Berapa Batas Aman Minum Alkohol untuk Orang Lanjut Usia?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Minuman keras identik dengan gaya hidup anak muda. Tapi kalau sudah berumur, masihkah boleh minum minuman beralkohol? Rasanya sayang untuk meninggalkan minuman keras favorit semasa muda dulu. Lagipula, minuman keras dan alkohol terbukti dapat memberikan manfaat kesehatan — jika diminum sewajarnya.

Apakah boleh lansia minum alkohol?

Pada dasarnya, siapa saja boleh minum minuman keras untuk dapat menikmati manfaatnya. Ya, boleh saja lansia minum alkohol. Yang perlu dipahami, tubuh terus mengalami perubahan seiring bertambahnya usia. Penuaan ini secara alami menyebabkan kemampuan tubuh untuk memecah alkohol menurun drastis. Sebagai perbandingan, umumnya hati mengolah 30 ml minuman keras dalam waktu satu jam.

Semakin lama alkohol berada dalam tubuh, akan semakin banyak kerusakan yang ditimbulkannya. Bahkan jumlah alkohol paling sedikit pun bisa menimbulkan konsekuensi serius. Akibatnya, konsumsi alkohol selama usia lanjut dapat memicu efek samping jangka pendek maupun jangka panjang.

Pengaruh alkohol dalam tubuh orang muda dan lansia bisa berbeda wujudnya. Dikarenakan penuaan ini, beberapa orang tua bisa cepat merasa mabuk tanpa menambah porsi alkohol yang mereka minum. Misalnya saja, sewaktu muda dulu Anda bisa menenggak tiga sampai empat gelas bir besar tanpa merasa mabuk. Tapi di usia 65 ke atas, mungkin Anda sudah keburu mabuk duluan meski baru menghabiskan setengah gelas.

Risiko kesehatan lansia minum alkohol lebih besar daripada orang muda

Minum alkohol memperlambat waktu reaksi dan koordinasi tubuh, dan mengganggu pergerakan mata dan pemrosesan informasi. Orang muda yang minum alkohol dalam porsi sedikit saja sudah memiliki risiko kecelakaan lalu lintas yang besar. Risiko kecelakaan mobil akibat pengaruh alkohol ini pun akan semakin meningkat seiring bertambahnya usia. Pengemudi lansia cenderung lebih rentan mengalami luka serius dalam kecelakaan daripada orang yang lebih muda. Bahkan tanpa alkohol sekalipun, risiko tabrakan mobil pada umumnya meningkat mulai usia 55.

Pada orang dewasa yang lebih tua, terlalu banyak alkohol dapat semakin memperparah masalah keseimbangan dan meningkatkanrisiko jatuh, yang dapat menyebabkan patah tulang pinggul atau lengan dan luka lainnya. Orang tua memiliki tulang yang lebih tipis daripada orang yang lebih muda, sehingga tulang mereka bisa lebih mudah patah. Nah, konsumsi alkohol dapat menambah risiko terkait usia ini. Studi menunjukkan bahwa tingkat patah tulang pinggul pada orang dewasa yang lebih tua meningkat dengan penggunaan alkohol.

Salah satu risiko kesehatan terbesar di kalangan manula adalah mencampur obat-obatan dan alkohol. Orang dewasa yang lebih tua biasanya menggunakan obat-obatan tertentu untuk mengatasi penyakitnya, baik yang resep maupun yang dijual bebas. Beberapa obat dapat berdampak negatif saat dicampur dengan alkohol. Misalnya, obat pereda nyeri dapat menyebabkan luka pada lambung, jantung berdebar hebat, perdarahan, kejang-kejang, sesak napas, dan hilangnya fungsi motorik tubuh jika diminum setelah atau bersama alkohol. Obat penyakit jantung dapat menyebabkan perubahan tekanan darah drastis, sakit kepala, jantung berdebar, hingga hilang kesadaran atau pingsan.

Ditambah lagi, konsumsi alkohol yang berlebihan pada usia lanjut dapat semakin memperparah penyakit kronis yang mungkin telah diidap sejak lama. Lansia minum alkohol secara berlebihan dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko demensia atau penyakit alzheimer. Alkohol juga membuat beberapa masalah medis sulit ditemukan dan ditangani dokter. Misalnya, alkohol menyebabkan perubahan pada jantung dan pembuluh darah. Perubahan ini bisa menumpulkan rasa sakit yang mungkin menjadi tanda peringatan serangan jantung.

Bagaimana agar lansia tetap bisa minum alkohol?

Boleh saja lansia minum alkohol. Tapi ada banyak hal yang perlu Anda perhatikan sebelum menuang minuman keras favorit Anda.Menurut sejumlah penelitian serta badan kesehatan di seluruh dunia, sebaiknya pria dan wanita dewasa tidak mengonsumsi lebih dari empat belas unit alkohol dalam seminggu. Namun, empat belas unit ini tidak boleh diminum sekaligus dalam satu hari. Berilah jeda dua sampai tiga hari di mana Anda tidak mengonsumsi alkohol sama sekali.

Satu unit alkohol sendiri kira-kira setara dengan takaran berikut.

  • 240 – 280 ml (satu gelas belimbing atau setengah gelas besar) bir dengan kadar alkohol 3 – 4 persen.
  • 50 ml wine atau sake dengan kadar alkohol 12 – 20 persen.
  • 25 ml minuman keras seperti wiski, scotch, gin, vodka, dan tequila dengan kadar alkohol 40 persen.

Ingat, setiap produk mengandung kadar alkohol yang berbeda-beda. Selalu perhatikan dan hitung kadar alkohol yang akan Anda pesan. Pasalnya, dua gelas besar bir saja sudah setara dengan minum empat unit alkohol dalam sehari.

Yang perlu diingat juga, aturan aman minum alkohol di atas adalah panduan untuk orang dewasa yang sehat wal afiat. Anda perlu mempertimbangkan kondisi tubuh dan risiko penyakit yang mungkin Anda miliki sebelum minum alkohol. Sebaiknya, diskusikan dulu dengan dokter Anda mengenai keputusan ini.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca