merupakan salah satu cara menghangatkan tubuh saat kedinginan. Apakah ada cara lainnya?

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Kesehatan, Informasi Kesehatan 20 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Hati-hati, 8 Suplemen Herbal Ini Tak Boleh Dikonsumsi Sebelum Masuk Ruang Operasi

Meski bermanfaat bagi kesehatan, beberapa suplemen herbal dapat berisiko komplikasi berbahaya jika diminum menjelang operasi. Apa saja itu?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Pengobatan Herbal dan Alternatif, Herbal A-Z 20 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Konsumsi Kayu Manis Berlebihan, Hati-hati Risikonya untuk Kesehatan

Meski memiliki manfaat, perhatikan jumlah asupan kayu manis. Terlalu banyak mengonsumsi rempah ini memiliki risiko kayu manis yang berbahaya.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Pengobatan Herbal dan Alternatif, Herbal A-Z 20 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Mengurangi Bau Badan

Deodoran Tidak Mempan Kurangi Bau Badan? Atasi Dengan Bahan Alami Berikut Ini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Marsha Desica Arsanta
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
tips lari untuk penderita rematik

6 Kesalahan Saat Olahraga Lari yang Wajib Dihindari

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
putus kenapa cinta memudar

4 Alasan Psikologis Cinta Bisa Memudar

Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
strategi menahan lapar

Cara Menahan Rasa Lapar Saat Melakukan Diet

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit