Perkuat Otak Lansia dengan Rutin Melakukan Aktivitas Sehat Ini

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 8 September 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Seiring bertambahnya usia, ukuran otak manusia ternyata ikut mengecil. Akibatnya, tidak sedikit lansia yang mengalami gangguan pada ingatan mereka, seperti sulit mempelajari hal baru atau mengingat janji yang sudah dibuat. Walaupun demikian, ternyata ada aktivitas tertentu yang sehat dan baik untuk otak lansia.

Apa saja kegiatannya?

Aktivitas sehat untuk menguatkan otak lansia

penyakit kuru, makan otak manusia

Perubahan ukuran otak yang diakibatkan oleh usia ternyata dapat memengaruhi daya ingat seseorang. Bagi mereka yang masih muda, mungkin sesekali lupa tidak menjadi masalah.

Akan tetapi, bagi lansia tidak demikian. Mereka lebih cemas ketika sulit mengingat sesuatu, entah itu karena gangguan memori atau penyakit Alzheimer.

Salah satu penyebab dari berkurangnya kemampuan mengingat pada lansia adalah penyusutan otak. Penyusutan yang terjadi di lobus frontal dan hippocampus ini memengaruhi fungsi kognitif dan tempat penyimpanan ingatan baru.

Penyusutan pada otak sebenarnya bisa diperlambat dengan melakukan berbagai aktivitas sehat, terutama untuk lansia. Sebuah penelitian dari American Academy of Neurology menunjukkan bahwa terdapat kegiatan tertentu yang melambatkan penyusutan otak.

tips bersepeda untuk lansia

Bagi lansia yang terbiasa jalan pagi, berkebun, berenang, menari secara teratur memiliki otak yang lebih besar dibandingkan teman mereka yang kurang aktif. Bahkan, efek positif ini disebut-sebut mengurangi risiko penyusutan otak hingga 4 tahun.

Dalam penelitian tersebut, para ahli menggunakan magnetic resonance imaging (MRI) untuk memeriksa otak pada 1.557 lansia. Para peserta yang mengikuti penelitian ini beragam, mulai dari mereka yang rutin berolahraga hingga jarang beraktivitas fisik. 

Para lansia tersebut kemudian dibagi menjadi tiga kelompok berdasarkan tingkat aktivitas mereka, yaitu:

  • tidak berolahraga selama satu minggu penuh
  • berolahraga dalam intensitas rendah, sedang, dan tinggi selama 1-2 jam setiap minggu
  • sangat aktif dan rutin berolahraga 2-7 jam dengan jenis yang beragam seminggu penuh

asuransi kesehatan untuk lansia

Mereka juga menjalani serangkaian tes logika, daya ingat, dan pemeriksaan fisik. Bahkan, para lansia ini juga diminta untuk menuliskan aktivitas harian mereka di samping olahraga tersebut. 

Hasilnya, ukuran otak rata-rata dari lansia yang aktif adalah 883 sentimeter kubik. Sementara itu, mereka yang jarang beraktivitas fisik justru memiliki otak dengan ukuran rata-rata 871 sentimeter kubik. Perbedaan yang mungkin terlihat sedikit ini ternyata sama dengan masa 4 tahun penuaan otak.

Maka itu, para peneliti menyimpulkan bahwa aktivitas sehat seperti berolahraga dapat memperlambat penuaan otak pada lansia. 

Lantas, apa saja kegiatan yang sehat untuk otak lansia?

usia lansia

Sebenarnya, tujuan dari penelitian tersebut adalah untuk memotivasi para lansia agar tetap aktif berolahraga. Hal ini dikarenakan seiring dengan bertambahnya usia, masyarakat cenderung malas berolahraga atau sekadar bergerak. 

Padahal, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika (CDC) menyarankan orang dewasa hingga lansia agar berolahraga dalam intensitas sedang selama 150 menit setiap minggunya. Namun, hanya seperempat dari masyarakat di Amerika Serikat yang menjalani pola hidup sehat tersebut. 

Oleh karena itu, hasil penelitian ini dibagikan agar para lansia mau melakukan aktivitas sehat yang mampu memperlambat penuaan otak.

Pertanyaannya, apa saja kegiatan sehat yang cocok untuk lansia?

