backup og meta
Kategori
Cek Kondisi

1

Tanya Dokter
Simpan

9 Jenis Tanaman dan Daun Obat untuk Luka pada Kulit

Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto · General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


Ditulis oleh Reikha Pratiwi · Tanggal diperbarui 4 minggu lalu

9 Jenis Tanaman dan Daun Obat untuk Luka pada Kulit

Untuk mengobati luka pada kulit bagian luar dan dalam, tersedia berbagai obat yang bisa didapatkan secara bebas atau dengan resep dokter. Namun, tahukah Anda ada juga beberapa tanaman dan daun yang bisa digunakan sebagai obat tradisional untuk mengatasi luka pada kulit? Ketahui selengkapnya di bawah ini.

Pilihan daun obat untuk luka pada kulit

Ada beberapa tanaman dan daun yang dikenal memiliki khasiat sebagai obat untuk menyembuhkan luka, baik luka pada kulit bagian luar, seperti luka terbuka dan luka lecet, maupun luka bagian dalam, misal luka lebam (memar).

Berikut beberapa di antara tanaman atau obat tersebut.

1. Lidah buaya

Lidah buaya (aloe vera) adalah salah satu tanaman yang terkenal memiliki berbagai manfaat kesehatan, terutama dalam penyembuhan luka pada kulit.

Ini termasuk luka operasi, luka bakar, ulkus dekubitus (luka akibat tekanan di kulit), psoriasis, dan puting pecah-pecah. Tanaman yang satu ini pun bisa menjadi obat untuk luka dalam, yaitu luka lebam.

Gel dari daun lidah buaya dapat dioleskan langsung pada luka. Gel ini dapat menjaga kelembapan pada area luka karena 99% kandungan di dalam gel berupa air.

Selain itu, melansir dari jurnal Iranian Journal of Medical Sciences, gel lidah buaya diketahui mampu meningkatkan kadar kolagen di dalam kulit, sehingga membantu proses regenerasi kulit.

Efek pendinginan dari gel lidah buaya juga dapat meredakan rasa sakit dan gatal pada luka.

Untuk menggunakan tanaman ini sebagai obat luka, potong daun lidah buaya, ambil gelnya, dan oleskan langsung pada luka. Ulangi beberapa kali sehari.

2. Daun jarak

efek samping daun jarak untuk alat vital

Daun jarak (Jatropha curcas) telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional untuk menyembuhkan luka karena sifat antiseptik dan anti-inflamasinya.

Ekstrak dari daun jarak memiliki sifat antiseptik dan anti-inflamasi yang dapat mempercepat penyembuhan luka, termasuk luka terbuka, luka bakar, dan perdarahan pada luka.

Pasalnya, daun jarak mengandung senyawa yang mampu mencegah infeksi pada luka dengan membunuh bakteri dan mikroorganisme lainnya.

Kandungan nutrisi dalam daun jarak juga dapat merangsang regenerasi sel kulit dan mempercepat proses penyembuhan luka.

Untuk menggunakan daun ini, hancurkan daun jarak hingga halus, lalu oleskan pada luka. Bisa juga digunakan dalam bentuk minyak jarak.

3. Daun sambiloto

Daun sambiloto (Andrographis paniculata) merupakan tanaman herbal yang dikenal dengan khasiatnya sebagai obat dalam penyembuhan berbagai penyakit, termasuk luka pada kulit.

Tanaman ini memiliki sifat antimikroba dan anti-inflamasi yang bermanfaat untuk penyembuhan luka.

Daun sambiloto memiliki senyawa antimikroba yang efektif melawan bakteri dan mikroorganisme penyebab infeksi.

Sementara itu, kandungan anti-inflamasi dalam daun sambiloto membantu mengurangi pembengkakan dan peradangan pada luka.

Daun sambiloto juga dapat merangsang proses regenerasi sel kulit, sehingga mempercepat penyembuhan luka.

Untuk penggunaannya, haluskan daun sambiloto, kemudian oleskan pada luka. Bisa juga dibuat menjadi infus dan digunakan sebagai kompres.

4. Daun binahong

Daun binahong (Anredera cordifolia) dikenal sebagai obat tradisional karena khasiatnya yang luar biasa dalam menyembuhkan luka pada kulit.

Jenis daun ini diketahui mampu mempercepat penyembuhan luka dan mengurangi peradangan.

Ini karena daun binahong memiliki senyawa yang mampu membunuh bakteri dan mencegah infeksi.

Selain itu, kandungan anti-inflamasi dalam daun binahong dapat membantu mengurangi peradangan dan pembengkakan pada area luka.

Dalam penggunaannya sebagai obat luka, haluskan daun binahong, lalu tempelkan pada luka luar. Ganti daun yang ditempelkan di kulit secara berkala.

5. Kunyit

Bukan cuma sebagai bahan masakan, kunyit (Curcuma longa) adalah tanaman herbal yang memiliki banyak manfaat kesehatan, termasuk untuk penyembuhan luka pada kulit.

