Mengenal Efek Pingpong, Ketika Pasutri Bolak-balik Kena Penyakit Kelamin

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 1 Oktober 2017 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Tentunya, tidak ada orang yang ingin mengalami penyakit menular seksual (PMS). Penyakit yang juga dikenal dengan istilah penyakit kelamin ini termasuk dalam infeksi yang ditularkan melalui aktivitas seksual. Meski sudah menjadi pasangan suami istri (pasutri), bukan tidak mungkin Anda terkena penyakit kelamin. Pada kenyataannya, banyak pasutri yang justru berkali-kali kena penyakit kelamin. Fenomena ini dikenal dengan istilah efek pingpong. Maka, sangat penting untuk tetap melakukan pemeriksaan kesehatan bersama-sama dengan pasangan.

Periksa berdua, jangan cuma sendiri

Melakukan pemeriksaan penyakit kelamin adalah hal yang wajib dilakukan setiap orang, terutama Anda yang aktif secara seksual.

Anda mungkin berpikir kalau pemeriksaan seperti ini hanya cocok dijalani oleh orang yang berisiko, misalnya orang yang sering gonta-ganti pasangan  seksual atau yang melakukan hubungan seks berisiko.

Pada kenyataannya, penyakit kelamin bisa dialami oleh siapa saja, bahkan pada pasutri yang berhubungan seks dengan aman sekalipun. Ini karena penyakit kelamin tidak hanya ditularkan melalui hubungan seksual saja. Contohnya ketika Anda mencium kerabat atau keponakan yang mengidap herpes oral saat acara reuni keluarga. Anda berisiko tertular virus herpes simplex. Virus ini bisa berkembang jadi herpes genital, yaitu infeksi herpes yang menyerang alat kelamin.

Namun, tidak cukup kalau Anda berobat ke dokter sendirian saja. Pasangan Anda juga harus diajak periksa, meskipun pasangan belum merasakan gejala apa pun. Karena hubungan intim melibatkan dua orang, maka pemeriksaan dan pengobatan untuk penyakit kelamin juga melibatkan dua orang.

Kalau Anda periksa ke dokter tanpa pasangan, Anda berdua berisiko mengalami efek pingpong, yaitu ketika penyakit kelamin tertentu tidak benar-benar disembuhkan, tapi hanya “dioper-oper” dari suami ke istri, lalu dari istri kembali ke suami, begitu seterusnya.

Memahami efek pingpong pada penyakit kelamin  

Efek pingpong adalah kondisi di mana penyakit kelamin yang diidap oleh suami kemudian ditularkan pada istri (atau sebaliknya, tak jadi soal siapa duluan yang kena penyakit tersebut dan menularkannya). Dari sang istri, nanti penyakit tersebut ditularkan kembali pada suami yang tadinya sudah sembuh.

Kemudian begitu seterusnya, dari suami yang kena lagi akan menular lagi ke istrinya. Persis seperti main pingpong, di mana bola pingpong hanya dioper ke satu sama lain.

mencuri waktu berhubungan seks

Bagaimana efek pingpong bisa terjadi pada pasutri?

Untuk memahami cara kerja efek pingpong, bayangkan contoh berikut ini. Ketika istri kena penyakit kelamin tapi tidak menyadarinya, penyakit ini bisa berpindah dengan cepat ke suami melalui seks. Setelah istri sadar kalau ia kena penyakit kelamin, istri pun akan berobat duluan ke dokter, tanpa suami. Pasalnya, istri tidak tahu kalau virus atau bakterinya sudah pindah ke suami juga.

Setelah berobat ke dokter, istri pun mulai membaik. Akan tetapi, suami yang tidak ikut berobat waktu itu masih kena penyakit kelamin, hanya saja gejalanya belum muncul. Bila pasutri berhubungan seks lagi, penyakit kelamin dari suami yang belum diobati akhirnya “kembali” ke istri yang sudah hampir sembuh. Istri pun akhirnya kena penyakit yang sama lagi.

Mungkin beberapa waktu setelahnya, suami baru sadar kalau ia juga kena penyakit seperti istrinya. Kemudian suami pun berobat sendirian, tanpa sepengetahuan istri. Padahal, keduanya tidak sadar kalau sang istri sudah tertular lagi dari suami.

Hal ini akan terus terjadi bila hanya salah satu pasangan yang periksa dan berobat. Meski pengobatan sudah dilakukan sampai tuntas, namun satu orang lainnya masih memiliki penyakit menular yang dengan mudah dapat menularkan ke orang satunya.

Untuk itu, ketika Anda sudah berpasangan dan mengalami penyakit kelamin seperti ini, sebaiknya lakukan pemeriksaan penyakit kelamin bersama-sama. Dengan begitu, Anda bisa menghindari risiko efek pingpong.

Gejala-gejala penyakit menular seksual yang sering dialami

Dengan mengetahui berbagai gejala yang mungkin terjadi ketika terserang penyakit menular seksual, maka Anda dapat lebih cepat memeriksakan diri ke dokter dan mendapatkan penanganan yang tepat. Berikut adalah gejala-gejala penyakit yang sering dilaporkan.

  • Keputihan yang tidak normal pada wanita
  • Sakit ketika melakukan hubungan seksual
  • Terdapat luka dan terasa gatal di sekitar area kelamin
  • Pada wanita, terjadi perdarahan setelah melakukan hubungan seksual
  • Pada pria, timbul rasa sakit di testis

Bila Anda dan pasangan mengalami hal-hal tersebut, sebaiknya segerakan untuk memeriksakan diri bersama-sama ke dokter.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

6 Alasan Seks Lebih Menyenangkan dengan Lampu Menyala

Bercinta dengan lampu yang redup sudah biasa. Pernahkah Anda membayangkan seks dengan lampu menyala? Sebelumnya, coba simak artikel berikut.

Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Seks & Asmara 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Cara Mudah Ukur Kebugaran Jantung dan Paru, Tak Perlu Periksa ke Rumah Sakit

Cepat lelah dan kehabisan napas bisa jadi tanda kebugaran jantung dan paru-paru Anda kurang baik. Tapi bagaimana cara mengukurnya? Simak di sini!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fauzan Budi Prasetya
Kebugaran, Hidup Sehat 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit

6 Tips Membantu Pasangan yang Malu Berhubungan Intim

Mau coba hal-hal baru di ranjang, tapi pasangan Anda malu berhubungan intim? Tenang, Anda bisa membangkitkan kehidupan seks Anda dengan beragam cara ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Seks & Asmara 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Begini Cara Menggunakan Tongkat Kruk yang Benar Saat Sedang Cedera Kaki

Ketika Ada mengalami cedera kaki, mungkin Anda akan diminta untuk menggunakan tongkat penyangga (kruk) untuk berjalan. Lalu bagaimana cara menggunakannya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mengatasi patah hati

5 Gangguan Kesehatan Akibat Patah Hati

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 1 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
risiko kesehatan akibat terlalu lama menatap layar komputer

Risiko Kesehatan Setelah Menatap Layar Komputer Terlalu Lama

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Elita Mulyadi
Dipublikasikan tanggal: 1 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
kepribadian introvert ekstrovert kesehatan

Apakah Kepribadian Anda Introvert atau Ekstrovert? Ini Pengaruhnya untuk Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 30 September 2020 . Waktu baca 4 menit
gangguan pencernaan anak

Gangguan Pencernaan yang Sering Dialami Bayi dan Anak-Anak

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 30 September 2020 . Waktu baca 10 menit