1. Olahraga aerobik

lansia sehat

Salah satu aktivitas sehat yang dapat memperlambat penuaan otak pada lansia adalah olahraga aerobik

Aerobik biasanya meliputi jalan cepat, jogging, bersepeda, menari, dan berenang. Para lansia dianjurkan untuk melakukan satu dari beberapa pilihan olahraga tersebut selama 150 menit dengan intensitas sedang atau 75 menit dengan tingkat kesulitan yang lebih tinggi setiap minggunya. 

Mereka juga disarankan untuk menjalani aerobik minimal 3 hari dalam seminggu agar tidak cepat lelah dan mengurangi risiko cedera. 

2. Olahraga yang menguatkan otot

yoga untuk lansia

Selain aerobik, aktivitas sehat lainnya yang sehat untuk otak lansia adalah gerakan olahraga yang bertujuan untuk menguatkan otot. 

Menjalani aktivitas yang menguatkan otot setidaknya 2 kali dalam seminggu ternyata baik untuk kesehatan otak. Berikut ini beberapa contoh kegiatan untuk otot yang lebih kuat bagi para lansia. 

3. Menyeimbangkan tubuh

senam lansia

Ternyata, keseimbangan tubuh juga berpengaruh terhadap kesehatan otak. Maka itu, melatih keseimbangan tubuh termasuk bagian dari aktivitas sehat untuk otak lansia. 

Hal ini dikarenakan lansia lebih rentan jatuh dan perlu berkonsentrasi ketika menjaga keseimbangan mereka. Dengan melakukan beberapa metode di bawah ini, mungkin risiko jatuh dan membentur kepala akan berkurang, sehingga otak tetap sehat dan memperlambat penyusutan. 

Normalnya, lansia disarankan untuk berlatih keseimbangan 3-4 kali dalam seminggu. Beberapa hal di bawah ini biasanya dapat membantu melatih keseimbangan orang yang sudah berusia di atas 65 tahun. 

  • berjalan mundur atau menyamping
  • berjalan dengan tumit kaki
  • berdiri dari posisi duduk

Walaupun demikian, aktivitas fisik perlu didukung dengan pola makan sehat untuk memperlambat penuaan otak lansia. Oleh karena itu, usia boleh saja bertambah, tetapi kesadaran untuk tetap menjaga kesehatan ternyata tidak boleh ikut menua.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Menjalani Gaya Hidup Sehat, Kunci Lansia Bahagia di Hari Tua

Menikmati hidup dapat meningkatkan kebugaran lansia, dan kebugaran juga dibutuhkan untuk bisa menikmati hidup. Caranya? Terapkan gaya hidup sehat ini!

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Konten Bersponsor
gaya hidup sehat lansia
Kebugaran, Hidup Sehat 10 Agustus 2020 . Waktu baca 5 menit

Obat-obatan yang Bisa Digunakan untuk Mengatasi Penyakit Prostat

Memiliki masalah di sekitar daerah intim sering membuat pria enggan konsultasi ke dokter. Lantas, obat penyakit prostat apa yang bisa digunakan?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Urologi, Prostat 5 Agustus 2020 . Waktu baca 8 menit

6 Penyebab Otak Anda Sulit Mengingat dan Mudah Lupa

Baru kenalan 5 menit yang lalu, sudah lupa namanya? Ada janji nanti sore, tapi Anda tak ingat? Ini berbagai penyebab sulit mengingat yang Anda alami.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Hidup Sehat, Fakta Unik 22 Juli 2020 . Waktu baca 4 menit

Ragam Vitamin dan Mineral yang Baik untuk Sistem Imun Lansia

Kebutuhan vitamin dan mineral harian terus perlu dipenuhi. Apa saja kebutuhan nutrisi pada lansia dan bagaimana cara memenuhinya? Berikut ulasannya.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Konten Bersponsor
kebutuhan vitamin dan mineral
Nutrisi, Hidup Sehat 22 Mei 2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

penyakit pada lansia

5 Penyakit yang Banyak Menyerang Lansia di Indonesia

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 12 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
gerakan senam otak

3 Gerakan Dasar Senam Otak untuk Tingkatkan Fokus dan Kreativitas

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 8 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
Konten Bersponsor
mencegah osteoporsis usia lanjut

Kenali Faktor Risiko Sejak Dini untuk Cegah Osteoporosis di Usia Lanjut

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 1 Oktober 2020 . Waktu baca 12 menit
Konten Bersponsor
lansia bermain di pantai berkat kesehatan yang baik, seperti menjaga keseimbangan mikrobiota usus dengan probiotik

Begini Peran Penting Probiotik untuk Kesehatan Lansia

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 18 September 2020 . Waktu baca 4 menit