Kandungan kunyit meliputi kurkumin, yaitu senyawa aktif yang memiliki sifat antiseptik dan antibakteri untuk membantu mencegah infeksi pada luka.

Kurkumin juga memiliki efek anti-inflamasi yang dapat mengurangi peradangan dan pembengkakan pada luka.

Selain itu, kunyit merangsang produksi kolagen dan membantu regenerasi sel kulit, sehingga mampu mempercepat proses penyembuhan luka.

Bubuk kunyit bisa dicampur dengan air untuk membuat pasta yang kemudian dioleskan pada luka. Ulangi beberapa kali sehari untuk mendapatkan khasiatnya dalam perawatan luka.

6. Daun sirih

khasiat daun sirih untuk wanita

Daun sirih (Piper betle) merupakan salah satu daun herbal yang dikenal luas sebagai obat tradisional karena berbagai manfaatnya, termasuk untuk penyembuhan luka pada kulit.

Jenis daun ini memiliki sifat antiseptik yang kuat dan mampu membunuh bakteri, sehingga membantu mencegah infeksi pada luka, terutama luka terbuka.

Bukan hanya itu, kandungan senyawa aktif dalam daun sirih diketahui dapat merangsang regenerasi sel kulit dan mempercepat proses penyembuhan luka.

Daun sirih juga memiliki efek menenangkan yang dapat mengurangi rasa sakit dan gatal pada luka.

Untuk penggunaannya sebagai obat luka, hancurkan daun sirih dan oleskan pada luka luar. Bisa juga direbus dan airnya digunakan untuk membersihkan luka.

7. Temulawak

Temulawak (Curcuma xanthorrhiza) termasuk tanaman herbal yang sering digunakan dalam penyembuhan luka pada kulit.

Ini karena temulawak mengandung senyawa kurkumin yang memiliki sifat antiseptik dan antibakteri yang membantu mencegah infeksi pada luka.

Kandungan kurkumin dalam temulawak juga memiliki efek anti-inflamasi yang dapat mengurangi peradangan dan pembengkakan pada luka.

Sebagai obat luka, haluskan rimpang temulawak, kemudian oleskan pada luka. Bisa juga digunakan sebagai salep pada luka Anda.

8. Daun kopasanda

Daun kopasanda (Chromolaena odorata L.), yang juga dikenal sebagai daun Siam weed, telah lama digunakan sebagai obat tradisional untuk menyembuhkan luka pada kulit.

Ini karena sifat-sifatnya yang antiseptik, anti-inflamasi, dan mempercepat penyembuhan.

Daun kopasanda mengandung senyawa yang dapat membunuh bakteri dan mikroorganisme lainnya, sehingga membantu mencegah infeksi pada luka.

Daun ini juga dikenal efektif dalam menghentikan perdarahan pada luka kecil.

Untuk membuatnya sebagai obat luka, ambil beberapa lembar daun kopasanda dan haluskan menggunakan blender atau tumbuk hingga menjadi pasta.

Kemudian, oleskan pasta daun kopasanda langsung pada luka yang telah dibilas bersih.

9. Daun balakacida

Daun balakacida (Chromolaena odorata) memiliki berbagai manfaat dalam pengobatan tradisional, terutama untuk penyembuhan luka pada kulit.

Senyawa yang terkandung dalam daun balakacida memiliki efek antiseptik dan antibakteri yang membantu mencegah infeksi pada luka, terutama luka bakar dan luka terbuka.

Daun balakacida juga dapat merangsang regenerasi sel kulit dan mempercepat proses penyembuhan luka.

Sebagai obat luka, haluskan beberapa lembar daun balakacida dengan blender atau tumbuk hingga menjadi pasta.

Setelah halus, oleskan pasta tersebut pada luka yang telah dibersihkan.

Namun, sangat penting untuk memastikan kebersihan dan sterilisasi bahan-bahan di atas sebelum digunakan untuk menghindari infeksi.

Jika luka serius atau tidak menunjukkan tanda-tanda penyembuhan, sebaiknya konsultasikan dengan profesional medis.

Amankah pakai daun untuk obat luka?

Penggunaan daun herbal sebagai obat untuk luka pada kulit telah menjadi praktik umum dalam pengobatan tradisional di berbagai budaya. Namun, keamanan dan efektivitasnya dapat bervariasi tergantung pada jenis daun, cara penggunaannya, dan kondisi luka. Untuk itu, sebelum menggunakan daun yang kurang dikenal atau jarang digunakan, ada baiknya konsultasikan kepada ahli herbal atau profesional kesehatan. Konsultasikan juga kepada dokter untuk penanganan luka secara medis yang tepat.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.



Ditinjau secara medis oleh

dr. Carla Pramudita Susanto

General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


Ditulis oleh Reikha Pratiwi · Tanggal diperbarui 4 minggu lalu

ad iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

ad iconIklan
ad iconIklan